Inovasi Unikma, Raih Runner Up Green Jobs Initiative Competition 2026

- Firdaus Sari Asta, mahasiswa UNIKMA Cilacap, meraih Juara 2 Nasional Indonesia Green Jobs Initiative Competition 2026 berkat inovasi pengolahan limbah pelepah pisang menjadi produk bernilai ekonomi tinggi.
- Inovasi bernama Bana Sentra atau Klobot Art ini memberdayakan masyarakat lokal dan pondok pesantren, menciptakan lapangan kerja hijau sekaligus mengurangi limbah pertanian di wilayah Cilacap.
- Prestasi Firdaus diapresiasi kampusnya sebagai bukti semangat kewirausahaan muda daerah mampu bersaing nasional dan menjadi inspirasi membangun masa depan ekonomi hijau Indonesia.
Cilacap, IDN Times - Firdaus Sari Asta, mahasiswa Universitas Komputama (UNIKMA) Cilacap, meraih Juara 2 Nasional di Indonesia Green Jobs Initiative Competition 2026. Prestasinya tersebut menjadi bukti bahwa anak muda daerah seperti di Cilacap berani terjun langsung membangun bisnis berkelanjutan dan menghadirkan solusi inovatif untuk masa depan ekonomi Indonesia yang lebih hijau.
Ditengah gempuran isu perubahan iklim dan limbah pertanian yang semakin menumpuk, generasi muda Indonesia mulai bergerak. tidak hanya tentang green economy, tapi langsung menciptakan model bisnis yang menguntungkan sekaligus ramah lingkungan.
Firdaus Sari Asta berhasil menyisihkan ratusan greenpreneur muda dari kampus kampus besar seperti BINUS University, Universitas Brawijaya, IPB, ITS, dan perguruan tinggi ternama lainnya. Dari lebih dari 300 peserta, hanya 10 tim terbaik yang melaju ke grand final. Di babak puncak kompetisi bertema “Green Innovation for Indonesia’s Future Economy” yang digelar Inovasi Muda berkolaborasi dengan Universitas Ciputra, Firdaus membawa pulang posisi runner up.
1. Mengubah sampah pelepah pisang menjadi lapangan kerja hijau

Inovasi Firdaus berfokus pada pengolahan limbah pertanian berbasis kearifan lokal yang selama ini sering dianggap remeh gedebok (pelepah) pisang. Di daerah Cilacap, limbah ini kerap menyumbat saluran air atau dibuang begitu saja. Melalui usahanya bernama Bana Sentra atau Klobot Art, Firdaus menyulap limbah tersebut menjadi produk kerajinan tangan bernilai ekonomi tinggi.
Produk produknya meliputi hampers eksklusif, dompet, sampul buku, tempat kartu nama, hingga gantungan kunci. Pendekatan ini memadukan technopreneurship dengan semangat social enterprise. Tidak hanya menjual produk, bisnis ini juga memberdayakan masyarakat sekitar melalui keterlibatan warga lokal dan pondok pesantren dalam proses produksi.
Model bisnis ini dinilai dewan juri memiliki napas panjang karena mengurangi limbah lingkungan secara nyata, memberikan dampak sosial yang luas, berpotensi menciptakan lapangan kerja hijau (green jobs), berkelanjutan dari sisi ekonomi.
2. Flagship initiative green jobs impact

Firdaus menegaskan bahwa prestasi yang diraihnya menjadi bukti bahwa anak muda tidak hanya bisa mencari pekerjaan, tetapi juga mampu menciptakan peluang kerja berkelanjutan melalui inovasi yang berdampak bagi lingkungan dan masyarakat.
"Banyak generasi muda yang dihadapkan pada pilihan mengantre lowongan kerja atau berani membangun sesuatu sendiri, saya dan timmemilih jalur kedua dengan pendekatan hijau yang semakin dibutuhkan Indonesia,"ujarnya.
Kompetisi Indonesia Green Jobs Initiative Competition 2026 yang digelar pada tanggal 5-6 Mei 2026 sendiri merupakan bagian dari flagship initiative Green Jobs Impact. Penilaiannya tidak hanya soal profit, melainkan juga dampak lingkungan, dampak sosial, keberlanjutan model usaha, serta potensi penciptaan lapangan kerja hijau.
3. Mewarnai masa depan ekonomi hijau Indonesia

Wakil Rektor Universitas Komputama, Kusnana M.Kom, menyampaikan kebanggaan yang mendalam, karena menurutnya semangat entrepeunership mahasiswanyadapat menjadi pemantik lainnya untuk mengembangkan bakatnya.
"Berhasil berdiri di podium juara bersama kampus kampus besar seperti IPB, ITS, dan BINUS menunjukkan bahwa kualitas pemikiran dan semangat entrepreneurship mahasiswa Universitas Komputama sudah berada di level nasional, daan keterbatasan geografis bukan penghalang bagi inovasi yang melampaui batas,"tegasnya.
Ia berharap prestasi Firdaus menjadi pemantik semangat bagi mahasiswa lainnya. “Dari Cilacap, kita bisa mewarnai masa depan ekonomi hijau Indonesia,"jelasnya kepada IDN Times, Kamis (7/5/2026).
Ditambahkan prestasi ini sekaligus menjadi panggilan bagi generasi muda di Cilacap bahwa melihat limbah di sekitar sebagai peluang, bukan masalah. "Berani berinovasi, berani memberdayakan, dan berani membangun masa depan yang lebih hijau, karena masa depan ekonomi Indonesia yang hijau bukan akan datang dengan sendirinya. Ia akan dibangun oleh anak muda seperti Firdaus Sari Asta yang berani memulai dari hal sekecil pelepah pisang,"pungkasnya.
















