Pedagang Kantin Cuma Dapat 1 Tabung Elpiji 3 Kg Per Minggu: Masaknya Diirit-irit

- Ambar, pedagang makanan di Semarang, kesulitan pasokan gas elpiji 3 kg yang membuatnya khawatir dan terganggu dalam memasak.
- Pasokan gas seret sudah berlangsung selama dua minggu, membuat Ambar harus menantikan kiriman dengan harga yang dikurangi oleh agen.
- Pedagang lain di Semarang juga mengeluhkan kondisi serupa, sementara Kepala Dinas ESDM Jateng mengakui adanya pengetatan pasokan karena aturan baru per 1 Februari 2025.
Semarang, IDN Times - Hari-hari Ambar belakangan diliputi kecemasan. Perasannya campur aduk. Musababnya pasokan gas elpiji 3 kilogram yang tadinya lancar jaya, kini tiba-tiba seret.
Sebagai pedagang makanan di kantin kantor Gubernur Jawa Tengah, Ambar memang benar-benar menggantungkan perputaran cuan dari elpiji 3 kilogram.
Dari memasak menggunakan gas melon itulah ia bisa menyajikan aneka menu yang dijajakan saban hari.
Mulai nasi sop sayur, nasi telur, ramesan, mi rebus, mi goreng hingga gudeg kerap disajikan Ambar di kantinnya.
Masakan yang dijual Ambar kerap dinikmati para pegawai bahkan menjadi tempat ampiran bagi para wartawan.
"Ya biasanya setiap hari kan saya pakainya empat tabung gas yang ukuran 3 kilo. Karena empat kompor semuanya dipakai. Cuman sekarang ini seminggu paling dikirimi sama pangkalan itu satu tabung thok," kata perempuan berjilbab itu kepada IDN Times, Selasa (4/2/2025).
Buat masak musti diirit-irit

Pasokan gas yang seret sudah dialami Ambar sedari dua minggu lamanya.
Alhasil perasannya jadi tak karuan. Hatinya sering deg-degan karena mesti menantikan kiriman elpiji 3 kilogram dari pangkalan.
"Ya pastinya terganggu banget mas. Kalau buat masak aja sekarang musti diirit-irit. Lha wong satu tabung buat masak banyak sayur kan ndak cukup. Yawes pokoke piye carane semua masakan pagi bisa mateng semua," keluhnya.
Pasokan elpiji 3 kilogram dibatasi agen

Ambar berkata per tabung yang ia beli dari pangkalan dipatok harga Rp18 ribu. Namun baru-baru ini ia dapat informasi dari pangkalan jika pasokan elpiji 3 kilogram dibatasi oleh agen.
"Bilangnya barangnya dikurangi," akunya.
Bumbu kadung diracik, gasnya malah habis

Pedagang warung makan lainnya di Jalan Boom Lama, Kelurahan Kuningan,Kecamatan Semarang Utara, Sunarsih juga mengeluhkan kondisi serupa. Justru di warungnya sudah berhari-hari tidak dapat kiriman elpiji 3 kilogram lagi dari warung kelontong langgananya.
"Gak dapet barangnya. Semuanya serba susah, Mas. Ini aja gasnya habis semua. Lha saya kadung racik bumbu ini mau dimasak jadi gak bisa," katanya.
ESDM Jateng: Memang ada pengetatan

Terpisah, Kepala Dinas ESDM Jateng Boedyo Dharmawan kepada IDN Times mengakui bahwa sejak ada aturan baru per 1 Februari 2025 kemarin membuat pasokan elpiji 3 kilogram dibatasi.
"Memang ada pengetatan karena regulasi ini mengatur tentang sektor UMKM dan usaha kecil," ujarnya.
Hanya saja Boedyo berkata ketersediaan elpiji 3 kilogram dengan kebutuhan energi di tingkat masyarakat selama ini cenderung timpang. "Tapi tidak sebanding dengan kebutuhan energi yang dikonsumsi masyarakat Jawa Tengah. Termasuk Semarang," tutur Boedyo.


















