Sudah berkali-kali dibohongi, disakiti secara emosional, atau bahkan dikhianati, tapi anehnya pikiran tetap saja tertuju pada mantan kekasih? Secara logika, logisnya kita harus membenci dan menjauh dari orang yang sudah memberi luka mendalam. Namun pada kenyataannya, melepaskan seseorang yang toxic justru sering kali terasa puluhan kali lebih berat.
Kondisi ini bukanlah tanda bahwa kamu lemah atau bucin tak tertolong! Ada penjelasan ilmiah dan mekanisme psikologis yang sangat kompleks di balik fenomena ini. Yuk, bedah alasan psikologis kenapa otak kita susah move on dari mantan meski sudah disakiti!
