Semarang, IDN Times - Malam 1 Suro masih menjadi perhatian masyarakat Jawa sebagai momen yang sarat makna spiritual dan tradisi leluhur. Tidak sekadar pergantian tahun dalam penanggalan Jawa, malam sakral ini dipercaya sebagai waktu ketika energi alam mengalami transisi dan “gerbang spiritual” terbuka lebih lebar dibanding hari biasa.
Kepercayaan tersebut membuat sebagian masyarakat masih memegang teguh sejumlah pantangan yang diwariskan turun-temurun. Pantangan ini diyakini bertujuan menjaga kesucian diri, menghindari kesialan atau sengkala, sekaligus menjadi momentum introspeksi.
Berikut lima pantangan yang identik dengan malam 1 Suro.
