Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Tipe Penumpang Red Flag KRL Solo-Jogja saat Rush Hour! Pernah Ketemu?

5 Tipe Penumpang Red Flag KRL Solo-Jogja saat Rush Hour! Pernah Ketemu?
Penumpang menaiki KRL Solo-Yogyakarta dari Stasiun Solo Balapan. (IDN Times/Larasati Rey)
Intinya Sih
  • Naik KRL Commuter Line rute Solo-Jogja saat rush hour memang butuh kesabaran ekstra menghadapi penumpang red flag yang merusak mood komuter lain.

  • Kebiasaan egois seperti jadi patung di depan pintu saat transit di Klaten atau Lempuyangan hingga pura-pura tidur di kursi prioritas sering banget bikin emosi.

  • Perjalanan akan jauh lebih damai kalau semua orang sadar etika dasar, seperti menaruh ransel di dada dan tidak memutar video tanpa headset.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Pernah nggak sih, badan udah rasanya mau rontok sepulang kerja, eh masuk ke dalam gerbong kereta malah disuguhi kelakuan penumpang yang bikin naik darah? Bertarung di dalam KRL Commuter Line rute Solo-Jogja saat jam sibuk alias rush hour memang butuh stok sabar yang nggak ada habisnya. Bukannya bisa istirahat tenang, mood kita malah sering dirusak oleh oknum-oknum yang nggak paham etika transportasi publik.

Nah, biar kamu bisa lebih aware (atau jangan-jangan kamu tanpa sadar pernah ngelakuin salah satunya?), yuk kita absen lima tipe penumpang red flag yang paling sering memancing keributan batin di dalam KRL!

1. Si Pembawa Ransel Egois yang Makan Tempat

Ilustrasi penumpang KRL Commuter. (Dok. KAI Commuter)
Ilustrasi penumpang KRL Commuter. (Dok. KAI Commuter)

Tipe pertama ini sering banget kita jumpai. Mereka dengan santainya tetap menggendong ransel super besar dan penuh di punggung saat gerbong sedang padat-padatnya.

Kelakuan ini jelas red flag parah karena setiap kali mereka bergerak atau berbalik badan, ranselnya bakal menyapu dan mendorong penumpang di belakangnya. Tanpa sadar, mereka sudah memakan ruang luang untuk dua orang! Tips krusial: Kalau bawa ransel besar, biasakan langsung lepas dan peluk di depan dada, atau amankan di rak bagasi atas agar ruang gerak gerbong makin lega.

2. Si Patung Pintu Gerbang Gerbong

ilustrasi penumpan KRL
ilustrasi penumpang KRL (unsplash.com/Dennis Siqueira)

Ini dia tipe yang paling bikin geregetan. Mereka berdiri tegak tepat di depan pintu otomatis dan menolak keras untuk bergeser atau sekadar turun sementara saat kereta berhenti di stasiun transit ramai seperti Klaten atau Lempuyangan.

Sikap jadi "patung" ini jelas menghambat arus keluar-masuk penumpang lain yang terburu-buru. Alih-alih melangkah ke area tengah gerbong yang biasanya masih punya banyak ruang napas, mereka lebih rela berdesak-desakan di pintu cuma demi ego agar bisa cepat keluar nanti.

3. Tukang Pura-Pura Tidur di Kursi Prioritas

ilustrasi penumpang KRL (pexels.com/Thể Phạm)
ilustrasi penumpang KRL (pexels.com/Thể Phạm)

Sudah rahasia umum kalau kursi prioritas punya aturan main yang saklek. Tapi tipe yang satu ini sukses bikin geleng-geleng kepala. Begitu ada lansia, ibu hamil, atau orang tua bawa balita masuk, mereka tiba-tiba mendadak "tertidur lelap", pura-pura memejamkan mata, atau mendadak super sibuk menatap layar HP.

Minimnya empati dari penumpang tipe ini akhirnya sering kali memaksa penumpang lain yang berdiri lebih jauh untuk turun tangan menegur, atau bahkan mengalah memberikan kursi reguler mereka sendiri. Benar-benar red flag tingkat dewa!

4. Si Konser Mini Tanpa Headset

ilustrasi penumpang KRL
ilustrasi penumpang KRL (pexels.com/Heru Dharma)

Bayangkan kamu butuh ketenangan sepulang kerja, tapi penumpang di sebelahmu malah asyik memutar video TikTok, streaming bola, atau bahkan menelepon orang pakai mode loudspeaker tanpa menggunakan earphone atau headset.

Polusi suara yang saling bertabrakan ini benar-benar menghancurkan kedamaian lingkungan gerbong, terutama bagi komuter lelah yang mendambakan perjalanan pulang yang sepi. Membawa perangkat audio pribadi adalah bentuk basic manner alias etika dasar komuter yang tidak boleh disepelekan.

5. Penerobos Antrean Gate Keluar-Masuk

Suasana penumpang KRL Solo-Yogyakarta. (IDN Times/Larasati Rey)
Suasana penumpang KRL Solo-Yogyakarta. (IDN Times/Larasati Rey)

Drama nggak cuma terjadi di dalam kereta, tapi juga di pintu tap-in atau tap-out stasiun sibuk seperti Stasiun Tugu Yogyakarta maupun Solo Balapan. Tipe penerobos ini suka menyelinap memotong antrean, atau berdiri terlalu mepet di belakangmu biar bisa ikut lolos saat kamu tap kartu.

Akibatnya? Perilaku main serobot yang enggan menunggu giliran ini sering kali memicu error pada sistem mesin otomatis gate, yang pada akhirnya menjebak penumpang lain dan membuat antrean semakin mengular panjang.

Menikmati fasilitas publik memang menuntut kita untuk sama-sama menurunkan ego dan menaikkan rasa empati. Ketertiban di dalam kereta bukan cuma tugas petugas sekuriti, tapi tanggung jawab kita semua sebagai pengguna fasilitas umum.

Nah, dari kelima tipe red flag di atas, mana nih yang kelakuannya paling sering bikin kamu tarik napas panjang saat commuting tiap hari? Yuk, bagikan artikel ini ke circle pertemananmu dan curhatkan pengalaman absurd-mu di kolom komentar!

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dhana Kencana
EditorDhana Kencana

Latest News Jawa Tengah

See More