Semarang, IDN Times - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memperkuat promosi pariwisata di pasar internasional. Upaya tersebut dilakukan melalui partisipasi dalam Bali & Beyond Travel Fair (BBTF) 2026 yang berlangsung di Nusa Dua, Bali.
Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Disbudparekraf) Jawa Tengah memfasilitasi pelaku industri pariwisata daerah untuk mengikuti Travel Exchange (Travex), dan bertemu langsung dengan buyer dari berbagai negara.
Kepala Disbudparekraf Jawa Tengah, Hanung Triyono mengatakan, keikutsertaan dalam BBTF menjadi langkah strategis untuk memperluas akses pasar internasional, sekaligus memperkuat promosi destinasi unggulan.
"BBTF merupakan platform yang efektif untuk mempertemukan pelaku industri pariwisata Jawa Tengah, dengan buyer internasional yang memiliki jaringan distribusi wisatawan di berbagai negara. Melalui ajang ini, kami ingin memperluas pasar, meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara, sekaligus membuka peluang kerja sama yang berkelanjutan, bagi pelaku usaha pariwisata daerah," ujar Hanung, Minggu (31/5/2026).
Dalam ajang business to business (B2B), seller asal Jawa Tengah tercatat melakukan sekitar 80 pertemuan bisnis dengan buyer dari berbagai negara, mulai Asia Tenggara, Asia Timur, Australia, Eropa, hingga Timur Tengah.
Menurut Hanung, sejumlah destinasi unggulan Jawa Tengah mendapat respons positif dari buyer internasional. Kawasan Borobudur, Karimunjawa, Solo Raya, dan Kota Semarang, menjadi destinasi yang paling banyak diminati.
"Bahkan ada buyer yang tertarik konsep Java Experience, yaitu paket wisata yang menggabungkan Borobudur, Karimunjawa, Solo Raya, dan Semarang dalam satu rangkaian perjalanan. Konsep ini menawarkan perpaduan wisata budaya, sejarah, gastronomi, bahari, dan pengalaman berbasis masyarakat, yang saat ini banyak dicari wisatawan mancanegara," jelasnya.
