5 Alasan Sejarah Mengapa Cokelat Menjadi Simbol Ikonik Hari Valentine

- Cokelat adalah simbol kasih sayang dan romantis yang merangsang pelepasan endorfin dalam otak, mirip dengan perasaan jatuh cinta.
- Cokelat dapat menjadi penghibur yang ampuh di hari Valentine karena dapat meningkatkan perasaan kesejahteraan dan mengurangi tingkat stres.
- Berbagi cokelat menciptakan momen kemesraan dan keintiman serta meningkatkan perasaan afeksi antara pasangan, menjadikannya pilihan hadiah universal yang disukai oleh banyak orang.
Hari Valentine dirayakan di seluruh dunia sebagai momentum untuk mengungkapkan kasih sayang. Di antara berbagai tradisi yang ada, pemberian cokelat merupakan simbol yang paling ikonik. Namun, mengapa penganan manis ini memiliki kaitan yang begitu erat dengan hari kasih sayang?
Artikel kali ini akan mengupas tuntas lima alasan mendasar yang menjadikan cokelat sebagai elemen tidak terpisahkan dari perayaan cinta tersebut.
1. Simbol kasih sayang dan romantis

Cokelat telah lama dianggap sebagai simbol kasih sayang dan romantis. Rasanya yang manis dan lezat menggambarkan rasa cinta yang manis dan mempesona. Dari cokelat bermotif hati hingga truf cokelat yang mewah, cokelat telah menjadi hadiah klasik untuk menyatakan perasaan romantis kepada orang yang dicintai.
Menurut penelitian dalam Appetite, cokelat dapat merangsang pelepasan endorfin dalam otak, yang menghasilkan perasaan senang dan bahagia, mirip dengan perasaan jatuh cinta. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika cokelat menjadi simbol utama dalam perayaan cinta.
2. Penghibur yang ampuh

Di tengah-tengah perayaan cinta, beberapa orang mungkin merasa kesepian atau sedih karena berbagai alasan. Inilah di mana cokelat datang sebagai penghibur yang ampuh. Rasa manisnya dapat mengangkat mood dan memberikan sedikit kebahagiaan di saat-saat sulit.
Menurut sebuah dalam Appetite, mengonsumsi cokelat dapat meningkatkan perasaan kesejahteraan dan mengurangi tingkat stres. Oleh karena itu, tidak heran jika banyak orang memilih cokelat sebagai teman setia mereka di hari valentine.
3. Simbol kemesraan dan keintiman

Berbagi cokelat dengan seseorang adalah cara yang indah untuk menciptakan momen kemesraan dan keintiman. Baik itu dengan memberikan kotak cokelat kepada pasangan atau berbagi potongan cokelat bersama, tindakan ini menciptakan ikatan yang lebih dalam antara dua orang.
Menurut penelitian dalam Psychological Reports, berbagi makanan, termasuk cokelat, dapat meningkatkan perasaan afeksi antara pasangan. Oleh karena itu, cokelat bukan hanya makanan biasa, tetapi juga simbol kemesraan dan keintiman.
4. Pilihan hadiah yang universal

Salah satu alasan mengapa cokelat begitu populer sebagai hadiah valentine adalah karena cokelat bersifat umum. Tidak peduli usia, gender, atau preferensi, hampir semua orang menyukai cokelat. Oleh karena itu, memberikan cokelat sebagai hadiah valentine adalah pilihan yang aman dan dijamin disukai oleh penerima.
Menurut survei yang dilakukan oleh National Confectioners Association, lebih dari 70% responden menyatakan bahwa mereka lebih suka menerima cokelat daripada hadiah valentine lainnya. Ini menunjukkan betapa cokelat menjadi pilihan hadiah yang disukai oleh banyak orang.
5. Tradisi yang terus berlanjut

Selama berabad-abad, cokelat telah menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan valentine day. Tradisi memberi dan menerima cokelat telah berlanjut dari generasi ke generasi, menciptakan ikatan yang kuat antara cokelat dan perayaan cinta.
Menurut History, tradisi memberi cokelat di hari valentine berasal dari abad ke-19 di Inggris. Sejak itu, cokelat telah menjadi bagian integral dari perayaan ini di seluruh dunia.
Mulai dari simbol kasih sayang hingga kemampuannya sebagai mood booster, cokelat memiliki tempat istimewa dalam sejarah Valentine. Sifatnya yang universal menjadikannya pilihan hadiah sempurna untuk memperkuat ikatan emosional. Jadi, jangan ragu untuk merayakan momen spesial nanti dengan memberikan cokelat kepada orang terkasih.


















