Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Akhir Tahun Kejahatan di Jateng Meningkat, Begini Kata Kapolda

Akhir Tahun Kejahatan di Jateng Meningkat, Begini Kata Kapolda
Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi saat ditemui para wartawan di Gedung Borobudur. (IDN Times/Fariz Fardianto)
Share Article

Semarang, IDN Times - Kasus tindak kejahatan wilayah Jawa Tengah mengalami grafik peningkatan seiring bertambahnya kegiatan masyarakat menjelang tutup tahun 2023. Tercatat ada 277 kasus kejahatan yang bermunculan belakangan ini.

1. Angka Tipiring naik 281 persen dibanding tahun 2022

Lokasi sidang tipiring di Monpera Palembang (IDN Times/Rangga Erfizal)
Lokasi sidang tipiring di Monpera Palembang (IDN Times/Rangga Erfizal)

Kapolda Jateng, Irjen Pol Ahmad Luthfi mengatakan secara umum dinamika kamtibmas tahun ini ketimbang tahun 2022 melonjak sebesar 2,6 persen. 

Bahkan, aksi pelanggaran tipiring yang ditangani Sabhara juga naik 281 persen kemudian jumlahnya adalah 2.049 kasus. Untuk ggangguan keamanan negara juga mengalami peningkatan sebesar 86 persen atau sebesar 2.325 kasus. 

"Seperti yang saya sampaikan dengan kondisi akhir tahun dinamika masyarakat meningkat seiring meningkatnya tindak pidana di wilayah kita. Ini hukum kausalitas yang tidak bisa kita hindarkan," tutur Luthfi saat menggelar acara refleksi akhir tahun di Gedung Borobudur, Mapolda Jateng, Jumat (29/12/2023). 

 

2. Tren penurunan tindak pidana konvensional

Pj Gubernur Jateng Nana Sudjana bersama Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi dalam gelar pasukan untuk mendukung operasi lilin candi 2023. (IDN Times/Dok Humas Polda Jateng)
Pj Gubernur Jateng Nana Sudjana bersama Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi dalam gelar pasukan untuk mendukung operasi lilin candi 2023. (IDN Times/Dok Humas Polda Jateng)

Kendati begitu, saat ini justru ada tren penurunan pada tindak pidana konvensional. Yang dimaksud konvensional ialah kejahatan yang dilakukan para pelaku menggunakan cara-cara yang masih manual misalnya pembacokan dan sejenisnya. 

Menurutnya walaupun tindak pidana konvensional telah berkurang, akan tetapi aksi kejahatan transnasional memgalami peningkatan cukup signifikan. Ia mencatat kasus kejahatan transnasional menjadi sebesar 27,7 persen. 

"Kenapa kejahatan konvensional menurun, ya karena sudah ditinggalkan. Masyarakat terutama dunia kejahatan sudah pintar mana kira-kira lebih menguntungkan. Jadi yang konvesional ditinggalkan. Tren kejahatan konvensional mengalami penurunan 2,2 persen atau menjadi 193 persen. Tapi transnasional naik 27,7 persen," tuturnya. 

 

3. Kasus penipuan menjadi yang terbanyak selama 2023

Ilustrasi borgol. (pexels.com/Kindel Media)
Ilustrasi borgol. (pexels.com/Kindel Media)

Kemudian selama tahun ini indeks kejahatan yang bermunculan di Jawa Tengah masih banyak dari kasus penipuan.

Lalu ada kasus penyalahgunaan narkotika menempati rangking pertama yang mana tahun ini ada 1.900 kasus dibanding tahun kemarin yang jumlahnya hampir mirip. 

"Kasus curat juga jadi prioritas kami bersama tim Jatanras dan Dirkrimum," tegasnya. 

Share Article
Topics
Editorial Team
Fariz Fardianto
Bandot Arywono
Fariz Fardianto
EditorFariz Fardianto

Latest News Jawa Tengah

See More

Pengumuman TKA 2026, Ini Cara Membaca Nilai SD, SMP, SMA dan SMK

26 Mei 2026, 07:39 WIBNews