Pernah nggak sih, lagi buru-buru membelah jalanan Semarang eh malah diarahkan Google Maps masuk ke gang sempit, putar balik tak jelas di Simpang Lima, atau justru disuruh menerobos perbaikan jalan di Kaligawe? Pengalaman nyasar gara-gara navigasi digital memang bikin emosi dan membuang waktu.
Apalagi dengan kontur Kota Atlas yang bervariasi—mulai dari pesisir hingga tanjakan curam di kawasan Gombel atau Gunungpati—akurasi GPS jadi kunci utama. Biar kamu tidak di-prank aplikasi navigasi lagi saat keliling kota, yuk simak empat langkah praktis mengatasinya berikut ini!
