Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Strategi Undip Semarang Kejar Target Rangking 500 Besar Dunia

5 Strategi Undip Semarang Kejar Target Rangking 500 Besar Dunia
Universitas Diponegoro (Undip) menggelar workshop ''Strategi Percepatan Undip Peringkat 500 Dunia'' di Gedung Prof. Sudharto, kampus Undip Tembalang, Selasa (14/7/2026). (IDN Times/Anggun Puspitoningrum)
Intinya Sih
  • Undip menargetkan masuk peringkat 500 besar dunia dari posisi 624 QS WUR 2026 dengan fokus pada perbaikan proses internal, bukan sekadar pengisian borang pemeringkatan.
  • Lima strategi utama meliputi peningkatan mahasiswa asing, kolaborasi riset internasional, peningkatan publikasi dan sitasi jurnal, reformasi birokrasi layanan mahasiswa asing, serta pembangunan budaya akademik.
  • Rektor Undip menegaskan pentingnya sinergi pemerintah dan universitas untuk menyederhanakan birokrasi serta membangun kesadaran budaya akademik agar riset dan publikasi tumbuh secara berkelanjutan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Semarang, IDN Times – Universitas Diponegoro (Undip) terus berupaya untuk menembus peringkat 500 besar dunia. Berbagai strategi disiapkan untuk mencapai posisi tersebut.

Saat ini, posisi Undip masih berada di peringkat 624 berdasarkan QS World University Rankings 2026. Meski demikian, beberapa indikator seperti reputasi lulusan dan reputasi akademik sebenarnya sudah berhasil masuk dalam jajaran 500 besar dunia.

Untuk mengakselerasi pencapaian target tersebut, Undip menggelar workshop pemeringkatan dunia di Gedung Prof. Sudharto, kampus Undip Tembalang yang turut dihadiri oleh tokoh penting, di antaranya pakar Quality Assurance dari MQA Malaysia, Prof. Zaini Ujang dan Ketua Majelis Wali Amanat Undip, Prof. Nasir.

Rektor Undip, Prof. Suharnomo menjelaskan, sejumlah strategi jangka pendek dan jangka panjang akan ditempuh untuk mencapai peringkat 500 dunia. Strategi tersebut berfokus pada perbaikan proses bisnis internal kampus, dan bukan sekadar mengisi borang pemeringkatan.

Adapun, lima strategi utama Undip untuk menembus peringkat 500 besar dunia sebagai berikut:

1. Peningkatan jumlah mahasiswa asing

ilustrasi mahasiswa asing (www.pexels.com/ron-lach)
ilustrasi mahasiswa asing (www.pexels.com/ron-lach)

Undip berkomitmen untuk meningkatkan jumlah mahasiswa asing secara signifikan. Pada tahun ini, peminat asing yang mendaftar ke Undip sebenarnya hampir mencapai 3.000 orang, namun kapasitas yang diterima baru sekitar 40 mahasiswa (dengan total mahasiswa asing aktif saat ini sekitar 200 orang melalui berbagai skema seperti KNB dan beasiswa pemerintah).

‘’Untuk tahun depan, kami menargetkan jumlah ini bisa berlipat ganda dengan target minimal lima mahasiswa asing di setiap program studi (prodi). Selain itu, Fakultas Kedokteran Undip juga berencana membuka kelas khusus International Undergraduate Program (IUP) setelah mendapatkan penjajakan dan tawaran kerja sama dari Malaysia dan Cina,’’ kata Suharnomo.

2. Kolaborasi riset internasional

ilustrasi riset (pexels.com/Polina Tankilevitch)
ilustrasi riset (pexels.com/Polina Tankilevitch)

Kemudian, Undip akan mendorong para dosen dan peneliti untuk tidak lagi hanya berfokus pada riset internal kampus atau dalam negeri saja. Namun, Undip akan mulai mengundang banyak mitra dari luar negeri, salah satunya dari Malaysia untuk menjadi rekan kolaborasi riset. Hal ini dinilai penting karena riset akan jauh lebih berkualitas jika dilakukan bersama dengan banyak negara lain.

3. Peningkatan publikasi dan sitasi jurnal

suharnomo, nasir
Rektor Undip, Prof. Suharnomo didampingi Ketua Majelis Wali Amanat Undip, Prof. Nasir. (IDN Times/Anggun Puspitoningrum)

Dari sisi kualitas jurnal, Undip mencatatkan tren positif di mana lebih dari 25 persen publikasi sudah masuk dalam kategori Q1, dan persentase tersebut semakin bagus jika digabungkan dengan Q2, serta tidak ada yang masuk dalam kategori jurnal discontinued di Scopus.

‘’Namun, tantangan utama Undip saat ini adalah jumlah publikasi. Tahun ini Undip menghasilkan 2.558 publikasi dan menargetkan bisa mencapai 3.000 publikasi pada tahun depan. Dengan jumlah dosen sekitar 2.000 orang, Undip mendorong agar setiap dosen dapat memproduksi satu hingga dua publikasi per tahun,’’ jelas rektor.

Target itu juga akan dimasukkan ke dalam Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) dosen sebagai bagian dari kompetensi di bidang pendidikan, penelitian (publikasi), dan pengabdian masyarakat.

4. Mendorong reformasi birokrasi layanan mahasiswa asing

undip, gerbang undip, ilustrasi undip
Ilustrasi gerbang kampus Universitas Diponegoro (Undip), Tembalang, Kota Semarang. (IDN Times/Anggun Puspitoningrum)

Selanjutnya, Rektor Undip menggarisbawahi, bahwa salah satu hambatan terbesar dalam menarik mahasiswa asing adalah rumitnya birokrasi dan adanya ego sektoral di Indonesia, mulai dari proses pendaftaran hingga pengurusan visa.

‘’Maka, kami mendorong adanya integrasi dan koordinasi bersama antara pemerintah (Dukcapil, Imigrasi, Dikti Ristek) dan universitas untuk menyederhanakan proses ini. Sebab, industri jasa pendidikan tinggi ini merupakan industri masa depan yang potensinya sangat besar jika dipersiapkan dengan baik,’’ jelasnya.

5. Membangun budaya akademik

undip, mahasiswa undip, mahasiswa baru
Ribuan mahasiswa baru Universitas Diponegoro (Undip) mengikuti kegiatan Orientasi Diponegoro Muda (ODM) 2025 di Stadion Undip, Kampus Tembalang, Sabtu (23/8/2025). (dok. Undip)

Selain perbaikan sistem, pembangunan budaya akademik menjadi poin krusial yang disoroti. Produktivitas akademik harus diperjelas agar seluruh dosen mengetahui prioritas yang harus dicapai.

‘’Tujuannya adalah agar kegiatan riset dan publikasi dilakukan secara kultural dengan kesadaran budaya akademik oleh seluruh dosen, bukan sekadar mengejar angka atau pemeringkatan QS secara organisasional karena dikejar-kejar oleh target institusi,’’ pungkas Suharnomo.

Share Article
Editorial Team

Latest News Jawa Tengah

See More