6 Alasan Mengapa Orang Suka Bekerja Sambil Mendengarkan Musik, Kamu?

- Mendengarkan musik bisa mengurangi stres saat bekerja
- Memperbaiki suasana hati yang memburuk dan menghidupkan suasana agar tidak membosankan
- Ritme musik ceria dapat mengusir kesepian dan memulihkan energi positif
Mendengarkan musik telah menjadi pilihan favorit bagi sebagian orang, bahkan menjadi rutinitas wajib yang tidak terlewatkan. Lantas, apa sebenarnya yang membuat mereka gemar bekerja sembari mendengarkan lagu? Tentu saja, mereka memiliki alasan tersendiri.
Bagi sebagian orang, musik mampu memperbaiki suasana hati yang buruk atau menghilangkan rasa lelah. Selain itu, alunan nada juga ampuh mengusir rasa kantuk. Jika kamu termasuk orang yang produktif saat bekerja sambil mendengarkan musik, kira-kira apa alasan utamamu?
1. Bisa mengurangi stres

Bekerja selain menguras tenaga juga menguras pikiran. Tidak heran jika kamu terjebak stres dan kelelahan. Jika sudah seperti ini, sangat susah untuk mengembalikan energi. Bahkan kamu bisa terjebak burnout dalam waktu lama.
Jangan heran dengan seseorang yang suka bekerja sambil mendengarkan musik. Salah satu alasannya untuk mengurangi stres selama bekerja. Dengan mendengarkan musik, pikiran bisa lebih rileks. Meskipun menghadapi banyak pekerjaan, tapi tidak sedikitpun merasa tertekan.
2. Memperbaiki suasana hati yang memburuk

Apa jadinya jika suasana hati memburuk? Tidak dapat dimungkiri jika fokus dan konsentrasi akan terganggu. Pekerjaan tidak bisa selesai dengan optimal. Kamu cenderung mendahulukan emosi daripada berpikir logis dan realistis.
Orang-orang yang suka bekerja sambil mendengarkan musik salah satu alasannya untuk memperbaiki suasana hati. Irama musik yang ceria bisa memperbaiki mood sehingga tidak terjebak rasa bosan berlarut-larut. Dalam waktu singkat, seseorang bisa memperoleh semangatnya kembali.
3. Menghidupkan suasana agar tidak membosankan

Suasana kerja yang terasa membosankan memang tidak dapat dihindari. Apalagi kamu dihadapkan dengan setumpuk berkas yang bersifat formal. Kebosanan ini jika tidak segera diatasi tentu bisa mengganggu kualitas kinerja.
Di sinilah alasan seseorang lebih suka bekerja sambil mendengarkan musik. Ia ingin menghidupkan suasana agar tidak terasa membosankan. Saat melakukan tugas-tugas yang bersifat monoton, musik menghadirkan keceriaan baru.
4. Agar tidak mengantuk

Sehari dua hari bekerja mungkin kamu masih merasa senang dan bersemangat. Tapi bagaimana jadinya jika itu menjadi rutinitas yang dilakukan berulang sepanjang waktu? Aktivitas bekerja pasti tidak terasa menyenangkan sebagaimana dahulu.
Kondisi seperti ini bisa terjadi pada siapa saja, bahkan sampai mengantuk saat bekerja. Hal ini pula yang menjadi alasan seseorang mendengarkan musik ketika bekerja. Ritme musik yang ceria menjaga semangat sehingga menghilangkan kantuk dan kejenuhan.
5. Irama musik bisa memulihkan energi

Pada kenyataannya energi positif dibutuhkan saat kamu sedang bekerja. Karena inilah yang akan menentukan hasil akhir kerjamu nanti. Fenomena demikian rupanya juga memiliki keterkaitan dengan seseorang yang suka bekerja sambil mendengarkan musik.
Mereka beranggapan jika irama musik bisa memulihkan energi. Seseorang bisa dengan cepat memulihkan diri dari rasa lelah. Dengan energi yang penuh, kamu akan berkonsentrasi kembali terhadap pekerjaan yang harus diselesaikan.
6. Untuk mengusir kesepian

Seringkali seseorang merasa kesepian di tempat kerja. Meskipun dikelilingi banyak orang dalam waktu dan tempat yang sama, tapi semua sibuk dengan aktivitas masing-masing. Rasa kesepian ini bisa menghadirkan suasana tidak nyaman. Bahkan seseorang merasa bosan dan tidak bisa fokus.
Di sinilah peran musik yang sesungguhnya. Bekerja sambil mendengarkan musik bisa mengusir kesepian yang hadir. Seseorang tidak benar-benar merasa sendiri dalam menyelesaikan rangkaian pekerjaan. Keberadaan musik seperti teman yang selalu meramaikan suasana.
Bekerja sambil mendengarkan musik terbukti mampu menciptakan suasana yang lebih menyenangkan bagi banyak orang. Hal ini berkaitan dengan berbagai manfaat, seperti mengurangi stres atau menghidupkan suasana agar tidak membosankan. Namun, semua itu tentu kembali pada preferensi masing-masing individu.



















