Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Kopdes Merah Putih di Jateng Ditargetkan Beroperasi 100 Persen di 2026

Kopdes Merah Putih di Jateng Ditargetkan Beroperasi 100 Persen di 2026
Ilustrasi Koperasi Kelurahan Merah Putih di Gedawang, Kota Semarang. (dok. Pemprov Jateng)
Intinya Sih
  • Dinas Koperasi dan UMKM Jateng menargetkan seluruh Kopdes Merah Putih beroperasi penuh pada 2026, dengan capaian saat ini 73 persen dari total 8.523 koperasi.
  • Modal koperasi mencapai Rp34,6 miliar berasal dari simpanan anggota, sementara pengurus bekerja tanpa honor demi pelayanan dan pengabdian kepada masyarakat.
  • Kendala utama bagi koperasi yang belum aktif adalah potensi usaha dan kolaborasi terbatas, sehingga pemerintah mendorong optimalisasi potensi lokal serta kemitraan dengan pelaku usaha desa.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Semarang, IDN Times - Dinas Koperasi dan UMKM Jawa Tengah menargetkan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes/KKMP) di provinsi tersebut bisa beroperasional 100 persen di tahun 2026. Hingga saat ini, sebanyak 6.271 atau 73 persen dari total 8.523 kopdes/KKMP yang berbadan hukum di Jateng telah beroperasi.

1. Modal koperasi capai Rp34,6 miliar

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Jateng, Eddy S. Bramiyanto
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Jateng, Eddy S. Bramiyanto. (IDN Times/Anggun Puspitoningrum)

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Jateng, Eddy S. Bramiyanto mengatakan, angka ini melampaui target nasional yang sebesar 60 persen. Pihaknya menargetkan 100 persen koperasi dapat beroperasi pada akhir tahun ini. 

“Upaya ini didukung oleh peran aktif media dalam memberitakan hal-hal positif yang telah tumbuh di koperasi desa golongan merah putih, serta motivasi dari para pengurus,” ungkapnya di Semarang, Jumat (8/5/2026).

Adapun, untuk memastikan kopdes/KKMP beroperasi, Dinas Koperasi dan UMKM Jateng telah menjalin kontak bisnis dengan berbagai pihak seperti BUMN, Pupuk Indonesia, Bulog, dan LPG untuk memastikan pasokan kebutuhan koperasi. Koordinasi juga dilakukan dengan KASN terkait penyerapan cepat LPG dan pupuk. 

Untuk diketahui, modal koperasi saat ini mencapai Rp34,6 miliar yang berasal dari simpanan pokok dan simpanan wajib anggota. Simpanan pokok bervariasi antara Rp5.000 hingga Rp10.000, sedangkan simpanan wajib antara Rp10.000 hingga Rp30.000. 

2. Dedikasi pengurus bekerja tanpa honor

koperasi merah putih, kkmp gedawang 3.jpg
Ilustrasi Koperasi Kelurahan Merah Putih di Gedawang, Kota Semarang. (dok. Pemprov Jateng)

“Kami mendorong koperasi merah putih untuk bergerak di sektor produktif dan riil agar perputaran modal lebih cepat,” kata Eddy.

Sebab, lanjut dia, beberapa koperasi telah menunjukkan perkembangan luar biasa, seperti Koperasi Dadapsari yang modal awalnya Rp500 ribu kini mencapai Rp450 juta, dan ada koperasi dari modal Rp2 juta kini menjadi Rp146 juta. Keberhasilan ini tidak lepas dari dedikasi para pengurus yang bekerja tanpa memikirkan honor, melayani anggota, dan mengabdi pada masyarakat.

Meskipun demikian, terkait sekitar 2.000 koperasi yang belum beroperasi, Eddy menjelaskan, ada sejumlah kendala yang dihadapi antara lain potensi usaha dan kurangnya kolaborasi intens antara pengurus, kepala desa, dan kelurahan. 

3. Dorong pengurus optimalkan potensi lokal

koperasi merah putih, kkmp gedawang 1.jpg
Ilustrasi Koperasi Kelurahan Merah Putih di Gedawang, Kota Semarang. (dok. Pemprov Jateng)

“Kami akan terus mencermati dan menanyakan penyebab belum beroperasinya koperasi-koperasi tersebut,” ujarnya.

Sementara terkait kesejahteraan pengurus, Dinas Koperasi dan UMKM mengakui belum dapat memberikan dukungan finansial secara langsung. Namun, mereka mendorong pengurus untuk mengoptimalkan potensi lokal dan bermitra dengan pengusaha di desa serta koperasi yang sudah ada. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan pelayanan kepada anggota dan masyarakat secara optimal.

“Kami berharap dengan dukungan semua pihak, koperasi merah putih dapat terus tumbuh dan berkembang, memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat,” tandas Eddy. 

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Bandot Arywono
EditorBandot Arywono
Follow Us

Latest News Jawa Tengah

See More