Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

6 Tips Menyiapkan Mental Jelang Ramadan, Tetap Semangat Beraktivitas

kurma dan Al-Qur'an
ilustrasi kurma dan Al-Qur'an (pexels.com/khats cassim)
Intinya sih...
  • Jangan anggap puasa sebagai penghambat aktivitas
  • Jangan terlalu memikirkan tradisi konsumtif
  • Mengingat manfaat puasa bagi hati dan pikiran
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Tidak terasa, Ramadan 1447 H akan tiba kurang dari sebulan lagi. Sudahkah kamu mempersiapkan diri? Walaupun dirimu telah melaksanakan puasa Ramadan tiap tahun, setelah sebelas bulan tidak berpuasa tentu cukup bikin gugup.

Kamu antara bahagia menyambut bulan suci Ramadan dan gelisah memikirkan banyak hal. Seperti soal mudik dan berbagai tradisi lain yang memerlukan cukup banyak uang. Itu sebabnya penting untuk umat Islam mempersiapkan diri menyambut bulan Ramadan.

Persiapan fisik penting guna memastikan kondisimu sehat dan dapat ikut berpuasa sejak hari pertama sampai terakhir. Selain itu, ada pula persiapan mental. Kalau mental gak disiapkan, berpuasa sebulan penuh bakal terasa berat sekali. Ini yang perlu dilakukan:

1. Jangan menganggap puasa Ramadan sebagai penghambat aktivitas

di kantor
ilustrasi di kantor (pexels.com/Mikhail Nilov)

Jujur saja, di samping rasa rindumu akan bukan Ramadan apakah ada perasaan ketar-ketir? Bukan tentang dirimu bakal kuat berpuasa atau tidak. Namun, cemas berpuasa sebulan penuh akan menghambat aktivitas harianmu.

Badan terasa lemah dan pikiran sulit berkonsentrasi. Ini memang tak bisa dimungkiri. Tidak makan dan minum dalam waktu yang cukup panjang pasti berbeda dengan bila masih ada asupan sepanjang jam tersebut.

Akan tetapi, kamu bakal merasa lebih baik jika memandang puasa dari sisi yang lebih positif. Seperti sekalian buat detoksifikasi tubuh. Toh, jam kerja bahkan jam kuliah dan sekolah lebih pendek selama Ramadan. Asal dirimu bersantap sahur dan berbuka dengan makanan yang bergizi serta cukup minum air putih pasti rutinitas tetap berjalan lancar.

2. Juga gak usah terlalu memikirkan tradisi yang konsumtif

berbuka puasa
ilustrasi berbuka puasa (pexels.com/Şehriban karakaya)

Bulan Ramadan kerap kali juga memberikan beban finansial yang cukup berat. Tentu sebetulnya bukan bulan puasanya yang salah. Malah berpuasa sebulan penuh seharusnya bikin pengeluaran lebih kecil daripada biasanya.

Kamu gak makan sesering di bulan lain. Justru selama puasa makan sedikit saja rasanya telah kenyang. Dirimu juga gak nongkrong di kafe. Namun, sejumlah tradisi yang lekat di masyarakat bisa bikin pengeluaran melonjak.

Seperti gak afdal bila tidak sering berbuka puasa bersama di luar. Juga belanja pakaian berlebihan untuk merayakan Idulfitri. Belum lagi kasih amplop Lebaran sebanyak mungkin demi gengsi. Menjaga tradisi ada sisi baiknya, tetapi tetap harus disesuaikan dengan kemampuan kantong. Fokus ke ibadah puasanya. Bukan yang lain-lain.

3. Mengingat betapa puasa bikin hati dan pikiran tenang

menyiapkan buka puasa
ilustrasi menyiapkan buka puasa (pexels.com/Thirdman)

Kamu perlu lebih memfokuskan diri pada manfaat puasa yang dapat dirasakan secara langsung. Di satu sisi, puasa memang bikin perut keroncongan di jam-jam tertentu. Haus juga dapat membuatmu malas berbicara atau jadi gampang batuk setelahnya.

