Comscore Tracker

Bersepeda Ontel Dari Lahat ke Raja Ampat, Edi Bagi 2.000 Buku di Papua

Sempat dibegal dan diteriaki gila

Kudus, IDN Times - Edi Ismunir (54) seorang pria berasal dari Desa Purworaja Kecamatan Kikim Timur Kabupaten Lahat Sumatera Selatan nekat menuju ke Kabupaten Raja Ampat Provinsi Papua Barat.

Dengan menggunakan sepeda ontel lelaki paruh baya ini melakukan perjalan ribuan kilo meter dari Lahat demi bisa sampai ke Raja Ampat. Tujuannya bersepeda itu untuk membuka ruang buku bagi anak di Indonesia Timur. Edi mengaku sempat membagikan sebanyak 2.500 buku kepada anak-anak di Raja Ampat.

 

Baca Juga: Siswa SMP di Solo Peringati Hari Guru, Sungkeman Sambil Jalan Jongkok

1. Sempatkan mampir di Kudus

Bersepeda Ontel Dari Lahat ke Raja Ampat, Edi Bagi 2.000 Buku di PapuaIDN Times/Aji

Kini bapak tiga anak kembali ke Sumatera Selatan, setelah berbulan-bulan bersepeda ke Papua Barat. Di perjalanan pulangnya, ia menyempatkan mampir di Menara Sunan Kudus, Senin (25/11).

Pada kesempatan itulah, ia kemudian menceritakan perjalanannya menuju ke Raja Ampat di Papua Barat. Ia mengaku perjalanan tersebut dalam rangka untuk membuka ruang baca buku bagi anak-anak di Indonesia Timur.

“Ini tidak lepas karena, di daerah sana kurang sekali tenaga pendidik dan fasilitas untuk pendidikan masih rasa kurang sekali,” kata dia.

2. Sempat dibegal hingga diteriaki orang gila

Bersepeda Ontel Dari Lahat ke Raja Ampat, Edi Bagi 2.000 Buku di PapuaHukum dan Kriminal

Ketika dalam perjalananya menuju Raja Ampat dari Lahat pada bulan Juli 2019 lalu. Berbagai kisah tak mengenakkan dialami oleh Edi selama di perjalanan. Edi mengaku menjadi korban pembegalan. Ada empat orang yang menodong membawa pisau. Akhirnya uang dari anggota komunitas ontel sebesar Rp 500 ribu diberikan kepada penodong tersebut.

Tidak sampai di situ saja, ia juga sempat diusir oleh petugas SPBU di perbatasan Gresik dan Surabaya. Bahkan ketika di Lamangan, ia sempat diteriaki oleh anak-anak sebagai orang gila.

“Ya karena kekurangan dana operasional sering puasa. Sakit pun gak bisa berobat. Masalah sepeda hal biasa dan wajar. Sebelumnya sudah menyiapkan suku cadang Insya Allah cukup sampai ke Lahat nanti ini,” katanya.

3. Senang dapat membantu membagikan buku bagi anak-anak di Indonesia timur

Bersepeda Ontel Dari Lahat ke Raja Ampat, Edi Bagi 2.000 Buku di PapuaPexels.com/vincenzo malagoli

Meskipun begitu, ia mengaku senang. Karena dapat membantu anak-anak yang ada Raja Ampat Papua Barat,terlebih, kata dia banyak anak-anak yang merespon baik apa yang dilakukannya tersebut. Bukan hanya itu saja, pemerintah daerah juga memberikan apresiasi kepada dirinya.  

“Respon bagusnya. Pemerintah juga bagus, kepala suku kepala adat. Pemerintah kecamatan merespon bagus,” ungkapnya.

Pada perjalanannya kali ini Edi mengaku membagikan sebanyak 2.000 lebih buku secara cuma – Cuma kepada anak-anak di Papua Barat. Hal itu pun, merupakan sumbangan pribadi dari dirinya untuk kepentingan masyarakat di Indonesia. Terutama anak-anak di Indonesia bagian timur yang masih kurang terhadap pendidikan.

“Cuma saya berjuang berusaha semampu, semaksimal mungkin. Saya sumbangkan untuk kepentingan masyarakat di Indonesia,” terangnya.

4. Gerakan kembali mencintai buku

Bersepeda Ontel Dari Lahat ke Raja Ampat, Edi Bagi 2.000 Buku di Papuaunsplash.com/Daria Nepriakhina

Untuk itu, ia berpesan kepada anak-anak di Indonesia yang pendidikannya sudah tercukupi baik fasilitas dan lainnya. Ia berharap agar kembali mencintai buku. Bukan hanya keseringan bermain gadget.

“Untuk anak-anak yang sudah kecukupan tolong kurangi main HP. Jangan membuat paguyuban HP miring. Karena fatal bagi keluarga dan bangsa untuk generasi yang akan datang,” tandasnya.  

Baca Juga: Guru Honorer Curhat Susah Jadi PNS ke Ganjar, Malah Dapat Sepeda Motor

Topic:

  • Bandot Arywono

Berita Terkini Lainnya