Konsep Store+ Desainer Asal Solo, Raih Penghargaan di Australia

Kenalkan konsep kabinet sesuai selera.

Solo, IDN Times - Desainer interior asal Kota Solo, Jawa Tengah, Lorca Langit Biru (29) berhasil meraih penghargaan di ajang Good Design Award 2020 di Australia.

Good Design Award merupakan kompetisi tertua dan prestisius di dunia yang sudah digelar sejak 1958. Kompetisi ini mengadu kreatifitas desainer interior dari berbagai negara untuk membuat desain produk interior yang inovatif.

Gelaran Good Design Award merupakan puncak penghargaan bagi para desainer interior yang diakui oleh World Design Organization (WDO).

Baca Juga: 5 Desainer Perwakilan IFC Ikutserta dalam Global Talents Digital 2020

1. Kenalkan konsep Store +

Konsep Store+ Desainer Asal Solo, Raih Penghargaan di AustraliaSalah satu konsep Store + karya Lorca Langit Biru. Foto/Istimewa

Dalam kompetisi tersebut, Lorca memilih mengusung konsep Store+. Store + sebuah inovasi yang memungkinkan pelanggan untuk membuat desain sesuai dengan keinginan dan kebutuhan.

Ide Store + sendiri berasal dari hasil pengamatannya selama berada di Australia. Ia melihat banyak perabot yang dijual di pasaran kurang memenuhi kebutuhan pelanggan. Misalnya, ada perabot yang secara desain diminati pelanggan, tapi ukurannya tidak pas dengan luasan ruangan di rumahnya, atau sebaliknya, ukurannya pas tapi tidak cocok secara desain.

Dari pengamatan dan riset pasar tersebut, Lorca membuat desain dengan sasaran pasar Australia. Namun tidak menutup kemungkinan, produk ini cocok diaplikasikan untuk hunian di Indonesia dan negara-negara lain, karena desainnya sangat fleksibel.

Produk Store+ menyediakan 18 variasi komponen yang sudah diperhitungkan secara matang ukuran dan proporsinya sehingga bisa dengan leluasa dipadu-padankan sendiri oleh pelanggan.

"Saya sangat senang dan bangga bisa meraih penghargaan ini, karena kompetisi ini diikuti banyak desainer interior dari berbagai negara, dan desain saya bisa meraih penghargaan di salah satu kategorinya, saya sangat bersyukur," jelasnya saat ditemui di rumahnya, Jalan Srikoyo Nomor 44, Kelurahan Karangasem, Kecamatan Laweyan, Solo, Jawa Tengah, Selasa (8/9/20).

2. Terinspirasi dari mainan Lego

Konsep Store+ Desainer Asal Solo, Raih Penghargaan di AustraliaSalah satu konsep Store + karya Lorca Langit Biru. IDNTimes/Larasati Rey

Lorca menjelaskan jika inspirasi membuat konsep Store + sendiri terinspirasi dari mainan Lego. Dimana setiap orang bisa dengan sesuka hati merangkai blok demi blok dan membuat bentuk mainan sesuai keinginannya. Dengan model desain minimalis, Store+ sangat mudah dimodifikasi dan diaplikasikan dalam berbagai konsep interior rumah.

Menurut Lorca, dengan konsep tersebut pelanggan bisa menghemat biaya konsultasi dengan Interior Designer. "Kalau untuk pasar Australia, biasanya pelanggan kita kenakan biaya konsultasi dengan Interior Designer dan biaya konsultasi ini tidak murah. Kalau mereka bisa menata sendiri kan bisa lebih menghemat biaya konsultasi ini," katanya.

Konsep Store+ ini juga sudah mulai diaplikasikan dalam beberapa proyek desain interior yang ia garap di Indonesia. Ia mulai mengkombinasikan konsep Store+ dengan sentuhan retro, dan tradisional.

3. Jadi orang pertama Indonesia yang mendirikan firma desain interior di Australia

Konsep Store+ Desainer Asal Solo, Raih Penghargaan di AustraliaSalah satu konsep Store + karya Lorca Langit Biru yang diaplikasikan menjadi lemari dan meja di tempat tidur. IDNTimes/Larasati Rey

Lorca merintis pendirian firma Discover LLB di Perth, Australia, tahun 2008 pada usia 17. Saat itu, Lorca masih kuliah program studi Produk dan Furniture Desain di Curtin University. Pada 2014, dia kemudian secara resmi mendaftarkan Discover LLB sebagai firma desain ke otoritas setempat.

Ia kemudian memulai usaha bidang Interior Design di Australia dan menjadi orang Indonesia pertama yang membuka Firma Interior Design di Australia pada tahun 2014.

Pada awalnya, ia mengusung merk usaha Discover LLB, yang merupakan singkatan dari namanya. Firma tersebut kemudian melakukan rebranding pada tahun 2018 lalu dan berganti nama menjadi Tallok. Nama ini ia ambil dari buah kesukaannya pada masa kecil, Talok atau Kersen.

Baca Juga: Anggaran COVID-19 Pemkot Solo Menipis Sementara Kasus Corona Melonjak

Topik:

  • Bandot Arywono

Berita Terkini Lainnya