TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Waspada, Kasus COVID-19 Semarang Diprediksi Meningkat Pasca Lebaran 

Tekan lonjakan kasus Dinkes Semarang percepat vaksin booster

ilustrasi seorang pasien (ANTARA FOTO/REUTERS/Marko Djurica)

Semarang, IDN Times - Dinas Kesehatan Kota Semarang memprediksi lonjakan kasus positif COVID-19 akan terjadi pasca libur Lebaran. Sebab, pada momen tersebut aktivitas masyarakat meningkat.

Baca Juga: Jelang Ramadan, 70 Persen Warga Semarang Belum Vaksin COVID-19 Booster

1. Aktivitas masyarakat meningkat picu lonjakan kasus COVID-19

Petugas Satpol PP membubarkan aktivitas pedagang kaki lima dalam rangka pembatasan mobilitas warga guna menekan penyebaran COVID-19 di kawasan Bulungan, Jakarta, Senin (21/6/2021). ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Abdul Hakam mengatakan, pada bulan Mei hingga Juni nanti aktivitas masyarakat akan meningkat. Pihaknya memprediksi kasus aktif COVID-19 di angka 400-500 kasus. 

“Kami punya angka prediksi akhir Mei–Juni nanti atau satu bulan setelah libur Idul Fitri ada kenaikan kasus. Ini harus dicegah supaya angka terkonfirmasi bisa dikendalikan, termasuk angka kematian,” ungkapnya saat dikonfirmasi, Selasa (12/4/2022).

Dinkes memprediksi kasus baru harian hingga Desember 2022. Dari hitungan tersebut rata-rata kasus harian di angka nol sampai 24 kasus. 

2. Serapan vaksin booster masih rendah

ilustrasi vaksin COVID-19 (IDN Times/Aditya Pratama)

‘’Saat ini kami terus upayakan pencegahan lonjakan kasus baru. Caranya dengan terus melakukan edukasi pentingnya protokol kesehatan ke masyarakat. Bahkan, petugas dari puskesmas masih terus memberikan edukasi dan menghitung tingkat penerapan protokol kesehatan di masing masing kelurahan,’’ jelas Hakam.

Selain itu, Pemkot Semarang juga terus melakukan percepatan vaksinasi. Saat ini tercatat capaian vaksinasi sudah tergolong tinggi, yakni di angka 125,46 persen untuk dosis pertama dan 114,63 persen di dosis kedua dari total sasaran 1.305.077 jiwa. Sedangkan, serapan vaksin dosis ketiga masih rendah, yakni di angka 40,80 persen persen dari sasaran yang ada. 

" Semakin banyak yang melakukan vaksinasi booster harapannya ketika ada gelombang kasus COVID-19 naik di Mei nanti bisa kami antisipasi jauh lebih bagus. Semakin ke sini, masih banyak yang terpapar tapi mortality rate bisa kami tekan karena masyarakat sudah vaksin. Semoga sehat. Seandainya terpapar, diharapkan tidak ada gejala atau gejala ringan,” imbuhnya.

Baca Juga: Lebaran Boleh Mudik, Semarang Tetap Siapkan Tempat Karantina COVID-19 

Berita Terkini Lainnya