Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Belasan Rumah Rusak Akibat Longsor di Boyolali
Ilustrasi tanah longsor. (IDN Times/Aditya Pratama)

Boyolali, IDN Times - Longsor terjadi di Boyolali pada Minggu (23/2/2024) malam, akibatnya sebelas rumah di Kabupaten Boyolali dilaporkan mengalami kerusakan, selain itu longsor juga mengakibatkan warga mengalami luka-luka akibat tertimpa material.

1. Sebanyak 11 rumah dilaporkan mengalami kerusakan

ilustrasi tanah longsor (pexels.com/Franklin Peña Gutierrez)

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Boyolali Suratno mengatakan sementara ini ada sebelas rumah yang dilaporkan rusak akibat tanah longsor.

Enam rumah yakni di Desa Senden yang mengalami kerusakan cukup parah, sedangkan lima lagi di Desa Kembangkuning. "Kejadiannya bertubi-tubi mulai pukul 19.00 hingga 21.00 WIB," katanya dilansir dari Antara.

Akibat kejadian tersebut ada sebanyak empat jiwa yang mengungsi, sedangkan yang lain masih memilih bertahan di rumah masing-masing. "Selain itu ada warga yang tertimpa material tapi luka ringan, ini masih perawatan di RSUD Pandan Arang," katanya.

2. Longsor menutup jalur SSB dan Cepogo-Ampel

Ilustrasi longsor. (IDN Times/Sukma Shakti)

Sementara itu, tanah longsor juga menutup total jalur Solo-Selo-Borobudur (SSB). Sedangkan di jalur Cepogo-Ampel juga mengalami longsor di enam titik.

"Yang kena longsor termasuk jalur menuju Desa Kembangkuning, karena akses masuk desa ini jalur utama Cepogo-Jeruk, Selo tidak bisa dilewati secara lancar. Makanya asesmen belum dilakukan di Kembangkuning, nanti setelah Desa Senden selesai," katanya.

3. Turunkan ekskavator untuk membuka akses jalan

Backhoe loader (pexels.com/Action Construction Equipment Ltd. - ACE)

Ia mengatakan sampai saat ini BPBD Kabupaten Boyolali telah menerjunkan ekskavator untuk membuka akses jalan. Untuk proses evakuasi sampai dengan saat ini masih terus dilakukan mengingat banyaknya laporan kejadian tanah longsor.

Editorial Team

Related Article