Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IDN Ecosystem
IDN Signature Events
For
You

6 Klub Eropa yang Kebobolan Terbanyak pada Paruh Pertama 2023/2024

Pemain Darmstadt saat merayakan kemenangan. (instagram.com/svdarmstadt1898)
Pemain Darmstadt saat merayakan kemenangan. (instagram.com/svdarmstadt1898)

Sepanjang paruh pertama 2023/2024, sudah terlihat tim yang mampu tampil konsisten dan bahkan sukses merajai klasemen sementara liga Eropa. Di sisi lain, terlihat pula mana tim yang kesusahan bersaing di liga domestik dan teranc am terjun ke jurang degradasi. 

Selain belum mampu bersaing di kasta tertinggi, mereka pun juga kerap dijadikan bulan-bulanan klub raksasa di liga masing-masing karena memiliki kualitas pemain dan strategi bak bumi dan langit. Bahkan, tak sedikit yang menjadi lumbung gol dari klub besar. 

Tercatat ada enam klub Eropa yang memiliki rekor kebobolan terbanyak pada paruh pertama 2023/2024. Catatan buruk ini harus segera dibenahi apabila tidak ingin semakin terpuruk dan jatuh ke jurang degradasi. 

1. FC Lorient berada di zona degradasi Ligue 1

Pemain FC Lorient saat merayakan kemenangan. (instagram.com/fclorient)
Pemain FC Lorient saat merayakan kemenangan. (instagram.com/fclorient)

FC Lorient tampil cukup buruk sepanjang paruh pertama 2023/2024. Tim ini bisa dibilang mengalami penurunan besar dibandingkan musim lalu yang dapat bertengger di papan tengah. Kini, klub berjuluk Les Merlus ini harus duduk di posisi ke-17 dengan perolehan 12 poin. Mereka pun dinobatkan sebagai klub paling banyak kebobolan di Ligue 1 sebesar 35 dan baru mencetak 21 gol.  

2. Salernitana berada di posisi juru kunci Serie A Italia

Pemain Salernitana saat merayakan kemenangan. (instagram.com/ussalernitana1919official)
Pemain Salernitana saat merayakan kemenangan. (instagram.com/ussalernitana1919official)

Salernitana tampil mengecewakan sepanjang paruh pertama musim ini. Mereka hanya mampu duduk di dasar klasemen dengan perolehan 12 poin dari 2 kemenangan dan 6 hasil imbang. Tak hanya jadi klub dengan penampilan terburuk di Serie A, Granata juga jadi tim dengan kebobolan terbanyak yang mencapai 38 kali. Tim ini bahkan hanya mampu mencetak 16 gol sejauh ini. 

3. Granada masuk di zona degradasi LaLiga Spanyol

Pemain Granada saat menyapa pendukungnya. (instagram.com/granadacf)
Pemain Granada saat menyapa pendukungnya. (instagram.com/granadacf)

Granada baru saja mendapatkan kemenangan keduanya pada laga lanjutan LaLiga pekan lalu melawan Cadiz (2-0). Sayangnya, hasil itu belum mampu mengangkat tim ini agar keluar dari zona degradasi. Bahkan, klub berjuluk Nazaríes ini memiliki catatan kebobolan yang besar mencapai 40 kali. Tim ini pun baru mencetak 22 gol dan mengalami defisit sebesar 18 gol.

4. Darmstadt duduk di posisi juru kunci Bundesliga Jerman

pemain SV Darmstadt 1898 (instagram.com/svdarmstadt1898)
pemain SV Darmstadt 1898 (instagram.com/svdarmstadt1898)

Darmstadt adalah tim promosi yang masuk ke kasta tertinggi setelah memastikan diri sebagai runner-up Bundesliga 2. Sayangnya, tim ini belum mampu bersaing melawan tim-tim raksasa di Bundesliga. Alhasil, Die Lilien hanya menjadi pengisi juru kunci klasemen dengan perolehan 10 poin. Mereka pun didapuk jadi tim dengan kebobolan terbanyak di Bundesliga, mencapai 41 kali. 

5. UD Almeria duduk di posisi juru kunci LaLiga Spanyol

Pemain UD Almeria saat merayakan gol. (instagram.com/udalmeria)
Pemain UD Almeria saat merayakan gol. (instagram.com/udalmeria)

UD Almeria masih belum mampu bersaing di kasta tertinggi Liga Spanyol dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2023/2024, penampilan Almeria kian mengenaskan karena tak mampu meraih satu pun kemenangan hingga paruh musim. Belum lagi, mereka mencatatkan kebobolan terbanyak di LaLiga sebesar 43 kali dan hanya mampu mencetak 19 gol. 

6. Sheffield United jadi klub dengan kebobolan terbanyak di EPL

Pemain Sheffield United setelah pertandingan. (instagram.com/sheffieldunited)
Pemain Sheffield United setelah pertandingan. (instagram.com/sheffieldunited)

Sheffield United didapuk sebagai tim dengan catatan kebobolan terbesar di Eropa pada paruh pertama 2023/2024. Tim asal Sheffield ini sudah kebobolan sebanyak 49 kali dan hanya mampu mencetak 15 gol. Alhasil, The Blades mengalami defisit gol sebanyak 34. Mereka pun belum mampu bergerak dari dasar klasemen English Premiere League hingga pekan ke-20. 

Keenam klub di atas tengah mengalami masa-masa terburuknya lantaran gagal bersaing di kompetisi domestik. Pada paruh kedua 2023/2024, klub tersebut harus tampil lebih baik dan konsisten agar tetap bertahan di kasta tertinggi. Jika tidak, mereka harus bersiap berlaga di kasta kedua musim depan. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Bandot Arywono
EditorBandot Arywono
Follow Us