5 Tips Mencegah Potensi Anak Merokok, Sering Terjadi!

Kebiasaan merokok ternyata bukan hanya sering terjadi pada orang dewasa, melainkan juga bisa terjadi pada anak-anak. Potensi kebiasaan merokok ini memang semakin parah karena pergaulan dan juga faktor internet yang membuat informasi jadi lebih cepat sampai pada anak-anak.
Sering kali anak melihat hal-hal tertentu yang semestinya tidak boleh mereka lakukan. Namun, karena memang tidak ada yang membimbing, sehingga hal semacam ini bisa terjadi. Para orangtua perlu melakukan beberapa tips berikut ini untuk mencegah potensi merokok yang mungkin dilakukan oleh anak.
1. Jelaskan pada anak bahaya merokok

Orangtua sebagai sosok terdekat bagi anak tentunya perlu memiliki inisiatif penting untuk menjelaskan pada anak mengenai bahaya merokok sejak awal. Setidaknya dengan membantu untuk menjelaskan bahaya tersebut, maka anak dapat memahami mengapa kebiasaan merokok itu tidak diperbolehkan sama sekali.
Bahaya merokok tersebut dapat pula dijelaskan dengan berbagai konsekuensi yang mungkin akan anak terima apabila sampai nekat melakukannya. Melalui cara tersebut diharapkan akan membuat anak merasa takut untuk merokok dan bisa menghindarinya dari hal tersebut.
2. Pantau pergaulan anak

Tak dapat dimungkiri bahwa memang faktor pergaulan dan juga tontonan yang dilihat oleh anak dapat memberikan pengaruh buruk ke depannya. Orangtua memang perlu benar-benar ekstra siaga dalam memperhatikan segala tumbuh kembang anak, termasuk proses sosialisasi yang dilakukan anak setiap harinya.
Jika anak mulai beranjak remaja maka orangtua perlu benar-benar memantau pergaulan yang dilakukan anak, bahkan termasuk apa yang anak ditontonnya. Ssetidaknya jangan sampai orangtua terlalu cuek, sehingga membuat anak ini terjebak dalam pergaulan yang buruk seperti merokok.
3. Kenali tanda anak yang merokok

Anak-anak seringkali sangat pandai untuk menyembunyikan kebiasaan buruknya dari orangtua, termasuk mengenai kebiasaan merokok. Orangtua atau tidak boleh kalah cerdik dari anak-anaknya dan perlu paham tanda-tanda yang mungkin sering terjadi apabila anak merokok.
Memang ada cara-cara tersendiri untuk mengenali kebiasaan merokok pada anak, seperti misalnya aroma yang berbeda dari tubuh anak, perubahan warna pada bibir dan jari, dan uang jajan yang tiba-tiba habis. Jika memang orangtua curiga bahwa anaknya merokok, maka segera pastikan hal tersebut dan jangan sampai justru mengabaikannya.
4. Tidak mencontohkan kebiasaan merokok di depan anak

Orangtua perlu tahu bahwa kebiasaan ataupun perilaku yang anak tunjukkan sebetulnya merupakan cerminan dari sikap orangtuanya. Jika memang orangtua tidak ingin anak-anaknya tumbuh menjadi pribadi yang suka merokok, maka orangtua juga perlu menghindari kebiasaan tersebut.
Banyak orangtua yang sering kali melarang anak-anaknya untuk merokok, padahal justru orangtuanya merokok di depan anak. Hal seperti ini pastinya saling berkontradiksi satu sama lain, sehingga bisa menimbulkan rasa penasaran pada diri anak untuk mencoba hal tersebut.
5. Berkoordinasi dengan guru untuk mencegahnya

Orangtua mungkin tidak bisa benar-benar memantau anak dengan baik, apalagi pada saat jadwal anak sekolah. Belum lagi dengan kesibukan orangtua yang seolah tidak memungkinkan untuk terus memantau anak secara penuh.
Tidak ada salahnya apabila orangtua berkoordinasi dengan guru untuk membantu melakukan pencegahan dari kebiasaan merokok yang mungkin dilakukan anak. Hal yang satu ini sangat penting untuk dilakukan agar nantinya kebiasaan merokok yang mungkin terjadi pada anak dapat dihindari.
Memang sudah semestinya orangtua bisa benar-benar ekstra tanggap untuk mencegah potensi merokok yang mungkin dilakukan anak. Setidaknya dengan melakukan pencegahan yang tepat, maka anak tidak sampai menyentuh rokok. Selalu pantau pergaulan dan apa yang dilihat oleh anak!


















