TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Persis Solo Vs PSIM Yogya Suporter Ricuh, Gibran: Belum Siap ke Liga 1

"Mentalnya belum siap kalah."

Walikota Solo, Gibran Rakabuming. IDNTimes/Larasati Rey

Surakarta, IDN Times - Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka menyayangkan kericuhan yang terjadi seusai pertandingan Liga 2 antara Persis Solo melawan PSIM Yogyakarta, di Stadion Manahan pada Senin (15/11/21). Saat kejadian, ratusan suporter Persis Solo yang berkumpul di depan pintu keluar Gelora Manahan terpaksa harus dihalau dengan gas air mata oleh aparat keamanan.

Baca Juga: Profil Gibran Rakabuming Raka, Putra Jokowi Jadi Wali Kota Solo

1. Kericuhan bermula dari kekalahan Persis Solo

Instagram @visitsurakarta

Kericuhan bermula saat ratusan suporter yang berjuluk Laskar Mataram berkumpul di depan pintu keluar Gelora Manahan. Mereka berkumpul lantaran tim jagoannya Persis Solo kalah melawan PSIM Yogyakarta dengan skor 0-1.

Akibatnya, para pemain dan official tertahan selama satu jam untuk keluar stadion. Mereka bahkan harus dievakuasi menggunakan kendaraan rantis milik Polresta Surakarta.

2. Gibran sesalkan kerusuhan antarsuporter

Pemain PSM Makassar, Aldo Barreto (kanan) berusaha melewati pemain PSIM Yogyakarta saat bertanding dalam lanjutan putaran kedua Liga Indonesia 2007 di Stadion Mattoanging Makassar, Minggu (2/12/2007). Tuan rumah PSM Makassar berhasil memetik poin penuh setelah mengalahkan tamunya PSIM Yogyakarta dengan skor 2-0 (0-0). (ANTARA FOTO/Yusran Uccang)

Gibran mengaku menyayangkan aksi para suporter tersebut. Ia meminta agar para pendukung Persis Solo tidak melakukan hal yang sama pada laga-laga berikutnya di Stadion Manahan.

Gibran minta meminta suporter untuk bisa menerima hasil pertandingan, saat menang maupun kalah.

“Kita ini kan tuan rumah. Tuan rumah Liga 1, Liga 2. Banyak tamu yang ke Solo. Kalau mentalnya belum siap kalah ya belum siap ke Liga 1,” tandasnya.

Baca Juga: Derby Mataram, Persis Solo Incar Poin Penuh Lawan PSIM di Liga 2 2021 

Berita Terkini Lainnya