Semarang, IDN Times - Pernah nggak sih, kamu mengalami drama saat renovasi rumah? Mulai dari lantai keramik yang kopong saat diketuk, posisinya miring dan tidak rata, sampai fenomena mengerikan di mana keramik tiba-tiba popping atau meledak terangkat ke atas! Selama ini, kita sering kali hanya menyalahkan kualitas keramik atau semennya saja.
Sika Tiler Competition 2026 di Semarang: Lomba Tukang Bangunan Berebut Tiket ke China

Sika Indonesia kembali menggelar Sika Tiler Competition 2026 yang diawali di Semarang untuk meningkatkan kompetensi dan mengapresiasi para ahli pasang keramik Tanah Air.
Kualitas lantai yang kuat, presisi, dan tahan lama ternyata tidak hanya bergantung pada material unggulan, tetapi juga ketepatan teknik pemasangan serta keterampilan tenaga kerja.
Jawara dari kompetisi ini akan memperebutkan tiket ke Jakarta dan berkesempatan mewakili Indonesia di ajang bergengsi Global Tiler Competition 2027 di China.
Padahal, rahasia utama di balik lantai yang rapi dan awet puluhan tahun terletak pada keterampilan tangan sang ahli pasang keramik! Profesi ini ternyata jauh dari kata sederhana dan membutuhkan teknik tinggi yang terus berkembang.
Membuktikan hal tersebut, Sika Indonesia baru saja menggelar Sika Tiler Competition 2026 di Semarang, Minggu (19/72026). Yuk, bongkar fakta menarik kenapa profesi yang satu ini punya peran krusial dan siap bersaing di panggung dunia!
1. Bukan Sekadar Tukang, Ahli Keramik Butuh Kompetensi Tinggi

Banyak orang masih beranggapan, memasang lantai adalah pekerjaan manual sederhana yang bisa dilakukan siapa saja. Padahal, seiring berkembangnya pesat industri konstruksi, teknik pemasangan keramik maupun granit terus mengalami perubahan yang cukup drastis.
Menurut Irene Yulientin, selaku Marketing Manager Sika Indonesia, para tenaga lapangan wajib terus mengikuti perkembangan metode kerja modern dan penggunaan material yang tepat.
"Tanpa adanya adaptasi teknik dan kompetensi yang mumpuni, mustahil bisa menciptakan hasil pemasangan lantai yang lebih kuat, presisi, dan tahan lama," katanya dilansir keterangan resmi.
2. Kunci Lantai Awet: Paduan Material Unggul dan Skill Mumpuni

Lantai yang sempurna adalah hasil perkawinan harmonis antara bahan berkualitas dan keahlian manusia. Kamu bisa saja membeli keramik paling mahal, tapi kalau dipasang dengan teknik yang salah, hasilnya pasti akan mengecewakan dan rawan rusak.
Atas dasar itulah babak kualifikasi pertama yang digelar di Metro Center, Semarang, Jawa Tengah, menantang para peserta untuk membuktikan keahlian mereka. Sebanyak 60 tim atau 120 peserta dari berbagai kota di Jawa Tengah diuji kekompakannya secara berpasangan dengan menggunakan perekat keramik berkualitas tinggi, SikaCeram®-180 GA, sesuai standar profesional.
3. Penilaian Super Ketat: Dari Presisi Hingga Keselamatan Kerja

Jangan bayangkan kompetisi ini cuma soal adu cepat selesai! Dalam dunia konstruksi profesional, kecepatan yang tidak dibarengi dengan kerapian adalah sebuah kesalahan fatal.
Oleh karena itu, dewan juri menerapkan standar penilaian yang sangat komprehensif. Aspek yang dinilai mencakup ketepatan teknik pemasangan, tingkat presisi, kualitas hasil akhir, hingga efisiensi waktu. Yang tak kalah penting, para peserta juga diwajibkan mematuhi standar keselamatan kerja (K3), membuktikan bahwa cara kerja mereka sudah memenuhi kualifikasi profesional yang aman dan tertib.
4. Tiket Emas Menuju Panggung Dunia di China

Siapa bilang keahlian memasang keramik tidak bisa membawa seseorang go-international? Babak kualifikasi di Semarang ini baru langkah awal! Rangkaian seleksi nasional ini juga akan bergulir di Jawa Timur dan Jabodetabek, dengan total sekitar 300 peserta yang siap bertarung memperebutkan tiket menuju Grand Final di Jakarta.
Nantinya, sang juara Grand Final akan mendapatkan kehormatan luar biasa untuk mewakili Indonesia di ajang Global Tiler Competition 2027 di China! Di sana, ahli pasang keramik terbaik kebanggaan Tanah Air akan diadu dengan para jagoan dari berbagai negara di Asia, Eropa, Amerika, Afrika, hingga Australia. Ini bukti nyata bahwa tenaga terampil lokal punya peluang besar untuk bersaing di pasar global!





















