Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
BMKG Ungkap Abu Vulkanik Anak Krakatau Setinggi 15 Ribu Fit Lewati Jateng
Abu Vulkanik menempel di kendaraan (Foto: Istimewa)
  • BMKG Ahmad Yani memastikan abu vulkanik erupsi Anak Krakatau tidak mencapai Semarang maupun Jawa Tengah, karena bergerak pada ketinggian 15–50 ribu kaki ke barat daya menuju Samudra Hindia.
  • Brebes dan Cilacap juga dilaporkan tidak terdampak. Berdasarkan citra satelit, dampak abu vulkanik sejauh ini dirasakan warga di Lampung dan Jabodetabek.
  • BMKG mengingatkan Bandara Ahmad Yani meningkatkan kewaspadaan karena abu vulkanik berbahaya bagi mesin pesawat; sejumlah penerbangan tertunda dan Semarang disiapkan sebagai bandara alternatif.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
7 September 2026

BMKG Ahmad Yani Semarang memastikan abu vulkanik erupsi Anak Krakatau tidak berdampak pada Jawa Tengah karena bergerak ke barat daya menuju Samudera Hindia. Brebes dan Cilacap juga tidak terdampak.

sejauh ini

Berdasarkan pengamatan citra satelit, dampak abu vulkanik Krakatau dirasakan warga Lampung dan Jabodetabek.

saat ini

Sejumlah maskapai menunda keberangkatan akibat bahaya abu vulkanik bagi penerbangan. BMKG mengobservasi potensi gangguan dan bersiap menjadikan Bandara Ahmad Yani sebagai bandara alternatif.

kini

BMKG melakukan observasi dan analisis terkait gunung berapi, sementara hasil analisis lebih lanjut akan disampaikan tim meteorologi di Cengkareng dan Makassar.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Erupsi Gunung Anak Krakatau menghasilkan abu vulkanik pada ketinggian sekitar 15 ribu hingga 50 ribu kaki, dengan potensi gangguan penerbangan.
  • Who?
    BMKG Meteorologi Ahmad Yani Semarang, Giyarto, BMKG Geofisika Banjarnegara, Heri Susanto Wibowo, pengelola Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang, serta maskapai penerbangan terlibat dalam pemantauan dan kewaspadaan.
  • Where?
    Abu bergerak ke arah barat daya menuju Samudera Hindia. Jawa Tengah, termasuk Semarang, Brebes, dan Cilacap, tidak terdampak; dampak terpantau di Lampung dan Jabodetabek.
  • When?
    BMKG Ahmad Yani Semarang menyampaikan kondisi tersebut pada Senin, 7 September 2026. Observasi potensi gangguan abu vulkanik masih berlangsung hingga saat ini.
  • Why?
    Jawa Tengah tidak terdampak karena arah hembusan abu vulkanik menuju barat daya ke Samudera Hindia. Kewaspadaan bandara ditingkatkan karena abu vulkanik berbahaya bila masuk ke mesin pesawat.
  • How?
    BMKG memantau citra satelit serta melakukan observasi dan analisis gunung api. Bandara Ahmad Yani diminta waspada dan bersiap menjadi bandara alternatif setelah sejumlah penerbangan mengalami penundaan atau pembatalan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Gunung Anak Krakatau meletus dan mengeluarkan abu tinggi sekali. Abu itu terbang ke barat daya menuju laut, jadi Jawa Tengah tidak kena. Orang di Lampung dan Jabodetabek merasakan abunya. BMKG tetap melihat keadaan. Pesawat harus hati-hati karena abu bisa masuk mesin pesawat dan berbahaya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Pemantauan BMKG menunjukkan Jawa Tengah, termasuk Semarang, Brebes, dan Cilacap, masih berada di luar jalur sebaran abu vulkanik Krakatau. Kepastian ini memberi ruang bagi warga dan pengelola layanan setempat untuk tetap tenang, sementara observasi berkelanjutan serta kesiapan Bandara Ahmad Yani sebagai alternatif mencerminkan langkah antisipatif yang terukur.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Semarang, IDN Times - Stasiun BMKG Meteorologi Ahmad Yani Semarang memastikan abu vulkanik yang berhembus dari erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) tidak akan menimbulkan dampak apapun bagi wilayah Jawa Tengah

Para petugas BMKG Ahmad Yani menyatakan wilayah Jawa Tengah tidak terkena dampak erupsi Krakatau karena abu vulkanik mengarah ke arah barat raya.

"Kami memastikan debu dari abu vulkanik tidak sampai ke wilayah Semarang dan Jawa Tengah keseluruhan karena ketinggian dari hembusan abu vulkanik sekitar 15 ribu sampai 50 ribu fit ke arah barat daya yang  menuju Laut Samudera Hindia," kata Kasie Observasi dan Informasi Stasiun BMKG Meteorologi Ahmad Yani Semarang, Giyarto kepada IDN Times, Senin (7/9/2026).

Untuk wilayah Brebes maupun Cilacap yang berbatasan langsung dengan Jabar, katanya juga tidak terpengaruh abu vulkanik dari Krakatau.

Giyarto juga memaparkan sejauh ini dari pengamatan citra satelit, dampak abu vulkanik dari Krakatau dirasakan warga Lampung dan Jabodetabek.

Kendati demikian, pihaknya mengimbau kepada pengelola Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak dari erupsi Krakatau. Karena saat ini sudah banyak maskapai penerbangan yang memutuskan menunda keberangkatan.

"Tetapi untuk gangguan penerbangan pastinya banyak (maskapai) cancel. Karena abu vulkanik sangat bahaya pada penerbangan. Karena kalau masuk ke mesin pesawat, dampaknya sangat signifikan. Sampai sat ini Kami sedang melakukan observasi potensi gangguan dari abu vulkanik. Salah satunya kita akan bersiap jadi bandara alternatif. Karena kondisinya di Kalimantan diclose maka alternatif ke wilayah kita," jelasnya.

Di samping itu, pihaknya kini sedang melakukan observasi dan analisa terkait gunung berapi. Namun hasil analisa akan lebih banyak disampaikan oleh tim meteorolgi word office yang ada di Cengkareng dan Makassar.

Terpisah, Kepala Stasiun BMKG Geofisika Banjarnegara, Heri Susanto Wibowo membenarkan bahwa erup Krakatau tidak  berdampak ke wilayah Jawa Tengah. "Dari pemantauan abu vulkanik juga belum berdampak ke wilayah Jateng," ungkapnya.

Selain itu, keberdaan sesar aktif yang tersebar di kabupaten/kota juga tidak memiliki dampak langsung dengan meletusnya Krakatau. Tercatat sesar aktif saat ini tersebar di kawasan Danau Rawa Pening, Banjarnegara, Ungaran, Kota Semarang, Pati, Blora dan Pantura. "Tidak berpengaruh dengan aktifitas sesar aktif," tandasnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article