Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

18 Wilayah Jateng yang Aktif Turunkan Kemiskinan, Digelontor Rp101,6 M

18 Wilayah Jateng yang Aktif Turunkan Kemiskinan, Digelontor Rp101,6 M
Ilustrasi permukiman kumuh (ANTARA FOTO/Galih Pradipta)
Share Article

Semarang, IDN Times - Tak kurang 18 kabupaten/kota wilayah Jawa Tengah mendapat kucuran alokasi anggaran mencapai 101,6 miliar lantaran berperan aktif menekan angka kemiskinan sampai pertengahan tahun ini. 

1. Dianggap bisa turunkan angka kemiskinan jadi 0,89 persen

Sekda Jateng Sumarno bersalaman dengan Kepala Bappeda Jateng Harso Susilo. (IDN Times/Dok Humas Pemprov Jateng)
Sekda Jateng Sumarno bersalaman dengan Kepala Bappeda Jateng Harso Susilo. (IDN Times/Dok Humas Pemprov Jateng)

Sekda Jateng, Sumarno menyebutkan belasan kabupaten/kota tersebut mampu berperan menurunkan kemiskinan dari angka 1 persen, menjadi 0,89 persen. 

"Angka kemiskinan ekstrem di Jateng alhamdulillah mengalami penurunan menjadi di bawah 1 persen, yakni 0,89 persen. Dan kita diapresiasi oleh pemerintah pusat mendapatkan dana insentif fiskal," tutur Sumarno, dalam keterangan yang diterima IDN Times, Selasa (1/10/2024). 

2. Diminta maksimalkan penggunaan dana fiskal

Sekda Jateng Sumarno memberi pengarahan kepada para pejabat eselon kabupaten/kota. (IDN Times/Dok Humas Pemprov Jateng)
Sekda Jateng Sumarno memberi pengarahan kepada para pejabat eselon kabupaten/kota. (IDN Times/Dok Humas Pemprov Jateng)

Saat membuka Rapat Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan di Aula Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jateng, Senin (30/9/2024), Sumarno berharap, pemerintah kabupaten/kota tersebut dapat mengoptimalkan dana bantuan untuk program-program penanggulangan kemiskinan. 

Lebih lanjut, ia pun mengutarakan bahwa adanya alokasi dana Rp101,6 miliar sebagai bentuk apresiasi pemerintah provinsi atas andil 18 pemkab dan pemkot dalam mengurangi dampak kemiskinan di tiap daerah. 

"Ini bentuk apresiasi pemerintah pusat yang tujuannya untuk mengakselerasi penurunan angka kemiskinan di daerah-daerah yang mendapatkan insentif fiskal," ujar Sumarno. 

3. Daftar 18 kabupaten/kota yang turunkan kemiskinan

Sekda Jateng Sumarno tatkala mengadakan rakor penguatan sistem pengurangan kemiskinan. (IDN Times/Dok Humas Pemprov Jateng)
Sekda Jateng Sumarno tatkala mengadakan rakor penguatan sistem pengurangan kemiskinan. (IDN Times/Dok Humas Pemprov Jateng)

Untuk 18 kabupaten/kota penerima dana insentif fiskal kategori kinerja penghapusan kemiskinan ekstrem antara lain:

  1. Kabupaten Magelang,
  2. Kabupaten Blora,
  3. Kabupaten Brebes,
  4. Kabupaten Cilacap,
  5. Kabupaten Grobogan,
  6. Kabupaten Jepara,
  7. Kabupaten Karanganyar,
  8. Kabupaten Kudus,
  9. Kabupaten Pati,
  10. Kabupaten Pemalang,
  11. Kabupaten Sukoharjo,
  12. Kabupaten Temanggung,
  13. Kabupaten Wonosobo,
  14. Kabupaten Wonogiri,
  15. Kabupaten Semarang,
  16. Kota Pekalongan,
  17. Kota Tegal,
  18. Kota Salatiga.

4. Pemkab diminta libatkan Baznas

Nampak nilai total beasiswa baznas yang telah diserahkan secara simbolis, Kamis (18/7/2024).(IDN Times/Cokie Sutrisno)
Nampak nilai total beasiswa baznas yang telah diserahkan secara simbolis, Kamis (18/7/2024).(IDN Times/Cokie Sutrisno)

Sumarno juga mendorong seluruh pemangku kepentingan semakin meningkatkan penguatan strategi penanggulangan kemiskinan.

Cara yang bisa ditempuh, katanya mulai dari konvergensi program, perbaikan data pensasaran, kualitas implementasi program, dan mendorong tumbuhnya pemberdayaan masyarakat. 

Lalu berkaitan dengan program Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), tanggung jawab sosial perusahaan swasta maupun pemerintah, serta stakeholder terkait lain.

5. Penerima dana fiskal lebih banyak tahun ini

Menteri Keuangan, Sri Mulyani dalam Seminar Internasional Desentralisasi Fiskal (IDN Times/Triyan).
Menteri Keuangan, Sri Mulyani dalam Seminar Internasional Desentralisasi Fiskal (IDN Times/Triyan).

Terpisah, Kepala Bappeda Jateng, Harso Susilo mengkau ingin jumlah penerima dana insentif fiskal tahun 2024 lebih banyak ketimbang tahun kemarin yang cuma diperuntukkan 10 kabupaten/kota.

"Kondisi ini menjadi tanggung jawab kita semua untuk menurunkan angka kemiskinan secara kolaboratif dan terpadu, termasuk kemiskinan ekstrem menuju 0 persen di sisa waktu 2024," kata Harso.

Share Article
Topics
Editorial Team
Fariz Fardianto
Bandot Arywono
Fariz Fardianto
EditorFariz Fardianto

Latest News Jawa Tengah

See More

Pengumuman TKA 2026, Ini Cara Membaca Nilai SD, SMP, SMA dan SMK

26 Mei 2026, 07:39 WIBNews