Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Alasan Porseni NU di Surakarta: PCNU se-Solo Raya Kalah sama Pantura
Porseni NU di Solo. (IDN Times/Larasati Rey)

Surakarta, IDN Times - Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) Nahdlatul Ulama (NU) sebagai salah satu rangkaian kegiatan Hari Lahir (Harlah) 1 Abad NU dibuka di GOR Sritex Arena, Solo, Senin (16/1/2023). Ajang kompetisi olahraga yang diikuti oleh santri NU seluruh Indonesia itu digelar selama satu minggu ke depan.

1. Diikuti oleh mahasiswa, pelajar, santri NU

Porseni Nu di Solo. (Dok/Humas Porseni NU)

Ketua Panitia Porseni NU 2023, Nusron Wahid mengtakan, seluruh peserta atau atlet berasal dari Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) se-Indonesia, yang dari mahasiswa, pelajar, dan santri. Mereka akan bertanding di tujuh perlombaan Porseni NU 2023.

"Cabang olahraga yang tandingkan di antaranya terdiri dari empat cabang olahraga yaitu sepak bola, bulu tangkis, bola voli, dan pencak silat," ujarnya Senin (16/1/2023).

Total atlet yang mengikuti Porseni NU mencapai 3.467 orang. Nusron menyebutkan, apabila ditotal dengan tim ofisial, penonton, dan tamu undangan yang hadir berjumlah 6.894 orang.

2. Ada perlombaan kesenian

Lomba Porseni NU di Solo. (IDN Times/Larasati Rey)

Pada lomba bulu tangkis ada pertandingan tunggal dan ganda putra-putri kategori mahasiswa dan pelajar, serta santri khusus putra. Selanjutnya pencak silat mempertandingkan kelas A, B, C, dan D, serta dua seni.

"Sepak bola dengan kategori pelajar, mahasiswa, dan santri. Lalu bola voli putra-putri kategori pelajar dan mahasiswa, serta santri khusus putra," ucap.

Selain olahraga, Porseni NU melombakan kesenian, meliputi musabaqah tilawatil Qur'an (MTQ), musabaqah hifdzil Qur'an (MHQ), dan hifdzul alfiyah (menghafal kitab alfiyah).

Adapaun, venue yang digunakan dalam Porseni NU antara lain berada di GOR FKOR UNS, Stadion Mini Surakarta di Ngemplak, Asrama Haji Donohudan, Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Surakarta, halaman Pura Mangkunegran, dan GOR Sritex Arena.

3. Solo mempunyai venue pertandingan yang lengkap

Porseni NU di Solo. (IDN Times/Larasati Rey)

Nusron menambahkan, Porseni NU 2023 sengaja memilih Kota Solo dengan sejumlah pertimbangan. Antara lain ingin menggiatkan aktivitas PCNU se-Solo Raya, yang meliputi yakni Kota Surakarta, Kabupaten Karanganyar, Kabupaten Sragen, Kabupaten Wonogiri, Kabupaten Sukoharjo, Kabupaten Klaten, dan Kabupaten Boyolali.

Menurutnya, PCNU-PCNU yang ada d wilayah tersebut masih kurang terlihat geliat kegiatannya karena faktor perbedaan latar belakang struktur kebudayaan dan kultur masyarakat.

“Kami ingin NU di Solo Raya itu lebih giat. Lebih banyak dikasih kesempatan agar lebih sering konsolidasi, sehingga syiarnya NU di Solo Raya lebih menyebar. Supaya tidak ketinggalan dengan NU di kawasan Pantura (Pantai Utara),” jelasnya.

Pertimbangan PBNU menempatkan gelaran Porseni NU 2023 di Solo adalah karena memiliki akses paling mudah di Jawa Tengah. Kemudahan akses itu, menurut Nusron, akan memudahkan para peserta dari Indonesia Timur.

Traffic (lalu lintas) penerbangan juga lebih bagus di Solo, (penerbangan) Medan ke Semarang tidak ada, tapi Medan ke Solo ada. Lalu, Lampung ke Solo ada. Kita melihat (Kota Solo) nyaman, makanannya enak dan murah. Venue-nya lebih banyak. Di samping memang Solo ini kota bersejarah,” pungkasnya.

Solo dipilih sebagai lokasi Porseni NU 2023 atas pertimbangan sejarah, yakni kota yang digunakan untuk ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) pertama kali pada tahun 1948.

4. Porseni NU dinilai miliki dampak positif untuk Solo

Walikota Solo, Gibran Rakabuming. (IDN Times/Larasati Rey)

Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka merespons positif gelaran Porseni NU di Solo yang berlangsung pada 15--22 Januari 2023.

Gibran menyebut, perhelatan Porseni NU 2023 itu berdampak bagi warga Kota Solo, baik yang datang sekadar melihat pertandingan dan yang terlibat dalam Porseni NU.

"Ya bagus. Semuanya kecipratan, banyak pendatang. Apalagi ini kan acaranya lama sampai satu mingguan lebih, (sehingga punya) multiplier effect (dampak) luar biasa sekali," pungkas Gibran.

Editorial Team

Related Article