Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
AHY Tantang Mahasiswa Politeknik PU jadi Tulang Punggung Infrastruktur
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memberikan sambutan saat Lustrum pertama Politeknik Pekerjaan Umum (PU) di Semarang, Sabtu (11/1/2025). (IDN Times/Dhana Kencana)
  • Menteri Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menjadi pembicara utama di Lustrum Politeknik PU
  • AHY menekankan pentingnya peran generasi muda, khususnya lulusan Politeknik PU, dalam membangun infrastruktur yang kokoh dan berkelanjutan
  • Visi besar Indonesia Emas 2045 sebagai salah satu dari lima ekonomi terbesar dunia dengan pendapatan per kapita mencapai USD 23.000--30.300
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Semarang, IDN Times - Politeknik Pekerjaan Umum (PU) merayakan Lustrum pertamanya pada Sabtu (11/1/2025) di kampusnya yang terletak di Jalan Soekarno Hatta Nomor 100 Semarang. Acara ini menghadirkan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), sebagai pembicara utama.

Dalam sambutannya, AHY memberikan pesan mendalam tentang peran strategis generasi muda, khususnya mahasiswa Politeknik PU, dalam mewujudkan visi besar Indonesia Emas 2045.

1. Generasi muda adalah tulang punggung infrastruktur

Suasana kampus Politeknik Pekerjaan Umum (PU) di Semarang, Sabtu (11/1/2025). (IDN Times/Dhana Kencana)

Dalam kuliah umum yang dihadiri ratusan mahasiswa, AHY menegaskan, generasi muda adalah kunci pembangunan Indonesia. Ia menggarisbawahi pentingnya peran lulusan Politeknik PU untuk membangun infrastruktur yang kokoh, inovatif, dan berkelanjutan.

Menurutnya, lulusan perguruan tinggi seperti Politeknik PU harus mampu menjadi tulang punggung bangsa dalam menghadapi tantangan global, seperti krisis energi, pangan, air, dan dampak perubahan iklim.

“Infrastruktur adalah fondasi utama bagi transformasi ekonomi. Lulusan Politeknik PU harus menjadi SDM unggul yang tidak hanya memiliki keterampilan teknis, tetapi juga keberanian dan integritas untuk berkontribusi bagi pembangunan nasional,” kata AHY.

Ia ikut menyoroti proyek tol Semarang-Demak, yang kini hampir rampung, sebagai contoh nyata kontribusi infrastruktur terhadap ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

“Proyek ini menyerap ribuan tenaga kerja lokal dan menunjukkan bahwa karya anak bangsa mampu bersaing di kancah global. Saya optimistis, lulusan PUtech (Politeknik PU) dapat melanjutkan tongkat estafet pembangunan seperti ini di masa depan,” tambahnya.

2. Visi Indonesia Emas 2045

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) (kanan) saat menghadiri Lustrum pertama Politeknik Pekerjaan Umum (PU) di Semarang, Sabtu (11/1/2025). (IDN Times/Dhana Kencana)

AHY memaparkan visi besar Indonesia untuk menjadi salah satu dari lima ekonomi terbesar dunia pada tahun 2045, dengan pendapatan per kapita yang diproyeksikan mencapai USD 23.000--30.300. Ia menegaskan, pembangunan infrastruktur harus menjadi prioritas untuk mencapai target tersebut, karena infrastruktur yang kuat akan mempercepat transformasi ekonomi.

“Indonesia sudah makin dipandang Dunia. Tapi tanpa SDM unggul, kekayaan alam yang kita miliki tidak akan optimal. Politeknik PU memiliki peran strategis dalam mencetak generasi yang tangguh untuk menjawab kebutuhan ini,” ujarnya.

Dalam penutup sambutannya, AHY berpesan kepada para mahasiswa untuk memanfaatkan waktu kuliah sebaik-baiknya. Ia optimis Politeknik PU terus berkembang menjadi pusat pendidikan unggul di bidang infrastruktur.

“Jika fasilitas kampus makin baik, maka output pendidikan harus makin berkualitas. Saya yakin lulusan Politeknik PU dapat segera terserap oleh industri setelah lulus, karena kebutuhan akan tenaga kerja profesional di sektor konstruksi terus meningkat. Tugas kita memang berat, tetapi dengan SDM yang tangguh, pembangunan infrastruktur Indonesia akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat di masa depan” ujarnya.

3. Politeknik PU siapkan SDM yang siap kerja

Suasana kampus Politeknik Pekerjaan Umum (PU) di Semarang, Sabtu (11/1/2025). (IDN Times/Dhana Kencana)

Sementara itu, Direktur Politeknik PU, Brawijaya, menjelaskan capaian kampus selama lima tahun terakhir. Dengan jumlah mahasiswa mencapai 750 orang dan total lulusan sekitar 150 dari tiga angkatan, kampusnya terus berkomitmen mencetak tenaga kerja siap pakai di bidang konstruksi.

“Sekitar 50--52 persen alumni kami langsung terserap di dunia kerja dalam tiga bulan pertama dan selanjutnya 88--90 persen terserap dalam enam bulan pertama. Kami juga sedang mempersiapkan tiga program studi baru untuk menjawab kebutuhan industri konstruksi yang terus berkembang,” kata Brawijaya.

Ia juga menegaskan komitmen Politeknik PU untuk menjadi world-class university yang tidak hanya menghasilkan lulusan berkualitas, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi pembangunan nasional.

“Lustrum ini menjadi momen penting untuk merefleksikan capaian dan memperkuat visi kami mendukung Indonesia maju,” tutupnya.

Editorial Team

Related Article