Comscore Tracker

Cerita Akbar Jurnalis Kidal, Kerap Ditegur Wawancara Pakai Tangan Kiri

Inginkan fasilitas umum lebih ramah bagi orang kidal

Semarang, IDN Times -  Hari Kidal Internasional yang jatuh setiap tanggal 13 Agustus mengajak kita sejenak mendengarkan pengalaman orang-orang pengguna dominan tangan kiri. Yang kerap terjadi mereka sering ditegur karena dianggap tidak sopan saat melakukan aktivitas sehari-hari dengan tangan kiri. 

1. Akbar merasa aneh sebagai orang kidal

Cerita Akbar Jurnalis Kidal, Kerap Ditegur Wawancara Pakai Tangan KiriJurnalis dari Semarang, Akbar Hari Mukti (paling kiri) menggunakan tangan kiri saat main bulu tangkis. (IDN Times/Akbar Hari Mukti/bt)

Seperti yang dirasakan Akbar Hari Mukti, seorang jurnalis dari Kota Semarang ini sudah kidal sejak kecil. Kondisi yang ia alami itu bukan karena sering menggunakan tangan kiri, tetapi dari dulu ia sudah nyaman menggunakan tangan kiri untuk beraktivitas.

‘’Saat masih kecil orang tua sudah mengajari untuk memakai tangan kanan untuk makan, menulis, atau aktivitas lainnya. Namun, saya justru nyaman menggunakan tangan kiri,’’ ungkapnya saat dihubungi, Jumat (12/8/2022).

Pria berusia 30 tahun ini awalnya juga merasa aneh dengan dirinya sendiri karena tidak bisa menggunakan tangan kanannya untuk kegiatan sehari-hari. Ia pun berkali-kali mencoba dan belajar membiasakan diri memakai tangan kanan tapi tetap tidak bisa.

Baca Juga: Cerita Atlet Para Renang Perempuan, Bermimpi Besar di Tengah Keterbatasan

2. Sering dianggap tidak sopan

Cerita Akbar Jurnalis Kidal, Kerap Ditegur Wawancara Pakai Tangan KiriJurnalis dari Semarang, Akbar Hari Mukti (pakai topi) menggunakan tangan kiri saat wawancara dengan narasumber. (IDN Times/Akbar Hari Mukti/bt)

Alhasil, teguran demi teguran dilemparkan kepada Akbar karena dianggap tidak sopan. Misalnya, saat memberikan sesuatu dengan tangan kiri ia kerap ditegur guru saat masih sekolah. Kemudian, makan dengan tangan kiri di depan orang yang lebih tua juga kerap membuatnya salah tingkah karena dibilang tidak sopan.

‘’Sebelum guru tahu kalau saya kidal ya saya kerap ditegur, dibilang kok nggak sopan. Kemudian, meminta saya mengganti dengan tangan kanan. Namun, akhirnya teman-teman yang memberi tahu kalau saya kidal,’’ tuturnya.

Teguran-teguran seperti itu terus dialami Akbar hingga ia bekerja sebagai jurnalis di media online di Semarang. Bahkan, saat menjalankan tugasnya di lapangan ia juga kerap mendapat teguran ketika merekam wawancara dengan mengulurkan tangan kiri.

Lanjutkan membaca artikel di bawah

Editor’s picks

‘’Ya itu kan sudah otomatis saya pakai tangan kiri. Jadi spontan gitu. Terus kalau ditegur yang saya mengganti dengan tangan kanan,’’ ujarnya.

3. Merasa rendah diri dan bersikap tertutup

Cerita Akbar Jurnalis Kidal, Kerap Ditegur Wawancara Pakai Tangan KiriJurnalis dari Semarang, Akbar Hari Mukti (paling kiri) menggunakan tangan kiri saat main bulu tangkis. (IDN Times/Akbar Hari Mukti/bt)

Sikap orang lain yang belum bisa memahami orang kidal terkadang membuat mereka kurang percaya diri dan aneh. Hal itu pun juga membuat orang-orang yang dominan memakai tangan kiri menjadi tertutup atau introvert.

Kondisi itu juga dirasakan oleh pria asal Magelang itu. Sejak kecil ia merasa rendah diri dan aneh dengan apa yang dialaminya sebagai orang kidal. Kendati demikian, seiring waktu anugerah kidal ini diterimanya dan dijadikan menjadi kelebihan.

‘’Karena sudah terbiasa keanehan (kidal) ini justru unik. Saya pun juga lebih percaya diri. Mulai bekerja hingga berolahraga main bulu tangkis pun tetap pakai tangan kiri,’’ kata pria yang senang menulis puisi ini.

4. Bangku untuk kuliah tidak ramah untuk orang kidal

Cerita Akbar Jurnalis Kidal, Kerap Ditegur Wawancara Pakai Tangan KiriCth: Pinterest

Dalam merayakan Hari Kidal Internasional, Akbar memiliki harapan agar fasilitas umum juga lebih ramah pada orang-orang kidal.

‘’Yang saya rasakan itu bangku kuliah yang menyatu dengan meja. Itu sangat tidak ramah bagi orang kidal. Menulis di meja di sebelah kanan yang menyatu dengan bangku itu sangat tidak nyaman,’’ katanya.

Kini tanpa ingin melawan suratan takdir, orang-orang kidal terus membiasakan diri dengan yang sudah ada di masyarakat. Anugerah kidal biarlah menjadi keunikan dan keistimewaan bagi individu masing-masing.

Baca Juga: Hebat! Atlet-atlet Difabel Jawa Tengah Borong 88 Medali Pesonas 2022 

Topic:

  • Bandot Arywono

Berita Terkini Lainnya