Namun, hati serta pikiran terasa lebih tenang selama berpuasa. Energimu terbatas. Otomatis kamu gak ingin menghamburkannya untuk memikirkan hal-hal yang kurang penting. Juga dirimu secara sadar berusaha buat lebih menjaga hati.

Kamu tahu bahwa apa pun rangsangan yang kurang menyenangkan dari luar tidak boleh dibiarkan mengurangi kekhusyukanmu dalam beribadah. Pikiran terasa enteng. Hati pun lebih damai. Apa-apa dibawa santai daripada bikin stres serta emosi.

4. Membaca atau mendengarkan pembahasan keutamaan berpuasa

membaca
ilustrasi membaca (pexels.com/Lombe K)

Sekarang kesibukanmu memang masih padat. Banyak target yang telah dicanangkan buat awal tahun. Sementara pertengahan Februari sudah memasuki bulan puasa. Ada baiknya di sela-sela kesibukan kamu mulai menambah asupan keagamaan.

Khususnya topik yang berkaitan dengan keutamaan berpuasa. Dirimu dapat membaca buku-buku seputar puasa di waktu luang. Juga mendengarkan kajian selagi dalam perjalanan berangkat atau pulang kerja.

Kalau dirimu tidak kembali disadarkan serta diyakinkan terkait keutamaan berpuasa, puasa Ramadan dapat terasa seperti ritual belaka. Sesuatu yang mau tidak mau dilakukan tanpa menambah keimanan dan ketakwaanmu. Malah dalam hati kamu bisa mengeluh terus.

5. Mulai merutinkan puasa sunah dan salat malam

berdoa sebelum makan
ilustraai berdoa sebelum makan (pexels.com/Gül Işık)

Untukmu yang cewek, bila utang puasa Ramadan sebelumnya belum lunas mesti segera diselesaikan. Namun, kalau utang puasa sudah beres atau dirimu cowok bisa merutinkan puasa sunah buat menyambut Ramadan. Dengan berpuasa sunah seperti Senin dan Kamis, kamu sama dengan sedang latihan.

Tidak hanya berlatih menahan lapar dan haus, tetapi juga menempa mental. Kamu akan lebih sabar, tak sibuk mengeluh, dan merasakan kenikmatan berpuasa. Makin dekat Ramadan bukannya dirimu tambah gugup justru tambah siap berpuasa sebulan penuh.

Selain itu, kamu pun perlu kembali mencoba bangun di tengah malam untuk salat Tahajud. Di bulan Ramadan ini mudah dilakukan sekalian dirimu sahur. Di luar itu memang lebih sukar, tapi bagus buat membentuk kebiasaan jelang Ramadan.

6. Berdoa diberi kekuatan dan kesehatan agar bisa berpuasa

berdoa
ilustrasi berdoa (pexels.com/Anna Tarazevich)

Berdoa adalah tindakan yang sangat sederhana, tapi besar dampaknya. Sederhana karena kamu dapat melakukannya di mana saja dan kapan pun. Selalu ingat pintamu pada Tuhan ketika dirimu melakukan apa pun.

Utamanya supaya kamu bisa dipertemukan dengan bulan Ramadan serta menjalankan ibadah puasa dengan lancar. Kian sering dirimu berdoa, hati bakal terasa lebih mantap. Selain Tuhan mengabulkan doamu, secara psikis juga seperti dikasih sugesti positif.

Bahwa kamu benar-benar akan sampai di bulan Ramadan serta berpuasa lebih baik daripada tahun kemarin. Puasamu hanya untuk Allah SWT. Sehingga telah sepatutnya dirimu memperbanyak doa saat menyambut bulan Ramadan.

Menjelang bulan puasa banyak persiapan yang dapat dimulai sejak sekarang. Seperti kamu mulai menyusun agenda kerja selama Ramadan agar semuanya tetap berjalan dengan baik meski jam kerja dikurangi. Namun, jangan lupa buat menyiapkan mentalmu supaya puasa nanti gak banyak keluhan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dhana Kencana
EditorDhana Kencana
Follow Us

Latest Life Jawa Tengah

See More

6 Tips Menyiapkan Mental Jelang Ramadan, Tetap Semangat Beraktivitas

29 Jan 2026, 07:00 WIBLife