ilustrasi puasa (pexels.com/Zak Chapman)
Ada kekhawatiran bahwa puasa dapat memicu gangguan makan, seperti anoreksia atau binge eating. Namun, belum ada penelitian yang menemukan hubungan langsung antara puasa dan gangguan makan.
Intermittent fasting justru membantu orang mengontrol nafsu makan dan mengatur pola makan mereka dengan lebih baik. Meski begitu, bagi orang yang memiliki riwayat gangguan makan, puasa sebaiknya dilakukan dengan pengawasan ahli gizi atau dokter untuk mencegah risiko yang tidak diinginkan.
Puasa memiliki banyak manfaat, tetapi juga dipenuhi oleh berbagai mitos yang belum tentu benar. Dengan memahami fakta di balik mitos yang beredar, kamu bisa lebih bijak dalam menerapkan puasa agar tetap sehat dan aman. Jika kamu ingin mencoba puasa, pastikan untuk tetap memperhatikan asupan nutrisi dan berkonsultasi dengan dokter jika diperlukan.
Jangan mudah percaya dengan informasi yang belum terbukti, dan selalu cari sumber yang kredibel sebelum mengambil keputusan terkait kesehatan. Selamat menunaikan ibadah puasa!