TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Semarang Banjir, Hendi: Kapasitas Pompa Tak Mampu Kendalikan Air Hujan

Ada 29 titik banjir dan 27 tanah longsor

Karyawan membantu sejumlah penumpang menembus banjir untuk keluar dari Stasiun Tawang yang terendam banjir di Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (6/2/2021). Akibat banjir setinggi hingga 70 cm tersebut, PT KAI (Persero) DAOP 4 Semarang mengalihkan sejumlah rute perjalanan kereta api (ANTARA FOTO/Aji Styawan)

Semarang, IDN Times - Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengatakan bahwa banjir di Kota Semarang sejak Jumat (5/2/2021) lalu karena kapasitas pompa sudah tidak mampu menangani limpahan air hujan yang cukup deras. Dari kejadian tersebut tercatat ada 29 titik banjir di Ibu Kota Jawa Tengah. 

Baca Juga: 995 Gardu Listrik di Semarang Terdampak Banjir, PLN Lakukan Pemulihan

1. Kapasitas pompa untuk penanganan banjir perlu ditingkatkan

Banjir di jalur Semarang-Kendal Jalan Raya Mangkang. (Dok. laporan warga MIK Semar)

‘’Dari kejadian itu kami mengevaluasi bahwa kapasitas pompa yang ada di Semarang harus ditingkatkan. Sebab, kapasitas sekarang mungkin bisa mengatasi curah hujan pada tahun 2013. Namun, dengan perkembangan iklim yang luar biasa ini, kapasitas pompa harus ditambah. Sehingga, mampu membuang air hujan secara cepat di area perkotaan,’’ ungkapnya dalam rekaman resmi, Senin (8/2/2021).

Kemudian, pria yang akrab disapa Hendi itu juga menuturkan, evaluasi lain dari banjir yang melanda Semarang, yaitu pihaknya akan merehabilitasi drainase yang dinilai sudah tidak mampu menampung air dengan curah hujan ekstrem.

‘’Selain itu, yang menjadi program prioritas ke depan adalah normalisasi sungai dan pembangunan tanggul laut yang dibangun pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR. Mudah-mudahan tahun ini dapat dimulai dari Demak, menyambung ke Semarang hingga Kendal. Sehingga dapat mengatasi masalah banjir dan rob di Kota Semarang,’’ jelasnya.

2. 29 titik lokasi di 8 kecamatan terdampak banjir

Gardu distribusi listrik milik PLN hampir terendam banjir di Semarang. Dok. PLN UID Jateng dan DIY.

Sementara itu, curah hujan ekstrem telah membuat Kota Semarang terendam banjir. Sejak Jumat (5/2/2021) hingga sekarang, 8 kecamatan yang terdampak hujan ekstrem, 2 kecamatan diguyur hujan sangat lebat, dan 6 kecamatan terimbas hujan lebat. 

Hendi menyampaikan, total dari 8 kecamatan yang diguyur hujan dengan intensitas ekstrem ada 29 titik lokasi terdampak banjir. ‘’Sebenarnya di daerah itu sudah selesai persoalan banjirnya sejak tahun 2013,’’ tuturnya. 

Kemudian, tanah longsor juga terjadi di 27 lokasi dan menelan 2 korban warga meninggal tertimbun longsoran. Sedangkan, ada 2 orang meninggal karena tersengat aliran listrik saat banjir. 

3. Warga terdampak mengungsi di mushola, rumah saudara, dan hotel

Karyawan menyelamatkan sejumlah barang dari kantor yang terendam banjir di Stasiun Tawang, Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (6/2/2021). Akibat banjir setinggi hingga 70 cm tersebut, PT KAI (Persero) DAOP 4 Semarang mengalihkan sejumlah rute perjalanan kereta api (ANTARA FOTO/Aji Styawan)

Adapun, daerah yang terendam banjir antara lain di Kecamatan Genuk, Pedurungan, Gayamsari, Semarang Utara, dan Semarang Barat. ‘’Kami mencatat banjir merendam wilayah Genuk, Kaligawe, Genuksari, Muktiharjo Lor, Tlogosari Kulon, Muktiharjo Kidul, Dempel, Puri Anjasmoro dan lainnya. Ketinggian air mulai dari 30 centimeter hingga tertinggi 80 sentimeter di daerah Kaligawe,’’ katanya.

Sebagian warga terdampak banjir sudah dievakuasi dan mengungsi di rumah saudara dan menginap di hotel. Sedangkan, sebagian warga lainnya seperti di Genuk mengungsi di mushola atau balai RT.

Terpisah, Sekretaris BPBD Kota Semarang, Winarso mengatakan, per hari Senin (8/2/2021), daerah yang masih terendam banjir ada di Kecamatan Genuk meliputi wilayah Muktihardjo Lor, Gebangsari, Genuksari, Trimulyo. Kecamatan Semarang Utara meliputi wilayah Panggung Lor dan Panggung Kidul. Lalu, Kecamatan Gayamsari meliputi wilayah Sawah Besar, Kaligawe, dan Tambak Rejo.

Baca Juga: Perjalanan 3 KA dari Semarang Tersendat Efek Emplasemen Kena Banjir

Berita Terkini Lainnya