Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ahmad Luthfi Siapkan Solusi Untuk Korban PHK Massal di PT Sritex
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi. (IDN Times/Larasati Rey)
  • Gubernur Jawa Tengah siap bantu korban PHK Sritex dengan langkah konkret
  • Menyiapkan balai latihan kerja (BLK) untuk memberikan bekal kepada korban PHK
  • BLK akan memberikan ilmu baru untuk mempersiapkan tenaga kerja terampil sesuai kebutuhan perusahaan
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Surakarta, IDN Times - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengaku telah menyusun sejumlah langkah untuk korban menanggani PHK massal karyawan PT Sri Rejeki Isman  (Sritex), Sukoharjo.

Ia berjanji akan siap membantu para korban PHK untuk bekerja kembali.

1. Berikan bekal ketrampilan

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi kunjungi kediaman Jokowi. (IDN Times/Larasati Rey)

Ditemui usai melakukan pertemuan di rumah Presiden ke-7 Joko “Jokowi” Widodo, Ahmad Luthfi mengaku telah memiliki beberpa langkah, salah satunya dengan menyiapkan balai latihan kerja (BLK). Pihaknya sudah berkoordinasi dengan kementerian untuk memberikan bekal kepada korban PHK.

"Nanti kita vokasi. Jadi artinya kita akan siapkan BLK BLK. Kita sudah koordinasi dengan tingkat Kementerian untuk kita latih mereka yang PHK sehingga bisa tertampung dayanya,” ujarnya, Jumat (28/2/2025).

2. Siapkan tenaga kerja terampil

Karyawan PT Sritex meninggalkan pabrik. (IDN Times/Larasati Rey)

Lebih lanjut, Luthfi mengaku dari BLK mereka akan diberikan ilmu baru untuk mempersiapkan tenaga kerja terampil sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh perusahaan.

“Khususnya untuk di tempat perusahaan perusahaan yang mungkin membutuhkan. Artinya vokasi vokasi, pelatihan pelatihan di BLK yang PHK akan kita tampung, sehingga di Jawa Tengah terlalu banyak tenaga yang menganggur," jelasnya.

3. Sritex PHK ribuan karyawan

PT Sritex. (IDN Times/Larasati Rey)

Seperti diketahui PT Sri Rejeki Isman (Sritex) Tbk resmi berhenti operasi secara pernanen mulai 1 Maret 2025. Sebelumnya, tiga anak perusahaannya mengumumkan PHK massal pada 26 Februari 2025.

Keputusan ini merupakan dampak dari putusan Pengadilan Niaga Semarang yang mengabulkan permohonan kepailitan dari PT Indo Bharat Rayon. Sebanyak  8.400 bakal terkena PHK.

Editorial Team

Related Article