Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Baru Gajian Jangan Foya-foya! 5 Trik Rahasia Cegah Tagihan Listrik Melonjak di Cuaca Panas
ilustrasi cek colokan listrik (freepik.com/freepik)
  • Cuaca panas dapat menaikkan tagihan listrik karena penggunaan AC, kipas, dan kulkas meningkat, sehingga pengeluaran setelah gajian perlu dikontrol.
  • Atur AC pada 24–25°C, gunakan timer dini hari, dan kombinasikan dengan kipas berkecepatan rendah agar udara dingin merata tanpa menambah beban daya.
  • Bersihkan filter AC serta kondensor kulkas, tutup tirai siang hari, dan cabut perangkat standby untuk mengurangi konsumsi listrik tersembunyi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
musim kemarau

Cuaca panas dapat meningkatkan penggunaan AC, kipas angin, dan beban kerja kulkas sehingga tagihan listrik berisiko membengkak.

pukul 03.00 atau 04.00 pagi

Timer AC disarankan diatur agar perangkat mati ketika suhu udara luar mulai mendingin.

pagi hingga sore hari

Tirai tebal atau blackout curtain disarankan menutup jendela untuk menghalau radiasi panas matahari.

2 minggu sekali

Filter AC disarankan dibersihkan dari debu agar aliran udara tidak tersumbat dan konsumsi listrik lebih efisien.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Lima langkah penghematan listrik disampaikan untuk mencegah tagihan meningkat saat cuaca panas, meliputi pengaturan AC, penggunaan kipas, perawatan perangkat, penutupan tirai, dan pencabutan colokan.
  • Who?
    Pengguna listrik rumah tangga, terutama yang memakai AC, kipas angin, kulkas, televisi, pengisi daya ponsel, dispenser, dan microwave.
  • Where?
    Di rumah atau ruang dalam yang menggunakan perangkat pendingin dan peralatan elektronik, dengan Semarang disebut sebagai lokasi penyampaian informasi.
  • When?
    Saat cuaca panas atau musim kemarau, terutama ketika penggunaan AC, kipas angin, dan kulkas meningkat setelah menerima gaji bulanan.
  • Why?
    Cuaca panas dapat membuat AC dan kulkas bekerja lebih berat, sementara perangkat dalam kondisi siaga tetap memakai listrik dan berpotensi menaikkan tagihan.
  • How?
    AC diatur 24–25°C dengan timer, dipadukan kipas, filter AC serta kondensor kulkas dibersihkan, tirai ditutup siang hari, dan colokan perangkat yang tidak digunakan dicabut.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Saat baru gajian, orang diingatkan jangan cepat habiskan uang karena cuaca panas bisa membuat listrik mahal. AC, kipas, dan kulkas bekerja lebih keras. Supaya hemat, AC bisa diatur 24 sampai 25 derajat, pakai kipas, bersihkan AC dan kulkas, tutup tirai, lalu cabut colokan yang tidak dipakai.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di tengah cuaca panas yang meningkatkan penggunaan perangkat pendingin, pengelolaan listrik sehari-hari dapat menjadi ruang penghematan yang konkret. Pengaturan AC pada suhu ideal, pemanfaatan timer dan kipas, perawatan perangkat, penghalauan panas matahari, serta penghentian daya siaga memberi cara praktis untuk menjaga kenyamanan tanpa membiarkan tagihan terlalu membebani gaji bulanan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Semarang, IDN Times — Momen gajian memang selalu disambut dengan sukacita. Rasa lelah setelah bekerja sebulan penuh seolah terbayar tuntas saat saldo di rekening bertambah. Namun, euforia gajian kerap kali membuat kita terlena hingga lupa mengontrol pengeluaran, terutama untuk biaya tagihan bulanan.

Salah satu "musuh tak terlihat" yang sering menguras dompet usai gajian di musim kemarau adalah tagihan listrik yang membengkak. Cuaca panas ekstrem kerap memaksa kita menyalakan pendingin ruangan (AC) dan kipas angin nonstop, serta membuat kulkas bekerja ekstra keras.

