Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Akui, Izinkan, Lepaskan, Cara Kelola Amarah Demi Kesehatan Mental
PT Indonesia Mental Inspirasi (IMI) mengajak dunia industri serta siswa SMA dan SMK di Kota Semarang untuk mengikuti Seminar Anger Management 101: Kelola Amarahmu untuk Kesehatan Mental Lebih Baik di Joglo Besan, Tembalang, Jumat (10/1/2025). (IDN Times/Anggun Puspitoningrum)
  • PT Indonesia Mental Inspirasi mengajak pekerja dan siswa SMA/SMK di Semarang untuk seminar Anger Management 101.
  • Peserta diajak mengenali diri sendiri secara sadar, memahami asal kemarahan, dan menyalurkan energi ke arah positif.
  • Psikolog IMI juga memberikan tips melepas emosi dengan bernafas dan melakukan peluncuran buku 'Street Fighter' karya Founder PT IMI.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Semarang, IDN Times - Kesehatan mental menjadi isu penting saat ini di masyarakat. Banyak kejadian kriminalitas yang terjadi karena kerapuhan mental seseorang.

Salah satu pemicunya adalah susahnya mengontrol emosi atau mengelola kemarahan. PT Indonesia Mental Inspirasi (IMI) mengajak dunia industri serta siswa SMA dan SMK di Kota Semarang untuk mengikuti Seminar Anger Management 101: Kelola Amarahmu untuk Kesehatan Mental Lebih Baik di Joglo Besan, Tembalang, Jumat (10/1/2025).

1. Seimbangkan intelektual dan emosi

ilustrasi mood swing (pexels.com/Sadi Hockmuller)

Psikolog Kuriake Kharismawan S.PSi, M.PSi Psikolog mengajak para pekerja dan siswa yang hadir untuk mengenal dirinya sendiri secara sadar.

‘’Kita harus menyeimbangkan diri, intelektual kita dan emosi kita. Kalau kita emosi, kita marah, itu hal yang alami sebagai manusia, namun seringkali dianggap sesuatu yang harus ditekan dan dihindari,’’ ungkap dosen Fakultas Psikologi Unika Soegijapranata Semarang itu.

Maka itu, lanjut dia, agar kemarahan tidak merusak atau menghancurkan, setiap individu perlu mengelola kemarahan. Yakni, dengan belajar memahami dari mana kemarahan itu berasal dan menyalurkan energi itu ke arah yang lebih positif.

‘’Sehingga, setiap emosi kita, marah kita, perlu kita akui, izinkan dan lepaskan. Ini agar tidak berbuntut pada stres. Sebab, jika sampai stres, ini akan memicu permasalahan lainnya, 70 persen gangguan fisik atau kesehatan ini karena stres lho,’’ terang pria yang akrab disapa Ake.

2. Setiap emosi harus dilepaskan

ilustrasi Mengelola emosi (pexels.com/markus)

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan saat mengalami emosi. Psikolog IMI, Ade Ayu Surya Ariesta, S.PSi, M.PSi, Psikolog mengatakan, setiap emosi harus dilepaskan.

‘’Emosi perlu dilepaskan agar bisa melepaskan hormon kortisol yang memicu stres. Emosi terpendam bisa ke jantung atau mengakibatkan hipertensi. Lalu, kalau emosi tidak ter-release akan membuat amarah menumpuk,’’ ujarnya.

Langkah mudah untuk melepas emosi adalah dengan bernafas. Teknik bernafas 4 2 6 bisa dilakukan saat kondisi marah atau emosi.

‘’Kalau ada pada situasi yang tidak diinginkan dan memicu emosi, coba lakukan pernafasan 4 2 6. Caranya, ambil nafas dalam empat hitungan, lalu tahan dua hitungan, dan lepaskan melalui hidung dalam enam hitungan. Setelah itu rasakan bagaimana perasaan kita,’’ kata Ade.

3. Peluncuran buku ''Street Fighter''

Founder PT Indonesia Mental Inspirasi, Drs Mohsein Saleh Badegel SH MSc meluncurkan buku berjudul ‘’Street Fighter’’. (IDN Times/Anggun Puspitoningrum)

Sementara, selain pembukaan kantor PT IMI Cabang Semarang di Joglo Besan, Tembalang, pada kesempatan tersebut juga dilakukan peluncuran buku berjudul ‘’Street Fighter’’ karya Founder PT Indonesia Mental Inspirasi, Drs Mohsein Saleh Badegel SH MSc.

Mohsein menuturkan, buku tersebut mengajak pembaca menemukan kekuatan untuk melanjutkan perjuangan. Sebab, setiap orang memiliki potensi untuk menjadi pahlawan dalam kisah hidup mereka sendiri.

"Buku ini adalah refleksi hidup yang juga pengalaman, tantangan dan perjuangan yang tidak mudah. Kami ingin mengajari kegagalan dan keterbatasan adalah bagian dari perjalanan hidup," katanya.

Editorial Team

Related Article