Semarang, IDN Times - Perasaan haru biru terasa saat pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) hari pertama di SDN Purwoyoso 01 Kecamatan Ngaliyan Semarang.
Betapa tidak, di saat sekolah-sekolah lain tampak riuh dengan suara ceria para siswa baru, di SDN Purwoyoso 01 justru kelihatan sepi.
Musababnya jumlah siswa baru di sekolahan tersebut hanya tiga anak. Ketiga siswa ini memilih tetap teguh bersekolah di SDN Purwoyoso 01 lantaran tak punya pilihan lain.
Kepala SDN Purwoyoso 01, Hajar Ristianni mengakui jumlah siswa barunya cuma tiga anak lantaran terbentur letak topografi sekolahnya yang minim populasi anak sekolah.
Yang ada justru wilayah zonasi SDN Purwoyoso 01 didominasi warga lanjut usia. Ia menduga bahwa karena adanya program KB yang berhasil di wilayah Purwoyoso membuat jumlah anak usia dini yang bersekolah menjadi menyusut drastis.
"Ini mungkin juga termasuk keberhasilan program KB dua anak cukup,” kata Hajar.
