Pegadaian Ajak Gen Z Unnes Adu Bakat Berbisnis: Dari Ide Jadi Cuan!

Kalangan anak-anak Gen Z yang selama ini menjadi bonus demografi di Indonesia merupakan ceruk peluang untuk diajak menggeluti dunia usaha. Bahkan, PT Pegadaian merangkul ratusan Gen Z dari unsur mahasiswa Unnes untuk tampil dalam ajang Business Case Competition (BCC) 2026.
Kepala Divisi Bisnis Bullion PT Pegadaian, Kadek Eva Suputra, mengatakan mahasiswa memiliki kemampuan analisis dan pemikiran kritis yang dapat membantu menghadirkan solusi baru di dunia keuangan.
“Kami melihat mahasiswa memiliki perspektif akademis yang kuat. Melalui business case competition ini, kami ingin ide-ide tersebut dapat diterjemahkan menjadi solusi yang benar-benar bisa diterapkan di masyarakat,” ujar Kadek, Kamis (7/6/2026).
Table of Content
1. Pegadaian siap naikan level mahasiswa Unnes

Ia mengatakan Pegadaian juga memiliki sarana layanan digital emas yang bisa disinergikan dengan kemampuan finansial para mahasiswa. Sehingga ketika bertransaksi bisa memiliki kemudahan dan lebih praktis.
"Apalagi di Unnes punya disiplin ilmu disiplin kewirausahaan dan terstruktur. Maka kita berkesempatan menaikan level mahasiswa dan kapasitas bisnisnya," paparnya.
2. Bisa percepat literasi digitalisasi emas

Adapun dalam ajang BCC 2026 setiap mahasiswa Unnes bisa mendaftarkan ide-ide kolaboratifnya untuk menjadi peserta kompetisi bisnis.
Setiap kelompok mahasiswa berisi tiga orang. Setelah mendaftarkan idenya, dilakukan proses kurasi untuk memilih peserta yang layak mengikuti workshop literasi bisnis dari Pegadaian.
Pihaknya mengharapkan dengan melibatkan para mahasiswa, paling tidak bisa mengajak mereka mempercepat edukasi literasi digitalisasi emas.
"Produk emas yang likuiditasnya tinggi dengan resiko yang rendah ini musti benar-benar dipahami oleh mahasiswa. Dengan menginformasikan secara masif tentang digitalisasi tabungan emas ke Gen Z akan jadi dampak luar biasa," jelasnya.
3. Nasabah Gen Z tumbuh 15 persen

Perkembangan nasabah Gen Z yang menggunakan aplikasi Tring! Sebagai layanan digital emas Pegadaian selama ini juga tumbuh pesat. Nasabah Gen Z Yang tadinya berkutat di angka 5 persen, dengan adanya aplikasi Tring! justru bisa naik 15 persen.
"Maka kita edukasi terus bahwa emas real aset yang berdampak positif bagi anak anak Gen Z," tegasnya.
4. Unnes berharap ide cemerlang mahasiswa bisa diterapkan di dunia nyata

Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kanwil XI Semarang, M Aries Aviani Nugroho, menjelaskan bahwa kompetisi tersebut terbuka bagi mahasiswa di wilayah Semarang Raya.
“Pendaftaran akan dimulai pada 18 Mei 2026. Nantinya peserta mengajukan proposal ide bisnis atau inovasi yang berkaitan dengan Pegadaian dan solusi finansial,” ujarnya.
Pegadaian menargetkan sedikitnya 100 hingga 150 tim mengikuti kompetisi tahap awal di Unnes. Meski pelaksanaan dipusatkan di kampus tersebut, peserta tidak hanya berasal dari mahasiswa Unnes.
“Kami membuka kesempatan bagi seluruh mahasiswa di Semarang Raya. Informasi lengkap nantinya akan kami sebarkan melalui flyer dan media sosial,” katanya.
Aries berharap ide terbaik dari kompetisi tersebut tidak berhenti sebagai proposal, tetapi dapat diimplementasikan menjadi program nyata bagi masyarakat.
“Harapan kami, ide-ide mahasiswa ini bisa menjadi solusi yang benar-benar diterapkan, khususnya untuk masyarakat Jawa Tengah,” tambahnya.
Menurut Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unnes, Prof Zaenuri, ajang BCC 2026 yang diinisiasi Pegadaian wadah positif bagi mahasiswa mengembangkan kreativitas, inovasi, dan kemampuan berpikir kritis dalam menjawab tantangan ekonomi dan keuangan.
Kegiatan tersebut turut didampingi dan dihadiri oleh para pimpinan fakultas dan lembaga di lingkungan UNNES, di antaranya Dekan FIPP, FBS, FISIP, FMIPA, FT, FIK, FEB, FH, dan FK, Ketua LPPM, Ketua LPPP, serta Direktur Direktorat Akademik, Kemahasiswaan, dan Konservasi.
“Kami menyambut baik kegiatan ini karena memberikan ruang bagi mahasiswa untuk berkolaborasi, berinovasi, dan menghasilkan gagasan yang berdampak bagi masyarakat. Harapannya, mahasiswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menghadirkan solusi nyata bagi dunia industri dan masyarakat,” ujar Zaenuri.

















