Ilustrasi warga membeli air bersih karena kekeringan. (IDN Times/Asrhawi Muin)
Dikatakannya dampak musim kemarau tahun ini, tidak separah pada tahun sebelumnya yang juga dipengaruhi el nino, ini menurutnya terlihat dari permintaan bantuan air bersih kepada BPBD tidak sebanyak pada tahun sebelumnya. Hingga 20 Agustus ini, Suratno menyebutkan ada tiga desa tambahan siaga kekeringan yakni Kalimati Kecamatan Juwangi, Guwo, Wonosegoro, dan Sangup, Tamansari.
Menurutnya telah dilakukan beberapa kali rapat koordinasi untuk persiapan menghadapi siaga darurat bencana kekeringan dengan seluruh stake holder, baik dunia usaha, media, komunitas, perusahaan swasta nasional, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yang selama ini bergandengan tangan dengan Pemkab Boyolali.
"Untuk melakukan fasilitasi dan pemenuhan kebutuhan dasar air bersih bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan," katanya.