Begini Caranya Memanfaatkan AI Untuk Menentukan Pilihan Kampus

Binus Univerity Semarang berupaya mendorong pemanfaatan perangkat artificial intelegence (AI) sebagai sarana untuk meningkatkan kualitas mutu para mahasiswa.
Table of Content
1. Pola perguruan tinggi berubah sejalan pemanfaatan AI

Direktur Kampus Binus University @Semarang, Dr Fredy Purnomo menuturkan pesatnya perkembangan AI telah mengubah pola perguruan tinggi dalam menyiapkan sumber daya manusia masa depan.
Oleh karena itulah, setiap mahasiswa memang perlu dibekali pengalaman langsung agar mampu memahami bagaimana teknologi benar-benar diterapkan di industri.
“AI telah mengubah lanskap dunia kerja secara drastis. Karena itu, mahasiswa harus dipersiapkan tidak hanya untuk memakai teknologi, tetapi juga memahami cara memanfaatkannya secara cerdas dan strategis," ujar Fredy, Jumat (8/6/2026).
2. Prodi digital psikologi punya keunggulan dengan AI

Ia menekankan bahwa kampusnya menjadi co-pilot untuk mengkolaborasikan AI dengan kemampuan mahasiswa. Sebagai contoh semua kurikulum di kampusnya kini menggunakan pelajaran yang mengarah pada kegiatan AI yang positif.
Pemanfaatan AI yang jelas-jelas dilakukan Binus Semarang ialah di prodi digital psikologi. Yang mana kampusnya bersiap mencetak psikolog yang bersinergi dengan aplikasi AI.
"Kami percaya kalau seorang psikolog di zaman sekarang saat memahami karakter anak maka harus pahami dunia digital," jelasnya.
3. Banyak profesi berubah karena dampak AI

Gary Collins Brata Winardy, Psikolog dan Faculty Member BINUS University, menilai bahwa perkembangan teknologi dan perubahan sosial yang berlangsung sangat cepat turut memengaruhi cara orang tua maupun calon mahasiswa menentukan pilihan pendidikan.
Menurutnya, kekhawatiran terhadap masa depan kini menjadi fenomena yang semakin umum terjadi, terutama ketika banyak profesi mulai berubah akibat perkembangan teknologi dan AI.
“Rasa takut salah memilih jurusan saat ini semakin besar karena banyak orang khawatir bidang yang dipilih sekarang tidak lagi relevan beberapa tahun ke depan. Itu merupakan hal yang sangat wajar,” ujarnya.
Gary menjelaskan, ketidakpastian terhadap masa depan sering kali membuat seseorang terjebak dalam keraguan dan overthinking saat menentukan arah pendidikan maupun karier.
Karena itu, ia menilai perguruan tinggi perlu menghadirkan sistem pembelajaran yang tidak hanya fokus pada teori, tetapi juga memberi pengalaman nyata, gambaran dunia kerja, serta paparan langsung terhadap perkembangan industri agar mahasiswa memiliki arah yang lebih jelas dan rasa percaya diri dalam menghadapi masa depan.
4. Ortu Binusian beberkan manfaat digitalisasi

Pandangan tersebut turut diperkuat oleh pengalaman langsung dari orang tua Binusian.
Andi Purnama Hardjani membagikan bagaimana ia melihat perkembangan anaknya selama menempuh pendidikan di BINUS University @Semarang.
“Sebagai orang tua yang juga bergerak di industri kreatif, saya tahu betul betapa cepatnya dunia ini berubah. Karena itu saya ingin memastikan anak saya tidak hanya belajar di lingkungan yang bagus secara akademik, tapi juga benar-benar dipersiapkan untuk menghadapi industri yang nyata. Yang saya lihat di BINUS @Semarang, anak saya tidak hanya tumbuh secara pengetahuan, tapi juga cara berpikirnya jadi lebih terstruktur dan lebih berani,” akunya.
Ia juga menambahkan bahwa pengalaman nyata selama masa kuliah menjadi nilai yang sangat penting. Melalui integrasi antara pembelajaran berbasis teknologi, pengalaman nyata, serta ekosistem yang mendukung pengembangan kompetensi digital, Binus University @Semarang berkomitmen menghadirkan pendidikan yang tidak hanya relevan, tetapi juga mampu membantu mahasiswa menemukan arah yang jelas sejak awal.


















