Surakarta, IDN Times — Saat melancong ke Kota Surakarta (Solo), kamu mungkin sering menemukan nama-nama wilayah pemukiman yang terdengar unik, seperti Kepatihan, Mangkubumen, Danukusuman, Pajang, atau Kemlayan. Bila dicermati lebih mendalam, sebagian besar kampung kuno di Solo diapit oleh imbuhan pe-/-an atau diakhiri dengan sufiks -an.
Keberadaan struktur penamaan ini bukanlah tanpa alasan. Pola tersebut merupakan jejak pembagian tata ruang kota dan penataan strata sosial yang dibentuk oleh Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat sejak abad ke-18.
Berikut rahasia sejarah tersembunyi di balik maraknya nama kampung berakhiran -an di Kota Solo:
