Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
288.219 Orang Nyanyi Mars MTQ Nasional Serentak, Pecahkan Rekor MURI
Sebanyak 288.219 orang serentak menyanyikan Mars Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI dalam pembukaan MTQ Nasional di Lapangan Pancasila Simpang Lima, Kota Semarang, Sabtu(12/9/2026). (dok. Pemkot Semarang)
  • Sebanyak 288.219 orang menyanyikan Mars MTQ Nasional XXXI serentak pada pembukaan di Semarang, memecahkan rekor MURI; 24.957 hadir langsung dan 263.262 mengikuti daring.
  • Kegiatan ini melibatkan 10.867 peserta lintas agama, termasuk ASN, santri, guru, serta perwakilan enam agama, sebagai bagian pembukaan MTQ Nasional XXXI.
  • MTQ Nasional XXXI berlangsung di Semarang pada 11–20 September 2026; kafilah dari berbagai provinsi mendapat pendamping, sementara warga diajak menjaga keramahan dan kebersamaan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di Semarang, 288.219 orang menyanyi Mars MTQ Nasional bersama-sama. Ada yang datang ke Lapangan Pancasila dan ada yang ikut dari sekolah lewat internet. Mereka membuat rekor MURI. Orang dari banyak agama juga ikut menyanyi. MTQ Nasional masih berlangsung sampai 20 September 2026, dan warga diminta menyambut tamu dengan ramah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Semarang, IDN Times - Sebanyak 288.219 orang serentak menyanyikan Mars Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI dalam pembukaan MTQ Nasional di Lapangan Pancasila Simpang Lima, Kota Semarang, Sabtu malam (12/9/2026).

Jumlah tersebut mengantarkan kegiatan Gema Mars MTQ Nasional XXXI tercatat sebagai rekor oleh Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI).

Dari total peserta, sebanyak 24.957 orang hadir langsung di Lapangan Pancasila Simpang Lima. Sementara 263.262 peserta lainnya mengikuti secara daring dari sekolah jenjang SD, SMP, SMA hingga SMK di seluruh Kota Semarang.

1. Gema Mars MTQ melibatkan warga lintas agama

Sebanyak 288.219 orang serentak menyanyikan Mars Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI dalam pembukaan MTQ Nasional di Lapangan Pancasila Simpang Lima, Kota Semarang, Sabtu(12/9/2026). (dok. Pemkot Semarang)

Kegiatan tersebut menjadi salah satu bagian dari pembukaan MTQ Nasional XXXI yang berlangsung di Kota Semarang. Gema Mars dilakukan secara serentak dengan menggabungkan peserta yang hadir langsung dan peserta dari berbagai sekolah melalui sambungan daring.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi turut mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menilai keterlibatan masyarakat dalam jumlah besar menunjukkan antusiasme warga terhadap pelaksanaan MTQ Nasional di Semarang.

Adapun, di antara puluhan ribu peserta yang hadir langsung, terdapat 10.867 warga lintas agama yang ikut menyanyikan Mars MTQ Nasional.

Mereka berasal dari berbagai unsur, mulai dari ASN, santri, guru hingga perwakilan komunitas agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha dan Konghucu.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti mengatakan, rekor tersebut tidak semata-mata berkaitan dengan jumlah peserta.

Menurutnya, keterlibatan masyarakat lintas agama menunjukkan bahwa MTQ dapat menjadi ruang perjumpaan dan memperkuat persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat.

“Rekor ini adalah simbol kebersamaan. Malam ini kita melihat bahwa MTQ milik seluruh masyarakat, sekaligus menjadi ruang bersama untuk merawat persaudaraan dan kebhinekaan,” katanya.

2. Penyambutan kafilah dari berbagai daerah

Pembukaan MTQ Nasional 2026 di Lapangan Pancasila Simpang Lima, Kota Semarang, Sabtu (12/9/2026). (dok. Pemkot Semarang)

Ia menyebut keberagaman peserta yang berkumpul dalam satu panggung menggambarkan karakter Kota Semarang sebagai kota yang terbuka dan ramah.

Agustina juga mengaitkan semangat tersebut dengan filosofi Warak Ngendog yang selama ini menjadi salah satu simbol persatuan masyarakat Kota Semarang.

Selain melibatkan masyarakat Kota Semarang, pembukaan MTQ Nasional XXXI juga menjadi momentum penyambutan para kafilah dari berbagai daerah di Indonesia.

Ayas Lukman Hakim, peserta dari Provinsi Banten, mengaku terkesan dengan penyambutan yang diberikan tuan rumah.

Menurutnya, setiap kafilah dan tamu undangan mendapatkan pendamping atau liaison officer (LO) selama mengikuti rangkaian kegiatan.

“Sambutannya sangat maksimal. Setiap kafilah dan tamu undangan diberikan pendamping atau Liaison Officer. Ini membuat kami merasa sangat dihargai dan merasakan MTQ ini benar-benar disiapkan untuk mensyiarkan silaturahmi,” ujarnya.

3. Ajak masyarakat pertahankan suasana kebersamaan

Kegiatan Gema Mars MTQ Nasional XXXI tercatat sebagai rekor oleh Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI). (dok. Pemkot Semarang)

MTQ Nasional XXXI berlangsung di Kota Semarang pada 11-20 September 2026. Rangkaian kegiatan melibatkan kafilah dari berbagai provinsi di Indonesia.

Agustina mengajak masyarakat mempertahankan suasana kebersamaan selama pelaksanaan MTQ Nasional.

Ia juga meminta warga Semarang memberikan sambutan yang ramah kepada para tamu dari berbagai daerah hingga seluruh rangkaian kegiatan berakhir.

“Mari kita jaga suasana kebersamaan ini. Kita sambut seluruh tamu dari berbagai daerah dengan keramahan, dan kita jaga Kota Semarang tetap nyaman bagi siapa saja yang datang,” pungkasnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article