Comscore Tracker

Diborong Luhut, Sirup Jahe Kendal Jadi Minuman Favorit Istana Negara

Empon-empon dipercaya bisa obati Corona

Kendal, IDN Times - Berada di pucuk perbukitan Boja, Kabupaten Kendal, hawa sejuk sangat terasa ketika memasuki Desa Tambahsari, Kelurahan Limbangan. Di ujung jalan desa tersebut, sejumlah orang tampak merapikan beberapa kemasan minuman untuk diangkut ke dalam mobil.

"Karena mau diantar jam tiga sore, jadinya kita lagi menyiapkan pesanan dari pelanggan," kata Supriyatin kepada IDN Times, Sabtu (21/11/2020).

1. Minuman Jahe 33 jadi barang buruan masyarakat selama pandemik

Diborong Luhut, Sirup Jahe Kendal Jadi Minuman Favorit Istana NegaraSejumlah pekerja merapihkan kemasan minuman jahe 33. IDN Times/Fariz Fardianto

Terletak di sentra penghasil gula aren, rumah Supriyatin sejak bertahun-tahun dipakai sebagai tempat produksi sirup jahe. 

Dengan mengutamakan bahan dasar dari jahe ditambah campuran gula aren, Sirup Jahe 33, begitulah merek yang tersemat pada kemasannya justru menjadi minuman yang banyak digandrungi oleh masyarakat selama masa pandemik COVID-19.

Baca Juga: 5 Resep Minuman Serba Jahe, Hangat & Bisa Tingkatkan Daya Tahan Tubuh

2. Penjualan minuman Jahe 33 meroket naik lima kali lipat

Diborong Luhut, Sirup Jahe Kendal Jadi Minuman Favorit Istana NegaraSupriyatin menunjukan jahe 33 yang sedang digemari masyarakat. IDN Times/Fariz Fardianto

Saat virus Corona merebak pertama kali di Indonesia, ia mengaku seperti ketiban durian runtuh. Sirup jahe gula aren yang sudah ia produksi sejak enam tahun terkahir, mendadak booming.

Satu bulan pandemik, dua bulan pandemik hingga beranjak tiga bulan masa pandemik, membuatnya kebanjiran orderan. 

Pri, begitu ia akrab disapa, sampai-sampai kewalahan menerima banyaknya pesanan dari para pelanggan. "Dari yang tadinya gak pernah datang ke rumah, pas pandemik tiba-tiba orang-orang pada kemari. Awalnya kepengin lihat sirup jahenya. Terus langsung dibeli. Tiga bulan pandemik sampai sekarang jumlah pesanannya naik lima kali lipat," sahut istrinya, Sri Sudarmi.

"Permintaan sekarang lagi banyak. Biasanya kita kirimnya pakai mobil box, bisa juga lewat kantor pos dan kalau yang pesan dari Jakarta bisa dititipkan lewat bus juga," tambahnya. 

Jika kondisi normal ia hanya mendapat pesanan 500-1.000 botol per bulan. Namun, kala pandemik jumlahnya meroket hingga bisa melayani pesanan 25.000 botol saban bulan.

3. UKM jamu diuntungkan beredarnya kabar empon-empon bisa obati Corona

Diborong Luhut, Sirup Jahe Kendal Jadi Minuman Favorit Istana NegaraIDN Times/Aji

Menurutnya minuman berbahan baku jahe sebenarnya bisa menghangatkan tubuh dan melegakan tenggorokan. Tapi para pelaku industri jamu sepertinya juga diuntungkan dengan maraknya kabar bahwa empon-empon merupakan salah satu tanaman yang dianggap manjur meredakan gejala infeksi virus Corona.

"Selama pandemik, animo pembeli semakin meningkat. Apalagi ada kabar kalau empon-empon bisa ngobatin Corona. Tiga bulan pandemik penjualan naik 5 kali lipat. Pas kondisi normal hanya 500-1000 sebulan. Sekarang sebulan bisa sampai 25 ribu," ungkap Sri lagi.

Kini ia meracik varian rasa lain agar para pelanggannya tak bosan. Masing-masing ada jahe merah, jahe madu serta jahe gula aren.

Pilihan rasa lain seperti minuman jahe joss juga dijual bagi konsumennya yang mengeluhkan sakit asam urat dan koresterol. "Jahe joss ini ada temulawak ya. Jadinya memang cocok diminum buat mengurangi koresterol dan asam urat," ujarnya.

4. Pelanggan minuman Jahe 33 tersebar di Jakarta, Jabar hingga Yogyakarta

Diborong Luhut, Sirup Jahe Kendal Jadi Minuman Favorit Istana NegaraMinuman jahe 33 laris selama pandemik. IDN Times/Fariz Fardianto

Sri mengaku para pelanggannya tersebar dari ragam daerah. Ada yang dari Jakarta, sejumlah daerah di Jawa Barat, Tasikmalaya, Yogyakarta dan dari Kota Semarang. Ia mematok harga sebotol minuman jahe seharga Rp35 ribu. 

Saking larisnya, sirup jahe 33 kini bermunculan di berbagai pusat oleh-oleh, warung angkringan sampai merambah ke lokasi rest area jalan tol.

5. Luhut Panjaitan dan pihak Istana Negara juga ikut pesan minuman jahe

Diborong Luhut, Sirup Jahe Kendal Jadi Minuman Favorit Istana NegaraIDN Times/Teatrika Handiko Putri

Beberapa waktu lalu, diakuinya Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Marvest) Luhut Binsar Panjaitan turut memesan minuman jahenya. Luhut mengutus seorang pejabat untuk memborong 500 botol minuman jahe.

Pihak Istana Negara di Jakarta yang mendapat informasi mengenai minuman jahenya yang digemari masyarakat juga tak mau ketinggalan memborong ratusan botol.

"Malam-malam pejabat yang diutus Pak Luhut datang kemari untuk memesan sirup jahe sama beberapa varian lainnya. Dari istana negara Jakarta juga sama. Pada banyak yang pesan. Makanya pandemik tahun ini jadi sesuatu yang istimewa buat bisnis saya," kata Supriyatin

6. Masih pakai alat manual, UKM jamu butuh sokongan bantuan dari Pemkab Kendal

Diborong Luhut, Sirup Jahe Kendal Jadi Minuman Favorit Istana NegaraProses produksi hingga pengemasan jahe 33 masih manual. IDN Times/Fariz Fardianto

Setiap bulan, ia menghabiskan bahan baku paling tidak 1 ton jahe segar. Sedangkan gula arennya dengan gampang didapatkan dari para penderas nira di kampungnya.

Untuk proses produksinya, ia dibantu lima pegawai serta memberdayakan emak-emak tetangga sekitar rumahnya. Dengan kondisi peralatan produksi yang masih serba manual, ia kerap kelimpungan menerima pesanan. Dinas Koperasi maupun Dinas Perdagangan Kendal, sejauh ini tak kunjung memberikan sokongan bantuan untuk meningkatkan kualitas produksinya.

"Kita harapannya mendapat bantuan dari pemerintah daerah. Ya minimal ikut membantu memfasilitasi pemasaran produk kita. Soalnya kan UKM jamu tidak pernah terkendala selama pandemik. Tapi kita kendalanya semua masih manual. Termasuk proses memasaknya, sterilisasi kemasannya sampai mengirim ke pelanggan," paparnya.

Baca Juga: Warga Tak Patuh Jaga Jarak, Angka Kesakitan COVID-19 di Semarang Naik

Topic:

  • Fariz Fardianto
  • Bandot Arywono

Berita Terkini Lainnya