Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Bukan Cuma Baca Buku, Perpustakaan Jateng Jadi Ruang Kreator Digital
Educa Studio dan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah akan menjalankan sejumlah program yang mencakup perluasan akses terhadap konten digital. (dok. Educa Studio)
  • Educa Studio dan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Jateng menandatangani PKS untuk memperkuat transformasi digital, literasi, serta keterampilan digital masyarakat Jawa Tengah.
  • Program kolaborasi mencakup perluasan akses konten digital, pelatihan, lomba kreasi berbasis kearifan lokal, serta pelestarian dan penyebarluasan arsip daerah.
  • Educa Studio mendapat penghargaan Pemprov Jateng atas inovasi pembelajaran teknologi; kolaborasi diarahkan memperluas pendidikan, buku, keterampilan digital, dan pelestarian budaya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Perpustakaan Jawa Tengah bekerja sama dengan Educa Studio. Mereka ingin perpustakaan bukan cuma buat baca buku. Orang-orang juga bisa belajar memakai teknologi dan membuat karya digital. Akan ada lomba, pelatihan, dan konten digital. Mereka juga ingin menjaga budaya dan arsip Jawa Tengah. Educa Studio mendapat penghargaan dari pemerintah Jawa Tengah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Semarang, IDN Times - Perpustakaan di era digital tak lagi cukup hanya menjadi tempat membaca dan meminjam buku. Ruang literasi juga dituntut ikut membekali masyarakat dengan kemampuan memahami informasi, memanfaatkan teknologi hingga menghasilkan karya digital.

1. Tantangan literasi saat ini semakin kompleks

Educa Studio dan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah akan menjalankan sejumlah program yang mencakup perluasan akses terhadap konten digital. (dok. Educa Studio)

Upaya tersebut mulai didorong melalui kolaborasi Educa Studio dengan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah. Keduanya menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dalam rangkaian Festival Literasi Jawa Tengah, Selasa (15/9/2026).

Kerja sama itu menjadi tindak lanjut Nota Kesepahaman (MoU) antara PT Educa Sisfomedia Indonesia dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. PKS tersebut mengusung tema Penguatan Transformasi Digital dan Peranan Perpustakaan Daerah sebagai Katalisator Pengembangan Budaya Literasi dan Keterampilan Digital Masyarakat Provinsi Jawa Tengah.

CEO Educa Group, Andi Taru mengatakan, tantangan literasi saat ini semakin kompleks. Kemampuan literasi tidak hanya berkaitan dengan membaca buku, tetapi juga memahami informasi, menyampaikan gagasan dan memiliki rasa ingin tahu.

“Literasi saat ini memiliki tantangan tersendiri. Tidak hanya sekadar membaca buku, namun lebih mendalam pada kemampuan memahami informasi, menyampaikan ide atau gagasan, dan rasa ingin tahu yang tinggi sehingga literasi menjadi pondasi belajar,” ungkapnya.

2. Perluas akses terhadap konten digital

Educa Studio dan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah akan menjalankan sejumlah program yang mencakup perluasan akses terhadap konten digital. (dok. Educa Studio)

Menurut dia, masyarakat perlu memiliki kemampuan untuk beradaptasi dan menggunakan teknologi secara produktif serta bertanggung jawab. Maka itu, kolaborasi pemerintah, komunitas dan pelaku industri pendidikan dinilai penting untuk membangun ekosistem literasi yang sesuai dengan perubahan teknologi.

Melalui kerja sama tersebut, Educa Studio dan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Jateng akan mengembangkan sejumlah program. Antara lain, memperluas akses terhadap konten digital, menggelar lomba kreasi berbasis kearifan lokal, pelatihan keterampilan digital dan berbagai kegiatan penguatan literasi masyarakat.

Kolaborasi juga mencakup pelestarian dan penyebarluasan arsip sebagai bagian dari memori kolektif masyarakat Jawa Tengah.

Program kreasi berbasis kearifan lokal menjadi salah satu bagian yang menarik karena masyarakat didorong tidak hanya mengonsumsi konten digital, tetapi menghasilkan karya yang mengangkat kekayaan budaya daerah melalui medium digital.

Andi menyampaikan, teknologi seharusnya digunakan untuk membuka akses belajar dan buku yang lebih luas serta relevan bagi masyarakat.

“Transformasi digital bukan hanya mengenai bagaimana teknologi digunakan, tetapi bagaimana teknologi dapat membuka akses belajar dan buku yang lebih luas, lebih mudah, dan lebih relevan bagi masyarakat,” ujarnya.

3. Pengembangan ekosistem pendidikan digital

ilustrasi pelajar terbiasa dengan literasi digital (pexels.com/Max Fischer)

Kolaborasi dengan Pemprov Jateng juga menjadi bagian dari pengembangan ekosistem pendidikan digital yang selama ini dilakukan Educa Group. Perusahaan tersebut mengembangkan lebih dari 1.000 konten edukasi dalam bentuk gim, animasi dan buku digital untuk anak usia dini.

Educa Group juga memiliki Gamelab Indonesia yang bergerak dalam pembelajaran dan pelatihan berbasis teknologi.

Dalam rangkaian Festival Literasi Jawa Tengah, Educa Studio turut menerima penghargaan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah atas kontribusinya dalam memajukan literasi masyarakat. Penghargaan tersebut diberikan atas kontribusi Educa Studio dalam menghadirkan inovasi pembelajaran berbasis teknologi serta konten edukatif yang kreatif, adaptif dan inklusif.

Bagi Educa Studio, kerja sama tersebut diharapkan tidak berhenti pada penandatanganan PKS. Kolaborasi akan diarahkan pada berbagai program yang memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan dan buku, meningkatkan keterampilan digital serta menjaga kekayaan budaya dan arsip daerah.

“Teknologi adalah alat untuk mempercepat dan memperluas dampak. Kami berharap kerja sama ini dapat menjadi langkah panjang untuk menghadirkan lebih banyak inovasi maupun manfaat, khususnya di bidang pendidikan dan literasi bagi masyarakat Jawa Tengah,” tandas Andi.

Curated For You

Editorial Team

Related Article