Comscore Tracker

Menguak Mata Air Panas dan Asin Menjelang Musim Penghujan

Lokasinya ada di Pringapus

Semarang, IDN Times - Peralihan musim yang terjadi di sejumlah daerah Jawa Tengah memaksa sejumlah warga untuk memutar otak demi memenuhi kebutuhan hidupnya. 

Salah satunya seperti dilakoni warga Kampung Pedusunan Mrakas, Dusun Kaliulo, Desa Klepu, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang. 

Siang itu sejumlah warga Dusun Kaliulo menyambangi sumber mata air dekat kampungnya. 

1. Mata air panas dan asin sering dipakai untuk memasak

Menguak Mata Air Panas dan Asin Menjelang Musim Penghujanopenchinacart.com

Warga tampak berduyun-duyun mengambil sumber mata air keperluan memasak. Periyah, warga setempat mengaku mata air yang ada di kampungnya itu mampu mengeluarkan air panas dan asin. 

Baca Juga: Banyak Sumber Mata Air di Batu yang Tak Dilindungi

2. Dari satu jerigen, warga memakainya untuk membuat gendar

Menguak Mata Air Panas dan Asin Menjelang Musim PenghujanIDN Times/Fariz Fardianto

Biasanya keberadaan mata air di situ sering dimanfaatkan warga untuk membuat kerupuk gendar. 

"Kalau saya gendarnya buat konsumsi sendiri, jadi ambilnya cuma satu jeriken. Kalau tetangga ambil banyak berarti gendarnya dijual," akunya. 

Dengan menggunakan air panas dan asin tersebut, diakuinya pula rasa gendar lebih enak karena mengandung bahan alami. "Proses masaknya sama, ini airnya kan sudah panas dan asin, jadi rasanya lebih enak bila dibanding pakai bahan kimia," terangnya.

3. Ada beberapa kolam mata air panas yang digunakan oleh warga

Menguak Mata Air Panas dan Asin Menjelang Musim Penghujanwww.gamananta.org

Sedangkan bagi Sukairin, keberadaan mata air tersebut cukup membantunya. Ia bilang bahwa ada hanya beberapa kolam saja yang airnya panas.

Beberapa warga sebenarnya pernah mencoba membuat garam, tapi gagal sehingga tidak diteruskan. 

Menurut Sukairin, lahan air panas dan asin tersebut milik keluarganya. Ini dibuktikan dengan pembayaran pajak setiap tahun. Keluarganya pun tak berniat untuk melakukan renovasi. 

"Akhirnya dibiarkan apa adanya saja. Karena kan setiap hari airnya diambil buat bikin gendar," bebernya. 

Baca Juga: Kekeringan Ekstrem Meluas, 1.096 Desa di Jateng Kekurangan Air Bersih

Topic:

  • Fariz Fardianto
  • Bandot Arywono

Just For You