Cleo Abriella, Gadis Solo 12 Tahun Wakili RI di Kids of the World 2026

- Cleo Abriella, siswi 12 tahun asal Solo, terpilih mewakili Indonesia di ajang internasional Kids of The World 2026 yang akan digelar di Bali pada Maret–April 2026.
- Dikenal aktif di bidang modeling, public speaking, dan tari, Cleo menilai pageant modern sebagai wadah membangun kepercayaan diri, kepemimpinan, serta kepedulian sosial sejak usia dini.
- Didukung keluarga dan prestasi akademik gemilang, Cleo berkomitmen menyeimbangkan pendidikan dengan pengembangan bakat sambil membawa pesan positif bagi generasi muda Indonesia.
Karanganyar, IDN Times - Di usia yang baru menginjak 12 tahun, Delfina Cleody Abriella atau yang akrab disapa Cleo telah menorehkan perjalanan prestasi yang tidak biasa. Siswi SD Kalam Kudus Surakarta International Program ini berhasil melangkah dari tingkat provinsi hingga ke panggung internasional setelah meraih gelar Winner Jawa Tengah Kids of The Year 2025 dan Winner Indonesia Kids of The Year 2025.
Atas prestasi tersebut, Cleo dipercaya mewakili Indonesia dalam ajang Kids of The World 2026 dengan gelar Junior Miss Kids of The World Indonesia 2026. Kompetisi internasional ini akan digelar pada 30 Maret hingga 4 April 2026 di Bali, dengan malam Grand Final di Discovery Kartika Plaza Hotel Bali dan diikuti peserta dari berbagai negara seperti Inggris, Mongolia, India, Afrika Selatan, Laos, Botswana, Filipina, hingga Uni Emirat Arab.
1. Pageant modern, tempat kembangkan pendidikan berkarakter

Perjalanan Cleo menuju ajang internasional bukanlah sesuatu yang instan. Anak pertama dari dua bersaudara ini telah lama menekuni berbagai bidang yang mendukung pengembangan diri, mulai dari modeling, public speaking, hingga seni tari.
Dalam dunia pageant anak, kompetisi seperti Kids of The Year dan Kids of The World menjadi wadah untuk mengasah kepercayaan diri, kepemimpinan, serta kemampuan komunikasi generasi muda.
Menurut berbagai literatur pendidikan karakter anak, kegiatan seperti pageant modern tidak hanya menilai penampilan, tetapi juga kecerdasan, kreativitas, bakat, dan kepedulian sosial. Hal inilah yang menjadi salah satu alasan Cleo terus menekuni bidang tersebut.
"Melalui pageant, aku bisa belajar percaya diri, berbicara di depan umum, dan menyampaikan pesan positif kepada teman teman seusiaku,"ujar Cleo kepada IDN Times, Sabtu (14/3/2026).
2. Didukung keluarga dan adik yang juga berprestasi

Cleo tumbuh dalam lingkungan keluarga yang mendorong anak-anaknya untuk berkembang sesuai minat dan bakat. Ia memiliki seorang adik bernama Chavelle, yang dikenal sebagai atlet senam ritmik. Keduanya saling memberi dukungan dalam mengejar prestasi di bidang masing-masing. "Kami saling menyemangati. Kalau Cleo ada lomba, aku ikut mendukung. Kalau aku latihan senam, kakak juga menyemangati,"kata Chavelle.
Di tengah kesibukan aktivitas non akademik, Cleo tetap menunjukkan prestasi di bidang pendidikan. Berkat nilai akademik yang konsisten dan proses seleksi ketat, ia berhasil meraih beasiswa pendidikan 100 persen di SMP RUSHD Solo. Bagi Cleo, prestasi akademik dan non akademik harus berjalan seimbang. “Belajar tetap nomor satu. Tapi kita juga bisa mengembangkan bakat lain supaya lebih percaya diri,” ujarnya.
Data dari UNESCO juga menunjukkan bahwa pendidikan yang menyeimbangkan aspek akademik dan pengembangan bakat dapat membantu anak membangun kreativitas, empati, serta keterampilan sosial yang lebih baik.
3. Aktif mengembangkan bakat sejak dini

Selain berprestasi di dunia pageant, Cleo juga aktif mengembangkan berbagai kemampuan lain. Ia belajar public speaking di Public Speaking Kelas Kak Fenty, di mana ia mendalami pidato berbahasa Inggris, storytelling, membaca puisi, hingga menjadi MC dalam berbagai acara. Cleo bahkan pernah tampil di sejumlah event dan program televisi lokal untuk mempraktikkan kemampuan komunikasi yang dipelajarinya.
Menurut laporan World Economic Forum, kemampuan komunikasi dan kepercayaan diri merupakan salah satu keterampilan penting yang perlu dikembangkan sejak usia dini untuk menghadapi tantangan masa depan. Melalui public speaking, Cleo memiliki misi sederhana namun bermakna menyuarakan pesan positif bagi generasi muda.
"Aku ingin mengajak teman teman untuk stop bullying dan menjauhi narkoba, karena masa depan anak anak Indonesia harus dijaga sejak sekarang,"kata Cleo.
4. Belajar modeling dan seni tari

Di bidang modeling, Cleo mengasah kemampuan catwalk dan presentasi busana bersama FS Model Indonesia. Ia kerap tampil membawakan karya para desainer di berbagai kesempatan fashion show maupun event anak.
Sementara itu, kecintaannya terhadap seni juga diwujudkan melalui latihan tari tradisional dan modern di Sanggar Candra Kirana Surakarta. Baginya, mempelajari tari tradisional merupakan cara untuk menjaga dan memperkenalkan budaya Indonesia kepada dunia.
Dalam kompetisi Kids of The World 2026, Cleo akan mengikuti berbagai rangkaian kegiatan seperti karantina, kunjungan ke sejumlah destinasi menarik di Bali, Talent Competition, National Costume Competition, hingga Grand Final Competition.
Selama mengikuti kompetisi tersebut, Cleo mendapat pembinaan dari Komite Indonesia Kids of The Year bersama YEES Care Foundation yang memberikan berbagai arahan dan pembekalan terkait pageant internasional.
Dari sisi penampilan, Cleo juga mendapat dukungan dari sejumlah pihak, di antaranya gaun dari JBridal Karanganyar, HG Sweet Seventeen Surabaya, dan Celina Bridal Bali, serta riasan wajah dari MUA by Rahma Bali.
Menjelang keberangkatannya menuju ajang internasional, Cleo berharap mendapatkan dukungan dari masyarakat Indonesia, khususnya dari Jawa Tengah dan Solo Raya. Ia ingin memberikan yang terbaik dan membawa nama Indonesia di panggung dunia. "Mohon doa dan dukungan agar aku bisa memberikan yang terbaik dan mengharumkan nama Indonesia,"pungkas Cleo.
















