Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Jalur Tikus Semarang-Solo Bebas Macet saat Weekday, View-nya Juara!

5 Jalur Tikus Semarang-Solo Bebas Macet saat Weekday, View-nya Juara!
Jalan Gombel Lama Semarang jelang penutupan total. (IDN Times/Fariz Fardianto)
Intinya Sih
  • Lima jalur alternatif Semarang–Solo ditawarkan untuk menghindari kemacetan di Ungaran dan Bawen, dengan rute melewati perbukitan, pedesaan, serta pemandangan alam yang menawan.
  • Setiap jalur memiliki karakteristik berbeda, mulai dari jalan sempit berkelok hingga aspal mulus, dengan panorama seperti kebun teh Medini, Rawa Pening, hingga Gunung Merbabu.
  • Pengendara disarankan memeriksa kondisi kendaraan, berangkat sebelum gelap, dan menggunakan aplikasi navigasi agar perjalanan di jalur tikus lebih aman dan lancar.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Semarang, IDN Times - Mengurai kepadatan lalu lintas di jalur arteri utama, seperti Jalan Raya Ungaran-Bawen atau tanjakan Gombel, pada jam pulang kerja kerap menjadi tantangan tersendiri. Sebagai solusi, terdapat lima jalur alternatif atau "jalur tikus" rute Semarang-Solo yang menawarkan kelancaran perjalanan sekaligus bonus pemandangan alam memukau.

Berikut adalah daftar rute alternatif beserta keunggulan pemandangan dan kondisi jalannya:

1. Jalur Sampangan – Gunungpati – Ungaran

IMG_20260419_191301.jpg
Sejumlah pemotor dan mobil melewati turunan Jalan Gombel Lama. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Rute ini menjadi favorit bagi pengendara yang bermaksud menghindari kepadatan dari arah pusat kota menuju Ungaran.

  • Rute Perjalanan: Sampangan – Jembatan Besi – Universitas Negeri Semarang (Unnes) Sekaran – Gunungpati – Kedungpane – Ungaran.
  • Keunggulan: Bebas dari titik macet utama di kawasan Gombel.
  • Pemandangan: Pengendara akan disuguhi panorama perbukitan hijau, udara sejuk khas pegunungan, serta hamparan lembah di sekitar wilayah Gunungpati.
  • Kondisi Jalan: Permukaan aspal terbilang mulus, tetapi didominasi tanjakan curam dan tikungan tajam, sehingga kondisi kendaraan harus dipastikan prima.

2. Jalur Mijen – Palir – Kaliancar (Menuju Ungaran/Solo)

IMG_20260420_102411.jpg
Arus lalu lintas lancar di tanjakan Gombel Semarang. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Bagi pekerja di area Semarang Barat atau kawasan industri Wijaya Kusuma/Mangkang, jalur ini sangat efektif memotong kompas tanpa masuk ke pusat Kota Semarang.

  • Rute Perjalanan: Pasar Mangkang – Palir – Kedungpane – BSB City – Mijen – Cangkiran – Bergas/Ungaran.
  • Keunggulan: Menghindari total kepadatan daerah Krapyak, Jatingaleh, dan Banyumanik.
  • Pemandangan: Melintasi area perumahan modern BSB City yang rapi, perkebunan karet di sekitar Mijen, serta pemandangan Gunung Ungaran dari kejauhan.
  • Kondisi Jalan: Jalur cenderung sempit pada beberapa titik permukiman warga. Hindari melintas terlalu malam karena minim penerangan pada beberapa lokasi.

3. Jalur Tembalang – Sigar Bencah – Meteseh – Bergas

IMG_20251216_120952.jpg
Bajaj Maxride berwarna kuning ini melaju dengan kecepatan rata-rata 20 km/jam saat berjalan menanjak di Sigar Bencah Semarang. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Rute ini sangat cocok untuk pekerja di daerah bawah atau area kampus Undip Tembalang yang ingin langsung menembus ke Ungaran/Solo tanpa melewati pasar atau pusat kota Ungaran.

