Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

PLN Gencarkan Edukasi Jarak Aman pada Jaringan Listrik, Ini Alasannya

PLN Gencarkan Edukasi Jarak Aman pada Jaringan Listrik, Ini Alasannya
Petugas PLN sedang memperbaiki jaringan listrik. (dok. PLN)
Intinya Sih
  • PLN UPT Salatiga gencarkan edukasi jarak aman jaringan listrik bagi masyarakat dan pekerja konstruksi untuk menjaga keselamatan serta keandalan sistem transmisi.
  • Koordinasi teknis dilakukan antara PLN, kontraktor, dan pihak terkait guna menyesuaikan desain bangunan agar memenuhi standar keselamatan dengan jarak aman minimal tujuh meter.
  • PLN UIT JBT menegaskan komitmen menjaga keandalan pasokan listrik melalui kolaborasi dan pendekatan berbasis keselamatan dalam setiap pembangunan di sekitar jaringan transmisi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Salatiga, IDN Times - PLN Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Salatiga menggencarkan sosialisasi dan edukasi terkait jarak aman pada jaringan listrik kepada masyarakat, khususnya yang tengah melaksanakan pembangunan konstruksi. Upaya preventif ini dalam rangka menjaga keandalan jaringan sekaligus memastikan keselamatan masyarakat dan pekerja konstruksi.

1. Penuhi standar keselamatan ketenagalistrikan

pln, pln salatiga, transmisi pln, petugas pln
PLN Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Salatiga menggencarkan sosialisasi dan edukasi terkait jarak aman pada jaringan listrik kepada masyarakat, khususnya yang tengah melaksanakan pembangunan konstruksi. (dok. PLN UPT Salatiga)

Salah satunya dengan melakukan koordinasi pengamanan Jarak Bebas Tegangan Jaringan Listrik atau Right of Ways (ROW) pada pembangunan Koperasi Desa Merah Putih. Lokasi proyek berada di Bentang (Span) 21–22 Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) Sragen–Ngawi yang mendekati ROW Jaringan SUTT tersebut.

PLN ULTG Surakarta, kontraktor pembangunan, serta pihak terkait guna memastikan aktivitas pembangunan tetap memenuhi standar keselamatan ketenagalistrikan. Sebab, berdasarkan hasil evaluasi, pembangunan berada di bawah jalur transmisi.

Berdasarkan ketentuan Peraturan Menteri ESDM Nomor 13 Tahun 2025, jarak aman minimum antara bangunan dan jaringan transmisi ditetapkan 5 meter. Namun mempertimbangkan faktor keselamatan tambahan serta kondisi operasional jaringan, PLN menerapkan safety factor sehingga jarak aman yang digunakan dalam pengamanan menjadi 7 meter.

Dari hasil analisis tersebut, terdapat potensi risiko gangguan apabila pembangunan tetap menggunakan desain awal 8,5 meter. Untuk itu, PLN bersama pihak kontraktor melakukan pembahasan teknis guna mencari solusi yang tetap mendukung kelancaran pembangunan sekaligus memastikan keamanan sistem transmisi.

2. Berikan ruang aman bagi operasional jaringan transmisi

pln, pln salatiga, transmisi pln, petugas pln
PLN Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Salatiga menggencarkan sosialisasi dan edukasi terkait jarak aman pada jaringan listrik kepada masyarakat, khususnya yang tengah melaksanakan pembangunan konstruksi. (dok. PLN UPT Salatiga)

Penyesuaian ini dinilai mampu memberikan ruang aman yang memadai bagi operasional jaringan transmisi serta aktivitas konstruksi di bawahnya.

Manager PLN UPT Salatiga, Ardylla Rommyonege mengatakan, langkah koordinasi ini merupakan bagian dari upaya preventif PLN dalam menjaga keandalan jaringan sekaligus memastikan keselamatan masyarakat dan pekerja konstruksi.

“Setiap aktivitas pembangunan yang berada di sekitar jalur transmisi perlu memperhatikan ketentuan jarak bebas tegangan atau ROW. Melalui evaluasi teknis yang kami lakukan, penyesuaian desain bangunan menjadi langkah paling aman agar jarak antara konduktor dan bangunan tetap memenuhi standar keselamatan serta tidak menimbulkan potensi gangguan pada sistem transmisi,” jelasnya, Sabtu (14/3/2026).

Ia menambahkan, bahwa koordinasi dengan berbagai pihak menjadi kunci penting dalam menjaga keberlangsungan pembangunan tanpa mengabaikan aspek keselamatan kelistrikan.

“Dengan komunikasi yang baik antara PLN dan kontraktor, solusi teknis dapat ditemukan secara cepat dan tepat. Hal ini memastikan pekerjaan konstruksi tetap berjalan, sementara keandalan sistem transmisi juga tetap terjaga,” tambahnya.

3. Jaga keandalan pasokan listrik bagi masyarakat

pln, pln salatiga, transmisi pln, petugas pln
PLN Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Salatiga menggencarkan sosialisasi dan edukasi terkait jarak aman pada jaringan listrik kepada masyarakat, khususnya yang tengah melaksanakan pembangunan konstruksi. (dok. PLN UPT Salatiga)

Sementara itu, General Manager PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Tengah (UIT JBT), Handy Wihartady menegaskan, pihaknya terus mengedepankan kepemimpinan yang proaktif dalam menjaga keandalan infrastruktur kelistrikan sekaligus mendukung pembangunan di berbagai daerah.

“PLN memiliki tanggung jawab untuk memastikan sistem transmisi tetap beroperasi secara andal dan aman. Di sisi lain, ksami juga mendukung berbagai program pembangunan yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Maka itu, pendekatan kolaboratif dan solusi berbasis keselamatan menjadi prinsip utama kami dalam setiap pengelolaan ruang di sekitar jaringan listrik,” ujarnya.

Menurutnya, kepemimpinan dalam pengelolaan sistem kelistrikan tidak hanya berfokus pada operasional jaringan, tetapi juga pada kemampuan membangun sinergi dengan berbagai pihak.

“Kami mendorong seluruh unit untuk selalu mengedepankan komunikasi, kolaborasi, dan pengambilan keputusan berbasis keselamatan. Dengan demikian, pembangunan dapat berjalan selaras dengan upaya menjaga keandalan pasokan listrik bagi masyarakat,” imbuhnya.

Melalui koordinasi pengamanan ROW ini, PLN UIT JBT menegaskan komitmennya untuk terus menjaga keselamatan dan keandalan sistem transmisi, sekaligus memastikan bahwa setiap aktivitas pembangunan di sekitar jaringan listrik tetap memenuhi standar teknis dan regulasi yang berlaku.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Bandot Arywono
EditorBandot Arywono
Follow Us

Latest News Jawa Tengah

See More