Agar uang gajianmu tak menumpang lewat hanya untuk membayar listrik, yuk intip 5 trik rahasia cegah tagihan listrik melonjak di cuaca panas ala IDN Times berikut ini, Lur!

1. Set Suhu AC di Angka Ideal 24–25°C dan Manfaatkan Fitur Timer

menyetel suhu ac (vecteezy.com/Piman Khrutmuang)

Kesalahan paling umum saat cuaca sedang terik adalah menyetel suhu AC langsung di angka terendah, yaitu 16°C. Cara ini justru membuat kompresor AC bekerja ekstra keras dan menyedot daya listrik sangat tinggi demi mencapai suhu tersebut.

Suhu Ideal: Atur suhu AC pada kisaran 24°C hingga 25°C. Angka ini sudah cukup sejuk untuk iklim tropis dan jauh lebih hemat energi.

Gunakan Timer: Pasang fitur timer agar AC otomatis mati pada dini hari (misalnya pukul 03.00 atau 04.00 pagi) saat suhu udara luar mulai mendingin secara alami.

2. Kombinasikan Kipas Angin dengan AC untuk Sirkulasi Maksimal

ilustrasi memakai kipas angin (pexels.com/MART PRODUCTION)

Dibandingkan menurunkan suhu AC hingga paling dingin, memadukan AC dan kipas angin justru jauh lebih efektif dan hemat biaya.

Cara Kerja: Kipas angin mengonsumsi daya listrik yang jauh lebih kecil ketimbang AC. Dengan menyalakan kipas angin berkecepatan rendah saat AC menyala di suhu 25°C, hembusan udara dingin akan tersebar lebih cepat dan merata ke seluruh sudut ruangan.

Hemat Daya: Kamu bisa merasakan sensasi ruangan yang 2–3 derajat lebih dingin tanpa perlu menurunkan setelan suhu pada remote AC.

3. Bersihkan Filter AC dan Kumparan Kulkas Secara Berkala

membersihkan filter AC (vecteezy.com/Panchita Chotthanawarapong)

Perangkat elektronik yang kotor harus bekerja dua kali lebih berat untuk menghasilkan kinerja pendinginan yang sama, yang berujung pada peningkat energi listrik.

Filter AC: Bersihkan filter AC setidaknya 2 minggu sekali dari debu yang menumpuk agar aliran udara tidak tersumbat.

Kulkas: Sapu dan bersihkan debu pada kondensor (kumparan di bagian belakang atau bawah kulkas). Selain itu, hindari memasukkan makanan atau minuman panas langsung ke dalam kulkas karena akan memicu mesin pendingin bekerja secara berlebihan.

4. Tutup Rapat Tirai dan Jendela di Siang Hari

ilustrasi tirai jendela berbahan kain linen (freepik/topntp26)

Paparan sinar matahari langsung yang masuk lewat jendela kaca dapat meningkatkan suhu di dalam ruangan secara drastis (greenhouse effect).

Gunakan Blackout Curtain: Tutup jendela menggunakan tirai tebal atau blackout curtain pada pagi hingga sore hari untuk menghalau radiasi panas matahari.

Beban Pendingin Berkurang: Dengan menjaga suhu ruangan tetap stabil dan tidak terlalu panas, kerja AC atau kipas angin saat dinyalakan tidak akan terlalu berat.

5. Cabut Colokan Elektronik yang Tidak Digunakan (Phantom Load)

ilustrasi colokan listrik (unsplash.com/Clint Patterson)

Tahukah kamu bahwa peralatan elektronik yang tetap tercolok ke stopkontak dalam keadaan mati (standby) tetap menyedot aliran listrik? Fenomena ini dikenal sebagai phantom load atau vampire power.

Perangkat Rawan: TV, pengisi daya ponsel (charger), dispenser air, hingga microwave.

Solusi Praktis: Biasakan mencabut colokan setelah digunakan, atau gunakan stopkontak sakelar agar kamu bisa mematikan aliran listrik ke beberapa perangkat sekaligus hanya dengan satu tombol.

Curated For You

Editorial Team

Related Article