  • Rute Perjalanan: Tembalang – Turunan Sigar Bencah – Meteseh – Banyumeneng – Rowosari – Susukan – Bergas (Kabupaten Semarang).
  • Keunggulan: Menghindari kemacetan di area Alun-alun Ungaran, Watugong, dan Pudakpayung.
  • Pemandangan: Perjalanan didominasi panorama perbukitan batu padas khas Sigar Bencah, persawahan terasering hijau, serta lanskap pedesaan asri.
  • Kondisi Jalan: Jalur beraspal dan beton, tetapi memiliki turunan tajam di Sigar Bencah yang menuntut konsentrasi serta fungsi rem optimal.

4. Jalur Karanggede – Ampel (Boyolali) via Jalur Dalam

Sejumlah pengendara melintasi Jalan Boyolali-Magelang dengan berlatar belakang Gunung Merapi di Selo, Boyolali, Jawa Tengah.  (ANTARA/Aloysius Jarot Nugroho/foc.).
Sejumlah pengendara melintasi Jalan Boyolali-Magelang dengan berlatar belakang Gunung Merapi di Selo, Boyolali, Jawa Tengah. (ANTARA/Aloysius Jarot Nugroho/foc.).

Bila posisi kendaraan berada di daerah pinggiran Kabupaten Semarang atau Salatiga dan ingin menuju Solo tanpa melewati jalur utama raya Boyolali yang sering padat truk, rute dalam ini adalah solusinya.

  • Rute Perjalanan: Salatiga – Tingkir – Suruh – Karanggede – Ampel/Simo – Boyolali/Solo.
  • Keunggulan: Menghindari penumpukan kendaraan besar dan titik kemacetan di jalan utama non-tol Bawen-Boyolali.
  • Pemandangan: Melintasi daerah pedesaan tenang berlatar belakang Gunung Merbabu yang megah, bentangan sawah, dan hutan jati rakyat yang teduh.
  • Kondisi Jalan: Lebar jalan relatif kecil dan berkelok, tetapi permukaannya sebagian besar berbeton dan aspal halus.

5. Jalur Alternatif Banyubiru – Ambarawa – Muncul – Salatiga

Kota Salatiga (https://bpbd.salatiga.go.id/kota-salatiga/)
Kota Salatiga (https://bpbd.salatiga.go.id/kota-salatiga/)

Jalur ini berfungsi memecah arus apabila terjadi kemacetan total di persimpangan Bawen.

  • Rute Perjalanan: Ambarawa – Banyubiru – Pemandian Muncul – Gedangan – Salatiga (bisa menyambung ke jalur utama Solo).
  • Keunggulan: Melewati sisi barat dan selatan, sehingga memutari titik jenuh lalu lintas Bawen secara menyeluruh.
  • Pemandangan: Menyajikan lanskap Rawa Pening dari dekat, hamparan sawah berlatar Gunung Telomoyo, serta mata air alami di sepanjang jalan Banyubiru.
  • Kondisi Jalan: Sangat nyaman dilewati motor maupun mobil pribadi karena kontur jalan datar dan minim tanjakan ekstrem dibandingkan jalur Gunungpati.

Panduan Keamanan Sebelum Melintas

Ilustrasi Kota Solo atau Surakarta (Unsplash.com)
Ilustrasi Kota Solo atau Surakarta (Unsplash.com)
  • Cek Sistem Pengereman
    • Jalur alternatif di wilayah Semarang-Solo didominasi oleh topografi perbukitan (Semarang Atas dan lereng gunung). Pastikan rem dan ban kendaraan dalam kondisi prima.
  • Perhatikan Waktu Perjalanan
    • Mengingat statusnya sebagai jalur tikus, beberapa rute melewati area perkebunan atau pedesaan yang minim lampu penerangan pada malam hari. Jalur ini paling ideal dilewati antara pukul 15.30 hingga 18.00 WIB.
  • Pantau Navigasi Aktual
    • Manfaatkan aplikasi navigasi digital untuk memantau kemungkinan penutupan jalan darurat akibat proyek perbaikan atau kendala cuaca.

Terapkan persiapan matang agar perjalanan pulang kerja terasa lebih rileks dan aman.

Bagikan informasi jalur alternatif ini kepada rekan sejawat agar bersama-sama terbebas dari stres akibat kemacetan lalu lintas!

Share Article
Topics
Editorial Team
Dhana Kencana
EditorDhana Kencana

Latest News Jawa Tengah

See More