Klaten, IDN Times — Tradisi sebaran apem Yaa Qowiyyu di Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, selalu sukses memikat puluhan ribu pengunjung setiap tahunnya. Berada di tengah riuh ribuan warga yang bersiap berebut apem dari atas menara oro-oro Tarwiyah, pernahkah kamu bertanya-tanya mengapa puncak tradisi sakral ini selalu digelar pada hari Jumat, tepat setelah ibadah Salat Jumat?
Ternyata, penetapan waktu puncak ritual peninggalan ulama besar abad ke-17, Ki Ageng Gribig, ini memiliki alasan historis, filosofis, dan spiritual yang sangat mendalam.
Yuk, intip alasan di balik pemilihan hari Jumat sehabis Salat Jumat untuk Puncak Yaa Qowiyyu ala IDN Times berikut ini, Lur!
