Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ada Trip Wisata Religi Saat MTQ Nasional XXXI di Semarang, Ini Rutenya
Pahatan relief Masjid Sekayu yang membentang sejauh 30 meter. (Istimewa)
  • Pemerintah Kota Semarang menyiapkan diri sebagai tuan rumah MTQ Nasional XXXI 2026 dengan menghadirkan program heritage tour untuk peserta dan tamu dari seluruh Indonesia.
  • Melalui kerja sama dengan ASITA, peserta akan diajak menjelajahi destinasi religi seperti makam ulama dan masjid bersejarah, serta kawasan heritage yang mencerminkan keberagaman budaya Semarang.
  • Berbagai venue seperti Masjid Baiturrahman, kampus UIN Walisongo, dan Universitas Diponegoro disiapkan agar MTQ menjadi ajang syiar sekaligus promosi toleransi dan sejarah kota.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Semarang, IDN Times - Pemerintah Kota Semarang terus mematangkan persiapan sebagai tuan rumah Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026. Selain menyiapkan venue musabaqah dan layanan hospitality bagi ribuan peserta dari seluruh Indonesia, juga akan menghadirkan trip wisata religi melalui program heritage tour.

1. Kenalkan wajah toleransi Kota Semarang

Suasana MAJT Semarang saat diambil gambarnya dari atas menara setinggi 19 lantai. Fariz Fardianto/IDN Times

Pemkot Semarang menggandeng Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) untuk mendampingi peserta dan tamu dalam trip wisata religi di Ibu Kota Jawa Tengah ini.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng mengatakan, bahwa MTQ tidak hanya menjadi ajang syiar Al-Qur’an, tetapi juga momentum memperkenalkan sejarah panjang peradaban Islam dan wajah toleransi Kota Semarang kepada masyarakat Indonesia.

“Semarang adalah kota yang dibangun oleh banyak peradaban. Melalui heritage tour religi ini, kami ingin para tamu MTQ pulang membawa cerita tentang jejak ulama, sejarah penyebaran Islam, dan semangat kerukunan yang hidup di Kota Semarang hingga hari ini,” ujarnya, Selasa (2/6/2026).

2. Telusuri destinasi religi dan bersejarah

Potret Gereja Blenduk di Kota Lama Semarang (IDN Times/Fina Wahibatun Nisa)

Program wisata yang disiapkan bersama ASITA tersebut akan mengajak peserta menelusuri sejumlah destinasi religi dan bersejarah, mulai dari Makam Sunan Terboyo, Makam KH Sholeh Darat, Makam Ki Ageng Pandanaran, hingga Masjid Kauman Semarang.

Selain paket wisata religi Islam, ASITA juga menyiapkan paket wisata heritage yang menghubungkan kawasan Kota Lama, Lawang Sewu, Gereja Blenduk, hingga Pura Agung Giri Natha sebagai representasi keberagaman budaya dan keagamaan Kota Semarang.

Persiapan tersebut menjadi bagian dari strategi hospitality MTQ Nasional XXXI yang menempatkan pengalaman budaya sebagai salah satu aspek pelayanan tamu.

3. Manfaatkan berbagai venue

Masjid Raya Baiturrahman Semarang. (Instagram/@mrb.jateng)

MTQ Nasional XXXI sendiri akan memanfaatkan berbagai venue yang tersebar di Kota Semarang, di antaranya Masjid Baiturrahman, Rumah Dinas Wali Kota Semarang, Auditorium Kanwil Kemenag Jawa Tengah, Kampus UIN Walisongo, Universitas Diponegoro, hingga sejumlah gedung pemerintahan dan fasilitas publik lainnya.

Melalui kolaborasi dengan ASITA tersebut, Pemerintah Kota Semarang berharap penyelenggaraan MTQ Nasional XXXI tidak hanya sukses dari sisi perlombaan, tetapi juga meninggalkan kesan mendalam tentang Semarang sebagai kota yang merawat sejarah, memperkuat syiar, dan merayakan keberagaman dalam satu harmoni.

Editorial Team

Related Article