Biksu Thudong Singgah di Pura Mangkunegaran Solo Disambut Gusti Bhre

- Sebanyak 57 biksu dari empat negara disambut hangat oleh KGPAA Mangkunegara X di Pura Mangkunegaran Solo dalam perjalanan spiritual menuju Candi Borobudur untuk perayaan Waisak.
- Bante Tejapunno Mahathera mengajak masyarakat menjaga pikiran positif, menebar kebaikan, serta mendoakan kelancaran perjalanan rombongan hingga tiba di Borobudur dengan selamat dan sehat.
- Kunjungan para biksu menjadi ajang napak tilas hubungan budaya Mangkunegaran dan Kerajaan Thailand, sekaligus mempererat persaudaraan antarbangsa melalui nilai keharmonisan dan perdamaian.
Surakarta, IDN Times - Sebanyak 57 biksu dari empat negara yakni Laos, Myanmar, Thailand, dan Indonesia mendapat sambutan hangat dari keluarga besar Mangkunegaran dan Pemerintah Kota Solo, Sabtu (23/5/2026), dalam rangkaian perjalanan spiritual menuju Candi Borobudur untuk menyambut Hari Tri Suci Waisak.
Rombongan tiba sekitar pukul 15.34 WIB setelah berjalan dari Vihara Dhamma Sundara di kawasan Pucangsawit, Jebres. Sebagian biksu berjalan kaki, sementara lainnya menggunakan bus menuju kompleks Mangkunegaran.
Sesampainya di lokasi, para biksu berjalan berbaris memasuki area pendopo. Mereka disambut langsung oleh KGPAA Mangkunegara X atau Gusti Bhre yang mengenakan beskap hijau di Pendopo Ageng.
1. Disambut Tari Gambyong di Pendopo Ageng

Suasana penyambutan berlangsung khidmat sekaligus hangat. Setelah para biksu duduk di tempat yang telah disediakan, acara dibuka dengan penampilan tari Gambyong yang dibawakan lima penari.
Perwakilan biksu dari Indonesia, Bante Tejapunno Mahathera, menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diberikan pihak Mangkunegaran dan Pemkot Solo selama perjalanan berlangsung.
“Terima kasih untuk semua sarana fasilitas yang diberikan semenjak kami memasuki area Keraton, dan juga tentunya harapan kami semua para biksu yang hadir juga membawa manfaat bagi semuanya,” katanya dalam sambutannya di Pura Mangkunegaran, Sabtu (23/5/2026).
Ia juga meminta doa agar perjalanan menuju Borobudur berjalan lancar dan seluruh rombongan tetap sehat hingga tujuan akhir.
“Kami juga memohon doanya supaya perjalanan nanti dari tempat ini untuk melanjutkan sampai di Candi Agung Borobudur bisa berjalan dengan selamat, dengan kondisi yang sehat. Sekali lagi kami sampaikan banyak terima kasih juga yang tidak terhingga kepada Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Agama, juga TNI-Polri yang telah mengawal perjalanan ini dengan baik, dengan aman,” ungkapnya.
2. Seruan perdamaian dan pikiran positif

Dalam sambutannya, Bante Tejapunno Mahathera juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga pikiran positif serta menebarkan kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami selalu juga menyerukan supaya kita semuanya senantiasa berpikir jernih, berpikir dengan positif, bertutur kata dengan bijak, berperilaku dengan bajik, untuk manfaat kebaikan, kebahagiaan yang menjadi harapan kita semua. Semoga kebajikan yang kita lakukan ini juga selain membawa manfaat bagi diri sendiri, juga membawa manfaat bagi lingkungan, bagi masyarakat, bagi bangsa, negara, dan bahkan bagi perdamaian dunia,” pungkasnya.
Sementara itu, KGPAA Mangkunegara X mengaku merasa terhormat dapat menerima kunjungan para biksu dari Malaysia, Laos, Thailand, dan Indonesia di Pura Mangkunegaran.
“Yang Mulia para bhante, para tamu yang kami hormati dari Malaysia, Laos, Thailand, dan Indonesia. Merupakan suatu kehormatan bagi kami untuk menyambut Anda sekalian di kota kami, Kota Solo, di Pura Mangkunegaran, dalam rangkaian perjalanan suci ini sebagai persiapan menyambut perayaan Waisak,” terangnya.
Menurutnya, perjalanan spiritual para biksu yang melintasi berbagai daerah menjadi simbol keteguhan sekaligus pesan perdamaian.
“Atas nama masyarakat Solo, kami menyampaikan rasa hormat dan takzim yang setinggi-tingginya kepada para biksu yang terhormat atas dedikasi dan keteguhan yang tak tergoyahkan dalam menjalankan perjalanan spiritual yang panjang ini. Mulai dari Denpasar, melintasi pulau, kota-kota, dan desa-desa, hingga akhirnya tiba di Surakarta hari ini,” pungkasnya.
3. Napak tilas hubungan Mangkunegaran dan Thailand

Dalam kunjungan tersebut, para biksu juga diajak berkeliling area Pura Mangkunegaran. Mangkunegara X secara khusus memperlihatkan sejumlah peninggalan bersejarah yang berkaitan dengan hubungan Mangkunegaran dan Kerajaan Thailand di masa lalu.
“Tadi ada kebetulan karena banyak yang juga dari Thailand, jadi tadi juga melihat beberapa peninggalan-peninggalan dari hubungan Mangkunegaran dulu dengan Kerajaan Thailand,” jelasnya usai menyambut para Biksu, Sabtu (23/5).
Menurut Gusti Bhre, momen tersebut menjadi ruang untuk mempererat kembali hubungan budaya dan persaudaraan antarbangsa yang telah terjalin sejak lama.
“Jadi di sini juga mempertemukan tali silaturahmi juga, dari hubungan yang sudah sangat lama. Jadi, ya ini hari ini penuh dengan persaudaraan, dengan hubungan kebudayaan, dan dari itu semua ya ini suatu bentuk keharmonisan yang untuk saya sangat luar biasa,” pungkasnya.
Ia bersama keluarga besar Mangkunegaran dan para abdi dalem juga turut mendoakan agar perjalanan para biksu menuju Borobudur berjalan aman dan lancar.
“Kami merasa sangat bangga, terhormat, dan bahagia juga tentunya. Dan tentunya saya dan seluruh keluarga Mangkunegaran, abdi dalem, mendoakan agar perjalanan menuju Borobudur juga disertai dengan aman, lancar, dan terlebih dari itu semua membawa berkat bagi seluruh umat dan masyarakat,” ucapnya.

















