Pernahkah kamu merasa geregetan melihat teman yang hobi flexing liburan dan nongkrong di kafe aesthetic lewat Instagram Story, tapi mendadak amnesia dan susah dihubungi saat ditagih utang? Keresahan harian ini rasanya sudah menjadi rahasia umum di lingkungan pertemanan masa kini. Niat hati ingin menolong saat mereka kesusahan, eh ujung-ujungnya malah kita yang harus ngemis-ngemis minta uang sendiri dikembalikan.
Dalam kacamata fikih Islam, urusan utang-piutang bukanlah sekadar masalah nominal uang, melainkan urusan hak antar sesama manusia (Haqqul 'Adami). Berbeda dengan dosa kepada Allah yang bisa dihapus lewat tobat nasuha, dosa terkait hak manusia tidak akan pernah dimaafkan sampai pihak yang dirugikan memberikan keikhlasannya. Biar temanmu yang hobi ngeles itu sadar, yuk simak bahaya mengerikan menunda utang padahal mampu menurut syariat Islam!
