Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Bahasa Tubuh Anabul: Kenapa Kucing Suka Menggosokkan Kepala ke Kaki Kita?
ilustrasi kucing menatap pemiliknya (unsplash.com/NON)
  • Menggosokkan kepala (bunting) adalah ritual komunikasi alami untuk menandai pemilik sebagai anggota keluarga yang aman dan terpercaya.

  • Kucing menyebarkan feromon dari kelenjar aroma di wajahnya sekaligus mengumpulkan informasi jejak aroma dari tempat yang baru saja kita kunjungi.

  • Tindakan ini menandakan kepercayaan mendalam, ungkapan kasih sayang, hingga taktik cerdik untuk meminta perhatian atau makanan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Kucing suka menggosokkan kepala ke kaki kita saat kita pulang. Ia menaruh bau tubuhnya supaya kita jadi keluarga yang aman baginya. Kucing juga mencium bau dari luar pada kita. Ia melakukan ini karena sayang dan percaya. Kadang-kadang, kucing juga mau minta dielus, diajak main, atau diberi makan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Baru saja melangkah masuk ke rumah, tiba-tiba kucing kesayangan langsung berlari mendekat dan menyenggolkan kepalanya ke betik atau pergelangan kaki kita. Gerakan menggemaskan ini sering kali disertai dengan dengkuran halus dan ekor yang terangkat tegak.

Di balik perilakunya yang manis, aksi yang dikenal dengan istilah sains bunting ini bukanlah sekadar usaha mencari perhatian biasa. Ada ritual komunikasi psikologis dan biologis yang cukup rumit di dunia kucing, guys! Yuk, bongkar alasan ilmiah di balik kebiasaan unik anabul yang satu ini!

1. Menandai dan Mengklaim Kamu Sebagai "Hak Milik"

ilustrasi kucing (magnific.com/wirestock)

Kucing adalah hewan teritorial yang memahami lingkungan sekitarnya melalui indra penciuman. Di area wajahnya, terdapat kelenjar khusus yang menghasilkan zat kimia tak kasatmata bernama feromon.

Saat menggosokkan pipi atau dahi ke kaki kita, mereka sedang menempelkan aroma tubuhnya untuk menciptakan aroma kelompok. Bau ini menjadi tanda bagi hewan lain bahwa kamu adalah bagian dari kelompoknya yang aman. Jika kamu baru pulang dari luar rumah membawa bau asing, mereka akan segera menggosokkan kepalanya kembali untuk menghapus bau luar tersebut.

2. Membaca "Laporan Aroma" Perjalananmu

ilustrasi kucing peliharaan (unsplash.com/Hadley Woodall)

Proses bunting bekerja secara dua arah. Selain menempelkan aromanya sendiri, kucing juga menggunakan hidungnya yang sangat sensitif serta organ khusus bernama organ Jacobson (di langit-langit mulutnya) untuk menganalisis partikel mikroskopis yang menempel di celanamu.

Lewat gestur ini, anabul sebenarnya sedang membaca "laporan aroma" mengenai tempat-tempat mana saja yang baru kamu kunjungi, aroma udara luar, hingga jejak hewan lain yang sempat kamu elus sepanjang hari.

3. Ungkapan Kasih Sayang dan Kepercayaan Total

ilustrasi kucing peliharaan (unsplash.com/Tatyana Rubleva)

Di dunia kucing, serudukan kepala dan gesekan pipi hanya diberikan kepada sesama anggota kelompok yang dianggap sebagai sekutu dekat atau keluarga.

Area kepala merupakan salah satu bagian tubuh yang paling rentan bagi seekor predator kecil. Ketika kucing mengarahkan dahinya terlebih dahulu ke arah kaki atau tubuhmu, mereka sedang menunjukkan rasa percaya mutlak. Ini adalah pesan implisit bahwa mereka merasa sangat aman dan terlindungi di dekatmu.

4. Taktik Cerdik Meminta Perhatian atau Makanan

ilustrasi kucing sayang babu (pexels.com/Ruca Souza)

Kucing adalah hewan yang sangat cerdas dalam memahami hubungan sebab-akibat. Mereka tahu betul bahwa setiap kali menggosokkan kepala ke kaki pemiliknya, respon yang didapat adalah elusan hangat, suara lembut, atau bahkan camilan lezat.

Begitu berhasil merekam pola ini di otaknya, mereka akan menggunakan gerakan bunting sebagai senjata ampuh nan sopan saat ingin meminta makanan, mengajak bermain, atau sekadar menagih perhatian.

5. Mengenal Lokasi Kelenjar Aroma Wajah Kucing

ilustrasi seekor kucing manja dengan pemiliknya (istockphoto.com/Konstantin Aksenov)

Saat menggosokkan wajahnya, kucing biasanya melakukan gerakan mengalir dari dagu, pipi, hingga ke sudut telinga untuk memaksimalkan pelepasan feromon dari beberapa titik kelenjar utama:

  • Kelenjar Temporal (Temporal Glands): Terletak di pelipis atau area depan telinga.

  • Kelenjar Perioral (Perioral Glands): Terletak di sudut mulut dan bibir.

  • Kelenjar Sebasea (Sebaceous Glands): Terkonsentrasi padat di area dagu dan rahang bawah.

6. Perbedaan Usapan Lembut dan Tandukan Mantap (Headbutt)

Ilustrasi kucing (pixabay.com/biubiubiu23333)

Tidak semua gesekan kepala memiliki intensitas yang sama. Usapan lembut dari samping biasanya merupakan sapaan santai atau tukar aroma harian saat kamu baru tiba di rumah.

Namun, jika anabul menandukkan dahinya dengan cukup bertenaga (allorubbing), itu adalah bentuk ikatan emosional tingkat tinggi. Di koloni kucing, tindakan menandukkan kepala secara mantap ini umumnya diinisiasi oleh anggota yang paling dominan atau percaya diri untuk menyatukan seluruh anggota kelompok.

Aksi menggosokkan kepala ke kaki kita adalah gabungan antara insting naluriah, bahasa kasih sayang, dan cara unik kucing mengklaim kita sebagai keluarga besarnya. Mengusap balik kepala atau memberikan respon lembut saat mereka melakukan bunting akan semakin mempererat ikatan batin antara kamu dan anabul kesayangan.

Curated For You

Editorial Team

Related Article