Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Beda Jeruk Nipis, Lemon, dan Jeruk Purut Saat Dipakai Marinasi Daging, Jangan Tertukar!

Beda Jeruk Nipis, Lemon, dan Jeruk Purut Saat Dipakai Marinasi Daging, Jangan Tertukar!
ilustrasi jeruk nipis (pixabay.com/bruno)
Intinya Sih
  • Jeruk nipis punya kadar asam tertinggi yang efektif mengempukkan daging merah dan menghilangkan bau prengus, tapi waktu marinasi harus dibatasi agar tekstur daging tidak rusak.
  • Lemon memiliki rasa asam lembut dengan aroma segar, cocok untuk marinasi ayam, ikan, atau daging sapi bergaya Western seperti steak dan roast beef.
  • Jeruk purut beraroma herbal kuat dari kulit dan daunnya, ampuh menetralkan bau amis pada jeroan serta seafood tanpa mengubah cita rasa asli bahan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Memarinasi daging dengan perasan jeruk sudah menjadi trik rahasia di dunia kuliner untuk meningkatkan kualitas masakan. Namun, tahukah kamu kalau jeruk nipis, lemon, dan jeruk purut punya karakteristik yang sangat berbeda?

Sering kali kita asal memilih jenis jeruk karena mengira fungsinya sama-sama memberikan rasa asam. Padahal, jika salah pilih, tekstur daging bisa hancur atau aromanya justru tidak klop dengan bumbu masakan.

Biar masakanmu makin paripurna dan tidak salah rasa, yuk simak panduan perbedaan fungsi ketiga jenis jeruk berikut ini!

1. Jeruk Nipis (Si Asam Tinggi Pengempuk Daging)

ilustrasi jeruk nipis
ilustrasi jeruk nipis (pexels.com/Mateusz Feliksik)

Jeruk nipis merupakan jenis jeruk dengan kadar keasaman (sitrat) paling tinggi di antara ketiganya. Bulir buahnya sangat berair dan memiliki rasa asam yang tajam.

Fungsi Utama: Sangat efektif untuk mengempukkan serat daging yang padat (terutama daging merah seperti sapi atau kambing) sekaligus menghilangkan bau prengus yang menyengat.

Tips Marinasi: Karena sifat asamnya yang sangat kuat, jangan merendam daging terlalu lama. Batasi waktu marinasi maksimal 1 sampai 2 jam saja. Jika terlalu lama, asamnya justru akan merusak tekstur daging hingga membuatnya hancur atau malah menjadi alot saat dimasak.

2. Lemon (Rasa Zesty yang Lembut untuk Hidangan Panggang)

Lemon
Lemon (pexels.com/Mustafa Akin)

Berbeda dengan jeruk nipis, lemon memiliki rasa asam yang lebih lembut (mild) disertai sedikit sentuhan rasa manis (zesty) dan aroma wangi yang segar khas buah sitrus.

Fungsi Utama: Memberikan aroma harum yang menggugah selera, melembutkan daging secara perlahan, dan menyuntikkan rasa segar pada hidangan yang diolah dengan cara dipanggang atau dibakar.

Tips Marinasi: Lemon adalah jodoh terbaik untuk marinasi daging ayam, ikan, atau daging sapi dengan gaya masakan Barat (Western style), seperti steak, roast beef, atau ayam panggang madu.

3. Jeruk Purut (Juara Penghilang Bau Amis yang Kuat)

ilustrasi jeruk purut (pixabay.com/najibzamri)
ilustrasi jeruk purut (pixabay.com/najibzamri)

Jeruk purut mudah dikenali dari kulitnya yang keriput dan tebal. Jeruk ini memiliki daging buah yang sedikit dan tidak terlalu berair, namun kandungan minyak atsiri pada kulit dan daunnya menghasilkan aroma herbal yang sangat kuat.

Fungsi Utama: Menetralkan aroma amis yang sangat pekat tanpa terlalu mengubah cita rasa asli dari bahan makanan tersebut.

Tips Marinasi: Sangat cocok digunakan untuk memarinasi jeroan (seperti babat atau paru) dan aneka seafood. Selain menggunakan air perasannya, kamu bisa memanfaatkan parutan kulit jeruk purut untuk marinasi ikan bakar. Ingat, parut bagian hijaunya saja dan jangan sampai terkena bagian putihnya agar masakan tidak terasa pahit.

Kesimpulan Singkat:

Mau daging sapi/kambing cepat empuk? Gunakan Jeruk Nipis.

Mau bikin steak atau ayam bakar ala restoran? Gunakan Lemon.

Mau menghilangkan bau amis jeroan atau seafood? Gunakan Jeruk Purut.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Bandot Arywono
EditorBandot Arywono

Latest Food Jawa Tengah

See More