TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Isolasi Mandiri, Warga Purbalingga Meninggal, Kritis di Teras Rumah

Tak tertolong saat petugas medis datang

Pasien yang menjalani isolasi mandiri di Kelurahan Wirasana, Purbalingga terbaring di teras rumah (Dokumentasi Warga Wirasana)

Purbalingga, IDN Times - Seorang warga Kelurahan Wirasana RT 02 RW 04, Kecamatan Purbalingga meninggal dunia saat isolasi mandiri, Kamis (8/7/2021). Ia meninggal di rumah lantaran rumah sakit rujukan COVID-19 sudah penuh, bahkan mengantre.

Baca Juga: 7 Pengusaha Pelanggar PPKM Darurat Diadili di Purbalingga, Kena Denda

1. Kondisi kritis tapi rumah sakit penuh

Pasien yang tengah menjalani isolasi mandiri di teras rumah Kelurahan Wirasana, Purbalingga mulai kritis dan dibawa ke rumah sakit, Kamis (8/7/2021) (Dokumentasi Warga Wirasana)

Padmiarsih (65) meninggal dunia setelah pada Kamis (8/7/2021) pagi sempat kritis. Ia tengah menjalani isolasi mandiri selama kurang lebih sepekan.

Ia tidak mendapatkan pertolongan lantaran tidak memiliki akses ke rumah sakit setempat yang kondisinya juga penuh. Padmiarsih lalu dimakamkan di TPU setempat dengan protokol COVID-19.

Di rumah yang sama, rupanya masih ada Sapridiyati (61), adik Padmiarsih, yang juga terpapar COVID-19. Kondisinya juga mulai kritis namun belum mendapat perawatan karena belum ada tempat tidur ICU kosong.

Seorang warga setempat mengubungi Ketua DPRD Purbalingga, Bambang Irawan. Ia kemudian turun ke lokasi. Setelah melihat kondisi pasien, Bambang kemudian menghubungi Plt RSUD Goeteng Taroenadibrata yang juga Kepala Dinas Kesehatan Purbalingga, Hanung Wikantono.

"Kondisinya sudah lemah karena hanya berdua di rumah. Yang memprihatinkan beliau berbaring ada di teras. Padmiarsih saat kami datang sudah tidak tertolong," kata Bambang.

Setelah beberapa saat, mobil ambulans datang menjemput Sapridiyati. Namun karena dua tenaga kesehatan tak sanggup mengangkat, Bambang ikut membantu mengangkat pasien setelah berpakaian hazmat lengkap.

2. IGD RSUD Goeteng sempat ditutup karena overload

Ketua DPRD Purbalingga mengenakan pakaian hazmat sebelum mengevakuasi pasien yang tengah menjalani isolasi mandiri di Kelurahan Wirasana, Purbalingga, Kamis (8/7/2021) (Dokumentasi Warga Wirasana)

Sebelumnya, pada Selasa (6/7/2021) IGD RSUD Goeteng Taroenadibrata sempat ditutup karena overload. Namun pada pukul 21.30 WIB IGD kembali dibuka.

“Alasannya IGD kapasitasnya sudah overload, BOR (bed occupancy rate) 100 persen full. Dokternya sudah pada kelelahan, ada yang positif juga,” kata Kepala Dinas Kesehatan Purbalingga, Hanung Wikantono, Selasa (6/7/2021).

Setelah ada pasien yang membaik, mereka kemudian dipindah ke pusat karantina di Eks SMP 3 Purbalingga atau isolasi mandiri di rumah. Pasien kritis yang telah mengantre kemudian masuk IGD.

3. Bupati imbau warga 3 hari berakhir pekan di rumah

Evakuasi pasien COVID-19 di Kelurahan Wirasana, Purbalingga, Kamis (8/7/2021) (Dokumentasi Warga Wirasana)

Pergerakan kasus COVID-19 di Purbalingga dalam beberapa minggu terakhir menunjukkan peningkatan signifikan. Terlebih dari evaluasi di tingkat nasional, Kabupaten Purbalingga menduduki peringkat kedua pelanggaran PPKM Darurat tertinggi di Jawa Tengah.

“Saat ini Purbalingga lagi tidak baik-baik saja,” kata Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi saat rapat terbatas di ruang rapat bupati, Kamis (8/7/2021).

Dari data perkembangan kasus COVID-19 di Purbalingga per Rabu, 7 Juli 2021, sebanyak 2.063 warga Purbalingga tengah menjalani isolasi mandiri di rumah.

Selain itu, ada 211 orang positif COVID-19 harus menjalani perawatan di rumah sakit. Sementara yang suspek menjalani perawatan ada 377 orang dan angka kematian akibat virus corona di Purbalingga sudah tembus 409 orang.

Untuk mendukung penerapan PPKM Darurat, Bupati mengeluarkan Surat Edaran tentang Gerakan Purbalingga di Rumah Saja. Kebijakan tersebut diambil berkaca dari pengalaman penerapan Jateng di Rumah Saja beberapa waktu lalu, yang diklaim efektif menekan perkembangan kasus COVID-19.

“Kalau kita tidak ada langkah yang sistematis, tidak ada terobosan-terobosan yang signifikan, gak akan kasus COVID-19 di Purbalingga ini menurun,” kata Bupati Tiwi.

Baca Juga: Klaster Hajatan, 88 Orang di Wonosobo Kena COVID-19, BOR 80 Persen

Berita Terkini Lainnya